SKETSA | Selingkuh

Silahkan bagikan

Oleh Syakieb Sungkar

KISAH perselingkuhan itu berakhir tragis. Sudah beberapa bulan belakangan, istri sang Jendral bintang dua itu menjadi tidak bahagia, karena suaminya jarang pulang. Walau ia diberi uang yang banyak, rumah mentereng, mobil, supir, ajudan, dokter kecantikan, salon dan pakaian indah, — namun apa artinya kalau rumah itu tidak lagi menjadi tempat yang nyaman untuk didiami suami. Suami yang menjadi tambatan hati sejak masa sekolah itu, sudah tidak betah di rumah. Ia mencari tahu kemana suaminya suka pergi selama ini, dan mengutus ajudan untuk menguntit langkah kepergian sang suami.

Ajudan yang diutus adalah ajudan kesayangan yang terpercaya, dan sudah diangkat anak karena kesetiannya selama ini. Ia kemudian melaporkan kepada istri sang Jendral bahwa suami ternyata sudah mempunyai pujaan lain, istri simpanan yang sudah dinikahinya 8 tahun belakangan. Seorang wanita muda dan cantik yang didapatnya di tempat kerja. Menerima laporan seperti itu, istri Jendral langsung shock dan jatuh sakit. Teman-teman ajudan kemudian menyalahkannya karena telah membongkar rahasia Jendral.

Jendral dan istri menjadi bertengkar setiap hari. Puncaknya ketika mereka berkunjung ke Magelang, Jendral kemudian pulang sehari lebih cepat, dan merencanakan pembunuhan sang ajudan. Dengan dibantu oleh dua anak buahnya yang lain, ia mengeksekusi ajudan. Jendral meminta Eliezer, teman baik ajudan, untuk menembak sebanyak lima kali. Eliezer kemudian diiming-imingi uang Rp 1 Milyar agar tidak mengadu. Namun apa hendak dikata, tekanan demikian besar sehingga Eliezer kemudian bernyanyi dan menceritakan hal yang sebenarnya. Setidaknya itu yang terungkap dari para pengacaranya.

Masyarakat kemudian lega, tayangan sinetron sebulan penuh yang telah berhasil menghabiskan kuota pulsa ibu-ibu seluruh Indonesia berakhir dengan teridentifikasinya pelaku pembunuhan. Tinggal kemudian kita menunggu hasil persidangan, apakah Jendral akan dihukum mati atau penjara seumur hidup. Kalau dihukum mati, kisah menjadi begitu pahit – gara-gara selingkuh nyawa bisa melayang. Karenanya, janganlah selingkuh – walau istri kita telah menjadi tua dan kecantikannya telah pudar.***

Baca Juga :  Curah Hujan Tinggi, Banjir Bandang Terjang Kawasan Beko Bumi Wangi 

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

UMKM Menggeliat Pasca Covid-19, Ahamd : UMKM Di Jabar Harus Lebih Hidup

Jum Agu 12 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS |BANDUNG – Perlahan dan pasti, sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Jabar terus bergeliat, hal ini ditunjukkan dengan semakin banyaknya kegiatan yang berbasis pada UMKM. Beberapa waktu lalu, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, membuka Gelaran Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ) dan Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) 2022, kemudian disusul adanya kegiatan Gelar […]