SKETSA | Johnny Depp

Silahkan bagikan

Oleh Syakieb Sungkar

JOHNNY DEPP pertama kali bertemu Amber Heard di tahun 2009 ketika shooting film “The Rum Diary”. Film itu dibintangi oleh Depp sebagai seorang jurnalis bernama Paul Kemp yang bekerja di Puerto Rico. Sementara Amber memerankan Chenault, yang membuat Kemp jatuh cinta pada pandangan pertama. Dalam film itu ada adegan ciuman di kamar mandi yang membuat Deep kesengsem. Menurutnya ciuman itu mesra beneran, bukan dibikin-bikin seperti adegan film pada umumnya. Namun karena masing-masing sudah punya pasangan, rasa tertarik itu tidak ditindaklanjuti. Mereka bertemu lagi 2 tahun kemudian ketika ada acara tur promosi untuk film tersebut. Pada tahun 2012, Depp dan pasangan lamanya Vanessa Paradis berpisah serta berbagi dua anak, Lily-Rose dan John Christopher. Kemudian Amber dan Depp mulai berkencan yang berlanjut pada pertunangan di 2014. Tahun 2015 mereka menikah dalam sebuah upacara eksklusif di Los Angeles.

Gambar 1 – Johnny Depp dan Amber Heard dalam film “The Rum Diary”, 2009 (sumber: 1freewallpapers).

Setelah 15 bulan menikah, Amber mengajukan gugatan cerai. Berdasarkan laporan Amber, Deep mendapat perintah penahanan sementara. Amber mengklaim Depp melecehkannya saat berada di bawah pengaruh obat-obatan dan alkohol. Depp membantah tuduhan itu namun tercapai penyelesaian di luar pengadilan pada Agustus 2016. Amber mendapat ganti rugi $ 7 juta, dan berjanji untuk menyumbangkan uang itu untuk amal. Mereka merilis pernyataan bersama pada saat itu: “Hubungan kami sangat bergairah dan kadang-kadang tidak stabil, tetapi selalu terikat oleh cinta. Tidak ada pihak yang membuat tuduhan palsu untuk keuntungan finansial. Tidak pernah ada niat menyakiti fisik atau emosional.”

Gambar 2 – Pernikahan Johnny Depp dan Amber Heard di Los Angeles, 2015 (sumber: hellomagazine).

Pada Desember 2018, Amber cari gara-gara. Ia menulis opini untuk The Washington Post tentang perlakuan terhadap perempuan dalam kasus KDRT. Ia tidak menyebut nama Depp. Namun pada tahun 2019, Depp menggugat Amber sebesar $ 50 juta untuk pencemaran nama baik atas artikelnya di Washington Post, karena tulisan itu membuatnya kehilangan job akting yang berhonor besar. Amber mencoba membatalkan gugatan Depp tapi tidak berhasil. Sehingga ia menggugat balik Depp sebesar $ 100 juta. Saat ini sidang pencemaran nama baik itu sedang berlangsung.

Baca Juga :  Saber Pungli Jabar Turunkan Tim Pada Penyelenggaraan Webinar Pendidikan di Kab. Bandung

Di tahun 2020, Depp membawa penerbit The Sun ke pengadilan di Inggris atas pencemaran nama baik. The Sun menafsirkan artikel The Washington Post tahun 2018 itu sebagai Depp melakukan kekerasan terhadap Amber. Dalam saat yang sama Depp menggelar dua tuntutan perkara, satu dengan The Sun di London, satu lagi dengan Amber di Virginia. Dalam pengadilan Virginia, Depp membantah semua klaim pelecehan. Amber mengklaim pada suatu saat Depp mengancam akan membunuhnya “berkali-kali.” Sementara pengadilan Inggris berkeputusan bahwa tabloid The Sun “secara substansial benar,” dan banding Depp ditolak.

Sidang kasus pencemaran nama baik Depp terhadap Amber dimulai di Virginia pada 12 April 2022. Pengacara Amber mengatakan dalam awal sidang bahwa Depp “akan mencoba mengubah kasus ini menjadi sebuah opera sabun.” Depp bersaksi tentang pengalamannya tumbuh dengan ibu yang kasar, perjuangannya dalam penyalahgunaan obat terlarang dan hubungannya yang kacau dengan Amber. Depp mengakui bahwa mereka sering bertengkar selama 15 bulan menikah, namun Deep tidak pernah menyerang Amber dengan cara apa pun dan ia tidak pernah memukul wanita mana pun sepanjang hidupnya. Pada akhir kesaksiannya minggu lalu, Deep diinterogasi oleh pengacaranya, Jessica Meyers, tentang sebuah rekaman audio yang diputar untuk pengadilan. Audio itu menggambarkan bahwa Amber lah sebenarnya yang menjadi pelaku kekerasan terhadap Johnny Depp selama ini. Dalam rekaman itu Amber menantang agar melaporkan kepada dunia bahwa Depp lah yang menjadi korban. Memang Amber pernah melempar gelas ke Deep dan ia menangkisnyya sampai jari tangannya putus. Mengagetkan untuk khalayak yang biasa melihat Amber Heard yang ayu itu ternyata mengidap psikopat. Sehingga menuduh mantan suaminya lah yang selama ini melakukan KDRT. Amber belum mengambil sikap dalam persidangan, yang diperkirakan akan berlangsung selama enam minggu.

