Search
Close this search box.

Sepuluh Peserta Retret Gelombang Kedua Jalani Pemantauan Khusus

Ilustrasi Kampus IPDN./visi.news/IPDN.

Bagikan :

VISI.NEWS | SUMEDANG – Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyampaikan bahwa sepuluh peserta retret kepala daerah gelombang kedua di IPDN Jatinangor saat ini berada dalam pemantauan ketat karena alasan kesehatan. Temuan tersebut diketahui usai pemeriksaan medis dilakukan pada Sabtu (21/6/2025), sehari sebelum kegiatan resmi dimulai.

“Jadi, sekitar sepuluh orang ada dalam pengawasan ketat, yang sangat ketat tentu yang pita merah tadi,” ungkap Bima Arya di Perpustakaan IPDN, Minggu (22/6/2025).

Meski tidak menyebutkan secara spesifik nama-nama peserta yang berada dalam pengawasan, Bima memastikan bahwa panitia telah menyesuaikan pelaksanaan kegiatan, termasuk perubahan lokasi kelas agar lebih ramah bagi peserta dengan kebutuhan khusus.

Awalnya, sebagian kelas pembelajaran direncanakan berlangsung di gedung baru yang mengharuskan peserta menaiki tangga hingga tiga lantai. Namun, ruang kelas tersebut kini dialihkan demi kenyamanan dan keamanan peserta yang kesehatannya tidak memungkinkan untuk mobilitas tinggi.

“Kita nanti tanyakan apakah kuat atau tidak? Kalau tidak, tidak ada masalah. Kita akan geser kelasnya, kita sesuaikan untuk yang lebih aksesibel,” ujarnya.

Retret gelombang kedua ini diikuti oleh 86 kepala daerah dari total 93 yang terdaftar. Enam kepala daerah tidak hadir karena alasan medis, sementara satu peserta, Gubernur Papua Pegunungan John Tabo, absen karena sedang berduka atas wafatnya ibunda.

Kegiatan berlangsung dari 22 hingga 26 Juni 2025 di Kampus IPDN, Jatinangor, dan merupakan bagian dari program pembekalan kepemimpinan nasional yang diinisiasi Kementerian Dalam Negeri. @ffr

 

Baca Berita Menarik Lainnya :