SKETSA | Oracle

Silahkan bagikan

Oleh Syakieb Sungkar

KITA tidak tahu masa depan. Karena yang akan datang selalu merupakan misteri. Tetapi setidaknya kita bisa meramalkan. Melalui bantuan ilmu statistik, dan sejarah atau peristiwa sebelumnya, dengan itu kita kemudian mengetahui trend ke depan. Atau ada jalan lain yang lebih mudah, yaitu meminta bantuan dukun, dengan pertolongan ‘dunia alam sana’, sehingga dapat melihat gambaran masa depan. Dalam dongeng Yunani, Oracle (peramal) adalah orang yang dianggap bisa memberikan nasihat atau nubuat kenabian yang bijaksana dan berwawasan luas, termasuk memprediksi masa depan, yang diilhami oleh para dewa. Dengan demikian, yang diucapkan oracle merupakan sebuah ramalan.

Di tahun 560 SM, ada raja dari kerajaan Lydia, namanya Croesus. Ia ingin menguji ucapan para oracle di seluruh dunia untuk menemukan ramalan yang paling akurat. Ia mengirim utusan ke tujuh tempat yang semuanya bertanya kepada para peramal pada hari yang sama apa yang sedang dilakukan raja pada saat itu. Dari jawaban-jawaban para peramal itu, Croesus memproklamirkan oracle di Delphi sebagai yang paling akurat, yang dengan tepat ‘melihat’ bahwa raja sedang membuat sup domba dan kura-kura. Karena itu raja menganugerahinya dengan sejumlah besar hadiah berharga. Croesus kemudian berkonsultasi dengan Delphi sebelum menyerang Persia, dan oracle tersebut mengatakan: “Jika Anda menyeberangi sungai, sebuah kerajaan besar akan hancur”. Percaya akan jawaban oracle yang membesarkan hati, Croesus menyerang, tapi justru kerajaannya sendiri yang akhirnya dihancurkan oleh Persia.

Walter Burkert mencatat, bahwa oracle biasanya seorang wanita. Dan kalau sedang meramal ia seperti orang kesurupan. Ketika oracle kerasukan, kata-kata yang keluar dari mulutnya akan dicatat. Dalam kasus oracle Delphi, Herodotus yang mencatatnya. Sementara ada oracle lain yang mirip-mirip kalau sedang trance, seperti yang terjadi di Mari pada tahun 2000 SM, dan di Asyur pada tahun 1000 SM. Ada juga oracle di Wadjet, Mesir, yang digambarkan sebagai wanita berkepala ular. Oracle paling penting dari zaman Yunani kuno adalah Pythia yang juga hidup di Delphi, dan oracle Dione di Dodona, oracle  Mallus di Korintus, oracle Bassae di Peloponnese, oracle Aegina di Laut Aegea, dan oracle di pulau Delos.

Baca Juga :  Antisipasi Kebutuhan RSDC, Pemprov Jateng Siapkan Dua Cara Penanganan

Oracle Delphi memberikan pengaruh yang cukup besar di seluruh budaya Hellenic. Secara khusus, wanita ini pada dasarnya adalah otoritas tertinggi baik secara sipil maupun agama di Yunani kuno yang didominasi pria. Ia menjawab pertanyaan warga negara, orang asing, raja, dan filsuf tentang masalah dampak politik, perang, tugas, kejahatan, keluarga, hukum—bahkan masalah pribadi. Negara-negara semi-Hellenic di seluruh dunia Yunani, seperti Lydia, Caria, dan bahkan Mesir juga menghormatinya serta datang ke Delphi untuk memohon petunjuk.

Gambar 1 – Petilasan di Delphi, tempat oracle Pythia memberikan ramalan (sumber: skywatchtv).

Pythia pernah mengatakan bahwa tidak ada pria yang lebih bijaksana daripada Socrates. Menurut Socrates,  ia bijaksana karena menyadari ketidaktahuannya sendiri. Sejak itu Socrates mendedikasikan hidupnya untuk mencari pengetahuan yang kemudian menjadi peletak dasar ilmu filsafat Barat. Socrates mengklaim, bahwa filsafatnya merupakan “panduan penting untuk pengembangan pribadi dan negara.”