Baca Juga :  PIALA DUNIA | Hasil, Klasemen, dan Jadwal Grup E, Jerman Terjengkang Ditendang Jepang 1-2

Pengadilan yang sedang berlangsung itu telah membuat masyarakat tidak percaya pada klaim Amber, terutama bagi para penggemar Johnny Depp. Di tahun 2019 ada Petisi yang diunggah via change.org oleh seseorang bernama Jeanne Larson. Larson mengajukan petisi ini kepada Courtney Simmons yang menjabat sebagai Senior Vice President untuk Publicity and Communications dari DC Warner Bros, dan kepada Paul McGuire, Corporate Communications DC Entertainment. Petisi itu berbunyi “Depak Amber Heard dari film Aquaman 2”. Amber Heard dikenal dan telah terbukti sebagai pelaku kekerasan, Warner Brothers dan DC Entertainment sudah semestinya mencopot Amber Heard dari film Aquaman 2. Mereka tak boleh mengabaikan penderitaan para korban Heard, dan tidak boleh mengagungkan pelaku kekerasan dalam rumah tangga, petisi tersebut melanjutkan. Larson juga mengungkap serangkaian temuan yang berisi kekerasan oleh Amber Heard sebelumnya. Dalam salah satu riwayat, Amber pernah ditahan atas kasus kekerasan kepada mantan kekasihnya, Tasya Van Ree pada 2009. Amber Heard ditangkap pada 2009 karena melecehkan mantan pasangan rumah tangganya, Tasya Van Ree, yang menunjukkan pola pelecehan berulang oleh Amber Heard, tulis petisi tersebut. Dalam sepekan terakhir petisi itu sudah bertambah 1,5 juta tanda tangan dan secara total sudah mencapai 3,5 juta pada awal Mei. Peredaran petisi tersebut semakin meluas ketika persidangan antara Johnny Depp dan Amber Heard resmi dimulai, demikian menurut CNN Indonesia.

Gambar 3 – Amber Heard dalam Aquaman (sumber: geekositymag).

Amber Heard berperan sebagai Mera dalam sejumlah film DC, seperti Justice League (2017) dan Aquaman (2018). Kehadirannya dalam proyek tersebut memicu perpecahan di kalangan netizen, bahkan ketika trailer Snyder’s Cut dirilis pada 2020. Nama Emily Blunt kemudian muncul digadang-gadang sebagai pengganti Heard untuk memerankan Mera di Aquaman 2. Pihak studio juga mengaku mempertimbangkan keputusan untuk mengganti Heard. Namun hingga kini, Warner Bros tak mengeluarkan pernyataan resmi soal nasib Amber Heard di Aquaman 2. Info terbaru, mereka mengumumkan jadwal tayang Aquaman 2 diundur menjadi 17 Maret 2023.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Kota Bandung dan Sekitarnya, Senin (6 Juli2020)

Kasus semacam Johnny Depp yang difitnah Amber Heard pernah terjadi juga di Indonesia, yaitu ketika Gofar Hilman, seorang presenter yang dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap Hafsyarina Sufa Rebowo atau Syerin. Setelah sembilan bulan Gofar menderita karena diputus kontraknya oleh Stasiun TV, kemudian Syerin mengatakan perundungan seksual itu sebenarnya tidak terjadi dan hal tersebut hanya berdasarkan delusi dan imajinasi. Namun berbeda dengan Johnny Depp, Gofar sudah ikhlas memaafkan dan berharap kejadian ini dapat memberikan pelajaran terhadap orang yang bersangkutan, dan menjadi pelajaran untuk banyak orang agar lebih bertanggung jawab dalam memakai media sosial. Syerin telah melakukan permintaan maaf lewat video, ia mengatakan, dirinya terpancing dari cerita-cerita seksual lain, kemudian ada delusi atau dorongan imajinatif internal untuk menceritakan hal tersebut kepada publik melalui Twitter. Dalam video itu ia meminta maaf kepada Gofar Hilman dan keluarganya, karena tak menyangka bahwa cuitan itu akan viral dan membuat heboh. Dulu ia ingin buru-buru meminta maaf karena telah mencemarkan nama Gofar, tapi di sisi lain ada rasa takut dan bingung. Syerin akhirnya meminta maaf 9 bulan kemudian setelah didesak kedua orang tuanya yang sudah mengetahui ia mengidap delisional.

Dalam dunia yang sangat menghargai perempuan dan suaranya lebih didengar ketimbang laki-laki, menyalahgunakan kepercayaan masyarakat seperti ini sangat berbahaya. Karena jika ada kasus-kasus yang serupa, orang kemudian jadi ragu akan kebenaran laporan perundungan dan KDRT. Kiranya kasus Amber dan Syerin tidak perlu terulang lagi.***

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

REFLEKSI | Berdo'alah yang Baik

Sen Mei 9 , 2022
Silahkan bagikanOleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn. DOA pada Allah merupakan tumpahan kata hati kita, yang mengalir dan terucapkan oleh bibir kita, dalam rangkaian harapan yang dipanjatkan penuh harap, karena menginginkan do’a kita di ijabahi Allah, Tuhan sang pencipta alam dunia dan seisinya. Bagaimana bagusnya kita berdo’a ? Doa sebetulnya memiliki […]