SKETSA | Al Aqsa

Silahkan bagikan

Oleh Syakieb Sungkar

MINGGU lalu kerusuhan pecah lagi di Masjid Al Aqsa. Itu gara-gara pemuda Palestina menembakkan kembang api ke arah kelompok ultranasionalis Israel yang melintasi kompleks masjid untuk merayakan Paskah. Mendengar itu, Polisi Israel menyerbu ke kompleks masjid, namun disambut oleh lemparan batu warga Palestina. Hasilnya adalah 180 warga Palestina yang sedang beribadah di bulan Ramadhan terluka karena peluru karet, tongkat dan gas air mata. Masjid Al Aqsa terletak di Yarusalem Timur, sebuah kota yang dinyatakan Status Quo sejak Arab kalah perang dengan Israel tahun 1967. Namun kenyataannya, setidaknya untuk kompleks masjid, tempat itu dikuasai oleh ‘tentara’ Palestina. Saya memberikan tanda petik pada kata tentara, karena penampilan mereka mengenaskan. Lebih gagah Satpam di kompleks saya ketimbang tentara Palestina. Tentara Palestina yang memeriksa saya itu berambut gondrong dan berbaju lusuh. Berperilaku sok galak, mengamati paspor lembar demi lembar, serta meminta pengunjung mengucapkan dua kalimah syahadat. Untuk kemudian berakhir dengan minta uang rokok sebelum kita bisa berkunjung ke Masjid Al Aqsa.

Gambar 1 – Masjid Al Aqsa (sumber: Erwin Dariyanto).

Sejak 2019, Pemerintahan Benjamin Netanyahu cari gara-gara di Yarusalem. Ia membangun terowongan dari Wadi Hilweh Silwan ke Tembok Barat, tepat di luar kompleks Al Aqsa. Israel mengklaim terowongan tersebut merupakan rute yang digunakan para peziarah Yahudi zaman dulu ke Kuil Kedua yang lokasinya berada di bawah Masjid Al Aqsa. Memang kalau dilanjutkan terowongan itu pembangunannya, maka Masjid Al Aqsa akan runtuh. Padahal Masjid itu merupakan artefak sejarah umat Islam yang ditulis dalam Al Quran. Seperti yang kita ketahui, sebelum Ka’bah, umat muslim sempat melaksanakan ibadah shalat ke arah Baitul Maqdis atau Masjid Al Aqsa selama 16 bulan. Namun Rasulullah SAW sendiri lebih menyukai kiblat ke arah Ka’bah dan karena itu Rasulullah SAW sering berdoa. Allah SWT berfirman:

Baca Juga :  Komisi VIII DPR RI Kutuk Keras Kejahatan Seksual di Lingkungan Agama

“Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al-Baqarah 2: ayat 144).

Masjid Al Aqsa merupakan masjid pertama yang mempunyai kubah. Masjid ini memiliki 7 buah lorong yang ditunjang oleh tiang-tiang melengkung bergaya hypostyle nave, serta dilengkapi beberapa ruang kecil tambahan di sisi sebelah Barat dan Timur.
Terdapat 121 jendela kaca patri dari era Abbasiyah dan Fatimiyah yang berdiri kokoh hingga saat ini. Sebagian besar ruangan masjid didominasi marmer berwarna putih dengan balutan karpet merah yang terlihat anggun. Kubah masjid dulunya terbuat dari batu yang dibangun langsung oleh Abdul Malik bin Marwan. Namun sekarang sudah diganti oleh Azh-Zahir dengan desain terbaru yaitu kayu yang disepuh dengan lapisan enamel timah. Interior kubah dicat mengikuti dekorasi khas abad 14. Kemudian pada masa pemerintahan Ottoman Khalifah Suleiman, lapisan emas yang khas ditambahkan ke kubah bersama dengan ubin Ottoman ke fasad bangunan. Di dalam Al-Aqsa terdapat empat bangunan tempat sholat. Bangunan terbesarnya memiliki kubah emas bernama Qubbatus Saqara atau sering disebut dengan Dome of The Rock. Ditambah dengan Musholla Al Mawarni, Kubah Al Mi’raj, Kubah As Silsilah, Kubah An Nabi, dan beberapa bangunan lain.

Masjid Al Aqsa juga menjadi tempat persinggahan Isra’ Mi’raj, ketika Nabi Muhammad dipertemukan langsung dengan Sang Pencipta, sesuai dengan yang dikatakan Tuhan dalam Surat Al Isra. Nabi didampingi Malaikat Jibril dengan mengendarai Buraq, untuk kemudian menuju Sidratul Muntaha untuk berjumpa dengan Allah SWT. Dengan sejarah yang begitu agung, bila Israel mengutak-atik Masjid Aqsa itu merupakan masalah hidup dan mati bagi umat Islam. Karena Netanyahu telah memicu titik sensitif yang tidak pernah akan bisa didamaikan sampai kapan pun.

