Search
Close this search box.

Serangan Israel Tewaskan 14 Orang di Kota Gaza Saat Beberapa Negara Bergerak Mengakui Negara Palestina

Foto saudigazette

Bagikan :

VISI.NEWS | GAZA – Setidaknya 14 warga Palestina tewas dalam serangan udara Israel di Kota Gaza pada Jumat malam, menurut pejabat kesehatan yang dikutip pada Sabtu (20/9/2025), saat Israel memperintensifkan ofensifnya dan meminta warga sipil untuk mengungsi ke selatan.

Serangan terbaru tersebut menghantam area pemukiman, dengan Rumah Sakit Shifa mengonfirmasi bahwa enam korban dari keluarga yang sama — yang merupakan kerabat direktur rumah sakit, Dr. Mohamed Abu Selmiya — tewas ketika rumah mereka dihantam.

Palang Merah Palestina melaporkan bahwa lima orang lainnya tewas dalam serangan dekat Alun-Alun Shawa.

Militer Israel mengatakan tidak dapat mengonfirmasi rincian serangan tersebut, tetapi menegaskan bahwa operasi mereka menargetkan infrastruktur Hamas dan bahwa “langkah pencegahan yang wajar” diambil untuk membatasi korban sipil.

Peningkatan kekerasan ini terjadi saat negara-negara Barat menunjukkan frustrasi yang semakin berkembang terhadap perang di Gaza.

Portugal Mengumumkan Pengakuan Negara Palestina

Portugal mengumumkan bahwa mereka akan secara resmi mengakui negara Palestina pada hari Minggu, bergabung dengan gelombang negara-negara Eropa — termasuk Inggris, Prancis, Kanada, Australia, Malta, Belgia, dan Luksemburg — yang diperkirakan akan mengikuti langkah tersebut dalam beberapa hari ke depan.

Langkah ini bertepatan dengan Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa minggu depan, di mana para pemimpin dunia akan membahas konflik tersebut.

Tenewaskan Lebih dari 65.000 Orang

Kampanye militer Israel yang diluncurkan setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, telah menewaskan lebih dari 65.000 orang di Gaza, menurut Kementerian Kesehatan wilayah tersebut.

Hampir 90% dari populasi Gaza telah mengungsi, dengan kelaparan kini diumumkan terjadi di beberapa bagian Kota Gaza.

Evakuasi Paksa Memburuknya Bencana Kemanusiaan

Kelompok-kelompok bantuan memperingatkan bahwa evakuasi paksa ke selatan hanya akan memperburuk bencana kemanusiaan, karena banyak warga yang tetap terlalu lemah, enggan, atau tidak mampu untuk bergerak lagi.

Baca Juga :  Longsor di Ruas Jalan Nasional Bagbagan–Kiaradua Sukabumi, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat

UNICEF Laporkan Pengambilalihan Bantuan untuk Anak-Anak Gizi Buruk

UNICEF pada hari Jumat mengatakan bahwa pria bersenjata telah membajak pengiriman makanan terapeutik dari empat truk mereka di Kota Gaza, sehingga ribuan anak-anak yang kekurangan gizi kehilangan akses terhadap nutrisi darurat. Israel menuduh Hamas telah merampas bantuan tersebut, meskipun PBB mengatak

Baca Berita Menarik Lainnya :