Search
Close this search box.

Serangan Terkoordinasi Iran–Hizbullah Guncang Israel

Rudal pertahanan udara Israel terlihat di langit saat merespons serangan gabungan Iran dan Hizbullah yang menargetkan sejumlah fasilitas militer di beberapa kota Israel./visi.news/source: Reuters.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah serangan rudal dan drone yang diklaim sebagai operasi gabungan antara Iran dan kelompok militan Hezbollah menghantam berbagai target militer di Israel pada Kamis (12/3/2026) dini hari waktu setempat. Serangan ini disebut menargetkan lebih dari 50 lokasi strategis, termasuk sejumlah pangkalan militer penting di berbagai kota besar Israel.

Pernyataan resmi mengenai operasi tersebut disampaikan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Garda Revolusi Iran melalui kantor berita pemerintah. Dalam laporan yang dipublikasikan oleh media Iran, IRGC menyatakan bahwa serangan itu merupakan bagian dari “operasi gabungan dan terintegrasi” bersama Hizbullah yang berbasis di Lebanon.

Menurut keterangan tersebut, rudal balistik yang diluncurkan dari wilayah Iran ditembakkan hampir bersamaan dengan serangan drone dan roket yang diluncurkan Hizbullah dari wilayah Lebanon. Operasi itu diklaim menargetkan lebih dari 50 fasilitas militer Israel yang tersebar di berbagai wilayah.

Beberapa lokasi yang disebut sebagai sasaran utama antara lain pangkalan militer di kota pelabuhan Haifa, pusat ekonomi Tel Aviv, serta kota selatan Beersheba. Ketiga kota tersebut diketahui memiliki infrastruktur militer strategis yang berperan penting dalam sistem pertahanan Israel.

Dalam pernyataan resminya, IRGC menegaskan bahwa serangan itu merupakan respons terhadap berbagai operasi militer Israel di kawasan Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir.

“Operasi ini menunjukkan kemampuan koordinasi antara pasukan perlawanan di kawasan,” demikian pernyataan IRGC yang dikutip media Iran.

“Ini adalah operasi gabungan dan terintegrasi antara Iran dan pasukan perlawanan di Lebanon,” kata pernyataan tersebut.

“Serangan dilakukan secara simultan menggunakan rudal, roket, dan drone untuk menargetkan fasilitas militer Israel.”

Tidak hanya menargetkan wilayah Israel, Garda Revolusi Iran juga menyebut pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan turut menjadi sasaran potensial dalam operasi tersebut. Dua pangkalan yang disebut adalah fasilitas militer di Al-Kharj di Arab Saudi dan pangkalan udara di Al-Azraq Air Base di Jordan.

Baca Juga :  Hodak Akui Persib Sempat Tertekan Saat Hadapi Semen Padang

Meski demikian, laporan dari koresponden internasional menyebutkan bahwa tidak ada kerusakan signifikan yang dilaporkan di kedua negara tersebut. Pihak berwenang Arab Saudi hanya mengeluarkan peringatan keamanan setelah adanya laporan aktivitas rudal di kawasan udara regional.

Sementara itu, pemerintah Yordania menyatakan bahwa tidak ada serangan yang benar-benar menghantam wilayahnya. Otoritas keamanan negara itu juga menegaskan sistem pertahanan udara mereka tetap dalam kondisi siaga untuk menghadapi kemungkinan eskalasi konflik.

Serangan gabungan Iran dan Hizbullah ini terjadi di tengah konflik yang terus meningkat di kawasan. Selain ketegangan langsung antara Iran dan Israel, konflik juga melibatkan Hizbullah yang selama ini dikenal sebagai sekutu utama Iran di Lebanon.

Di sisi lain, militer Israel menyatakan telah melancarkan operasi balasan ke wilayah Lebanon. Serangan tersebut diklaim sebagai bagian dari upaya untuk melemahkan kekuatan Hizbullah yang dianggap menjadi ancaman langsung terhadap keamanan Israel.

Menurut pernyataan militer Israel, operasi udara besar-besaran telah dilakukan pada Rabu (11/3) waktu setempat dengan menyasar berbagai fasilitas milik Hizbullah di wilayah Dahiyeh, yang merupakan pinggiran selatan ibu kota Beirut dan dikenal sebagai basis kuat kelompok tersebut.

Militer Israel menegaskan serangan itu bertujuan menghancurkan infrastruktur militer Hizbullah yang selama ini digunakan untuk melancarkan serangan ke wilayah Israel.

“Serangan ini merupakan bagian dari gelombang operasi skala besar untuk menghancurkan infrastruktur teror Hizbullah,” kata pernyataan resmi militer Israel.

Situasi ini semakin menambah kekhawatiran komunitas internasional terhadap potensi meluasnya konflik di Timur Tengah. Dengan keterlibatan beberapa negara dan kelompok bersenjata sekaligus, para pengamat menilai ketegangan dapat berkembang menjadi konflik regional yang lebih besar jika tidak segera mereda.

Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban atau tingkat kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan terbaru tersebut. Namun, berbagai pihak memperkirakan eskalasi militer masih berpotensi berlanjut dalam beberapa hari ke depan. @kanaya

Baca Berita Menarik Lainnya :