Baca Juga :  Jelang Kepulangan Gelombang Kedua, Stafsus: Petugas Harus Tetap Fokus dan Semangat!

Saya berkunjung ke Al Aqsa sebenarnya hanya kebetulan. Kala itu saya diundang Amdocs, perusahaan Billing System terbesar di dunia, untuk datang ke Tel Aviv. Ternyata untuk sampai ke Israel itu membutuhkan pemeriksaan yang berbelit-belit. Pertama, saya harus datang ke Kedutaan Israel yang ada di Singapura. Di sana saya harus diinterogasi oleh orang-orang yang mirip dengan tukang pukul dalam film spionase: berkepala yang cukurannya pendek hampir botak, muda, langsing, berbaju putih, berjas, berpantalon dan berdasi hitam, rapi. Mereka bertanya berulang-ulang siapa yang mengundang, tujuannya apa dan sebagainya. Kemudian mereka menelpon Amdocs Israel, mengecek apa benar telah mengundang saya. Setelah diinterogasi di jalanan dan sambil berdiri, serta dinyatakan ‘lulus’, baru saya diperbolehkan masuk ke Kedutaan yang jaraknya kira-kira 100 meter dari tempat interogasi, untuk mendapatkan Visa.

Gambar 2 – Buraq (sumber: Danarto).

Perjalanan ke Israel saya lakukan satu bulan kemudian. Karena tidak ada rute pesawat langsung dari Singapura ke Israel, maka saya harus transit dulu ke Italia. Di Italia ternyata saya diinterogasi lagi oleh orang-orang Israel yang berpostur dan berbusana sama, dengan pertanyaan serupa yang juga berulang-ulang. Namun ditambah bonus, seluruh barang-barang saya dimasukkan ke dalam X-ray yang lebih presisi. Ternyata ada masalah pada sepatu saya. Sepatu saya merek Zarra yang juga buatan Israel. Pada bagian tengah sol, ada potongan kecil besi untuk mengidentifikasi nomor seri sepatu produk mereka. Nomor tersebut terbaca melalui X-ray. Hal itu juga untuk menjamin keaslian produk Zarra. Orang-orang Israel kemudian menelpon Zarra untuk mengkonfirmasi apakah potongan besi itu datang dari pabriknya. Setelah Zarra menjelaskan, barulah saya boleh terbang ke Israel, tanpa membongkar sol sepatu. Cara pemeriksaan orang Israel itu demikian ketat dan profesional, dapat dibandingkan mutunya dengan tentara Palestina kumal yang menjaga Al Aqsa.

Baca Juga :  Kabupaten Jayawijaya Menuju Swasembada Beras

Setelah urusan selesai dengan Amdocs, saya dibawa jalan-jalan menuju West Bank dan berakhir di kota Yarusalem. Sebelum mampir ke Al Aqsa saya diajak berkunjung ke Museum Seni Israel yang didepan halamannya ada patung Henry Moore ukuran raksasa. Hal itu memperlihatkan betapa kaya negeri Israel yang mempunyai koleksi karya berharga dari modern art. West Bank membagi tanah menjadi dua bagian, di sebelah kiri adalah tanah orang Palestina yang merah kering kerontang, sementara di sebelah kanan adalah tanah orang Israel yang hijau royo-royo ditumbuhi anggur, zaitun, labu, kubis, tomat, paprika, dan macam-macam sayur mayur yang diekspor ke Eropa. Karena produksi pertaniannya surplus. Mengapa bisa begitu? Palestina tidak menanami apapun dengan alasan tanahnya gersang sedang tanah tetangganya terlihat subur makmur. Dunia tidak adil bukan? Ternyata orang Israel menanam lembaran plastik di bawah akar tanaman agar air tidak menyerap masuk ke bumi. Mereka pun melakukan rekayasa teknologi agar pohonnya cepat berbuah dan rasanya lebih manis. Di samping mereka jago membuat pupuk. Kenapa Palestina tidak melakukan hal yang sama? Kata teman saya itu orang Palestina malas kerja, maunya perang melulu. Kalau Palestina mau koperatif maka Israel akan siap sedia mengajarkan orang Palestina untuk berkebun. Jika orang Palestina lebih suka bertani ketimbang berperang, maka Israel pun merasa aman. Hal itu membawa dimensi lain dalam pandangan saya soal perang Palestina dengan Israel. Apakah mungkin Palestina berdamai dengan Israel agar rakyatnya bisa cukup makan dan sejahtera?.***

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Zakat yang Tertolak

Kam Apr 28 , 2022
Silahkan bagikanOleh KH Ade Muzaini Lc, MA SALAH satu fungsi zakat adalah mensucikan harta. Hakikat mensucikan harta dari syariat Allah SWT ini sebagaimana tertuang dalam Al Quran surat At Taubah ayat 10. Allah SWT berfirman: خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا… “Ambillah zakat dari harta mereka guna membersihkan dan […]