Search
Close this search box.

Serangan Israel Tewaskan Pemimpin Politik Hamas Salah al-Bardaweel

Keadaan di Gaza./visi.news/wikipedia.

Bagikan :

VISI.NEWS | GAZA – Konflik antara Israel dan Hamas kembali memanas setelah Israel melancarkan serangan udara di Khan Younis, Gaza selatan, yang menewaskan pemimpin politik Hamas, Salah al-Bardaweel, Minggu (23/3/2025).

Mengutip Reuters, media yang berafiliasi dengan Hamas melaporkan bahwa serangan tersebut juga menewaskan istri Bardaweel. Hingga saat ini, Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait serangan tersebut.

Dalam pernyataannya, Hamas menuduh Israel bertanggung jawab atas pembunuhan ini, menyebut bahwa Bardaweel dan istrinya tewas saat sedang melaksanakan shalat, ketika rudal Israel menghantam tenda mereka di Khan Younis.

“Darahnya, darah istri dan para syuhada, akan terus menyulut pertempuran, pembebasan dan kemerdekaan. Musuh kriminal tidak akan mematahkan tekad dan kemauan kami,” demikian pernyataan Hamas.

Setelah dua bulan kondisi relatif tenang, warga Gaza kembali mengalami eskalasi konflik, dengan Israel melancarkan serangan udara dan darat sejak Selasa. Ledakan terdengar di seluruh Jalur Gaza, mulai dari wilayah utara, tengah, hingga selatan, menurut saksi mata.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan kembali bahwa tujuan utama konflik ini adalah menghancurkan Hamas sebagai entitas militer dan pemerintahan. Netanyahu juga menyatakan bahwa operasi militer ini bertujuan untuk menekan Hamas agar menyerahkan para sandera.

Pejabat kesehatan Palestina melaporkan bahwa setidaknya 400 orang tewas dalam serangan terbaru ini, lebih dari separuhnya adalah perempuan dan anak-anak.

Selain itu, pasukan Israel juga membombardir sebuah rumah di kota Rafah, yang mengakibatkan sejumlah korban luka.

Hamas menuduh Israel melanggar ketentuan gencatan senjata, dengan menolak untuk berunding guna mengakhiri konflik. Namun, Hamas mengklaim masih terbuka untuk perundingan dan sedang mempelajari proposal baru yang diajukan oleh mediator internasional.

Serangan udara dan operasi darat Israel di Gaza telah memicu kecaman dari berbagai negara, termasuk Inggris, Prancis, dan Jerman, yang menyerukan agar Israel memulihkan akses bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Baca Juga :  Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Selasa 12 Mei 2026

Sementara itu, Israel masih memblokir masuknya barang-barang ke wilayah Gaza, dengan alasan bahwa Hamas menyalahgunakan bantuan untuk kepentingan mereka sendiri, tuduhan yang telah dibantah oleh Hamas sebelumnya. @ffr

Baca Berita Menarik Lainnya :