Serukan Calon Bupati Anti Korupsi, GNPK RI Apresiasi Pernyataan Asep Ikhsan

ilustrasi./visi.news/alam
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Indonesia (GNPK RI) Kabupaten Bandung, Imam Supardi, M.M., mengungkapkan bahwa untuk mendapatkan kepala daerah yang bersih dan mengedepankan good goverment serta clean governance, harus lebih banyak tokoh yang menyuarakan perlunya paslon yang bisa menjaga pemerintahan yang bersih.

“Saya sangat mengapresiasi apa yang dilontarkan Kang Haji Asep Ikhsan, selaku salah satu tokoh di Kabupaten Bandung yang tinggal di Ciparay. Ia sangat mensuport lahirnya kepala daerah yang menjaga pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Mudah-mudahan akan lebih banyak lagi tokoh di Kabupaten Bandung yang menyuarakannya,” ujarnya kepada VISI.NEWS, Sabtu (31/10/2020) pagi.

Katanya, seperti yang diungkapkan H. Asep Ikhsan, Imam menyebutkan bahwa untuk mengoptimalisasikan pelayanan dan kemakmuran masyarakat, serta pembangunan di Kabupaten Bandung. Kalau seorang pemimpin bicara masalah kemakmuran, seharusnya sudah tidak ada lagi anak-anak yang kesulitan bersekolah, akses kesehatan mudah, dan daya beli meningkat.

Maka, Imam  menganggap, perlu lahirnya kepala daerah yang bisa lebih akuntabel dan berorientasi pada hasil, profesional, proporsional, keterbukaan dalam pengelolaan keuangan negara, dan senantiasa siap dilakukan pemeriksaan keuangan oleh badan pemeriksa yang bebas dan mandiri.

“Tidak mungkin tercapai pemerintahan yang efektip dan efisien kalau dalam pengelolaan anggaran masih jauh dari pelaksanaan Undang-undang No. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara,” ungkap Imam.

Disamping itu, Imam menyebutkan, kalau melihat laporan hasil pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (LHP BPK RI), masih banyak catatan yang harus diperbaiki di berbeberapa Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD). “Hasil LHP BPK RI misalnya yang tanggal 24 Mei 2019 bernomor  38.A/LHP/XVIII.BDG/05/2019 masih banyak catatan yang harus diperbaiki. Ini peer bagi para Paslon Bupati Bandung ke depan untuk memperbaikinya. Karena, mustahil akan ada optimalisasi pelayanan masyarakat dan pembangunan kalau pengelolaan anggaran belum sesuai dengan standar pengelolaan anggaran sebagaimana ditetapkan oleh BPK RI,” pungkasnya.

Saat menerima kunjungan salah satu Calon Bupati Bandung ke Graha Wirakarya miliknya di Ciparay, tokoh yang tinggal di Ciparay itu mengungkapkan bahwa pemimpin memang memiliki kekuasaan. Ada tiga, kata Asep Ikhsan, posisi, anggaran dan wilayah beserta segala sumberdaya yang ada.Sehingga, katanya, kalau seorang pemimpin bicara masalah kemakmuran, seharusnya sudah tidak ada lagi anak-anak yang kesulitan bersekolah, akses kesehatan mudah, dan daya beli meningkat.

Perilaku korupsi itu, kata Asep Ikhsan, karena agama tidak dijadikan modal dasar sehingga tidak melahirkan para pemimpin yang amanah. “Di kebanyakan daerah, para pemimpin yang tidak bisa memajukan daerahnya itu karena bermental calo,” ujarnya.

Ke depan Asep berharap, Kabupaten Bandung bisa mengoptimalkan potensinya untuk menyejahterakan masyarakatnya. “Saya mempunyai ekspektasi yang tinggi masalah kemakmuran ini. Kalau saya jadi bupati, dengan potensi yang ada ini, kalau sampai tidak bisa menyejahterakan masyarakat, ah moal daek dua kali,” ungkapnya disambut tawa yang hadir.@mpa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Erwin Rinaldi : " Target Sanitasi Kita Sudah Lampaui RPJMD Kabupaten Bandung tahun 2015-2020"

Sab Okt 31 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISINEWS — Target program sanitasi Disperkimtan Kabupaten Bandung sudah melampaui Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2015-2020 yang menjadi amanat dari Indikator Kinerja Umum (IKU) dan Indikator Kinerja Daerah (IKD). Pasalnya pencapaiannya sudah melebihi di angka 82 persen. Kepala Disperkimtan Kabupaten Bandung Erwin Rinaldi menuturkan, target ini […]