Nubuat-nubuat yang dibuat oleh oracle kemudian dikumpulkan dalam Sibylline, Sibyl itu diartikan sebagai wahyu ilahi. Karenanya nubuat yang diucapkan oracle ketika sedang ‘menerima wahyu’ kalimatnya ‘bijaksana’, tidak memberikan suatu detail dan kepastian. Semuanya sangat tergantung pada tafsir. Seperti nubuat yang diberikan oracle kepada Croesus. Oracle itu hanya mengatakan “Jika Anda menyeberangi sungai, sebuah kerajaan besar akan hancur”. Namun tidak ada keterangan kerajaan mana yang akan hancur. Seharusnya Croesus tidak berbesar hati dulu, ia wajib menghitung segala kemungkinan. Sibylline terakhir yang tercatat adalah tahun 362 M, ketika oracle memberikan ramalan kepada Julian the Apostate.

Gambar 2 – Pythia sedang membuat ramalan dalam kuil Apollo di Delphi (sumber: prothema).

Kekuatan oracle sangat dicari dan tidak pernah diragukan. Setiap ketidakkonsistenan antara nubuat dan peristiwa yang kemudian terjadi, bukanlah sebagai kegagalan. Tetapi kesalahan terletak pada orang yang menerima nubuat dari oracle, karena tidak menafsirkan ramalan secara benar. Sangat sering suatu nubuat diucapkan secara ambigu, sehingga mencakup semua kemungkinan. Salah satu ramalan terkenal yang diucapkan oracle kalau kita bertanya apakah ikut dalam perang atau tidak. Maka jawaban yang diberikan oracle adalah seperti ini:  “Anda akan pergi, maka akan kembali.” Tetapi kembali ke mana? Ke kampung atau ke akhirat? Itu masih teka-teki. Tidak akan pernah jawaban oracle seperti ini: “kalau ikut perang, Anda akan binasa”. Cara menjawab oracle seperti itu akan memberikan kebebasan kepada penerima nubuat untuk menafsirkan sendiri maksud kata-katanya, karena mencakup dua kemungkinan hasil. Karenanya, dalam memahami kata-kata dari oracle dibutuhkan ilmu tafsir atau Hermeneutika. Hal itu akan dibahas tersendiri pada kesempatan lain.

Baca Juga :  Anthony Ginting Bersyukur Bisa Bawa Pulang Medali dari Olimpiade Perdana

Kalau jawaban oracle merupakan teka-teki, mengapa kita tetap datang ke peramal? Sebagaimana kita tahu, para peramal yang menggunakan kartu Tarot, sedang hit akhir-akhir ini. Para remaja perempuan dan juga ibu-ibu menjadi pelanggan setia ramalan jenis ini. Mereka datang ke pembaca tarot karena membutuhkan kepastian, apakah pacarnya akan menikahinya kelak, apakah jabatan suaminya akan abadi, apakah anaknya akan hidup bahagia, apakah ia akan menjadi kaya, dan sebagainya. Sesuatu yang tidak bisa diketahui dengan pasti. Walau pada akhirnya, hasil pembacaan para peramal itu tidak memberikan kepastian, namun para ‘pasien’nya kemudian pulang dengan rasa senang.***

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Skuad Garuda Muda U-23 Disambut Iwan Bule dan Suporter

Sel Mei 24 , 2022
Silahkan bagikanVIVA.NEWS/JAKARTA– Ketua Umum PSSI Mochmad Iriawan menyambut kedatangan rombongan timnas Indonesia U-23, yang tiba di Tanah Air pada Senin (23/5/2022) sekira pukul 22.00 WIB malam. Skuad Garuda Muda U-23 yang telah berjuang di ajang SEA Games 2021 Vietnam dengan meraih medali perunggu, diangkut dari terminal 3 Bandara Soetta menggunakan […]