SKETSA | W.S.C

Silahkan bagikan

Oleh Syakieb Sungkar

MELUKIS itu seperti bertarung dengan diri sendiri, demikian kata Winston Churchill – Perdana Menteri Inggris zaman Perang Dunia II. Churchill suka melukis kalau sedang tidak ngantor di Downing Street. Melukis yang membuatnya kuat menghadapi stress karena tekanan dari lawan-lawan politiknya di Parlemen dan teman-temannya separtai. Churchill juga harus menghadapi cercaan dari pers dan juga omelan dari Ratu Inggris yang kadang-kadang suka ia kibulin.

Gambar 1 – Winston Churchill, “Valley of the Ourika and Atlas Mountains”, oil on canvas, 1948.

Bertarung antara kemampuan kita sebagai pelukis dengan keinginan kita untuk membuat lukisan menjadi bagus sesuai harapan. Karenanya Churchill menghindar untuk melukis manusia, ia lebih memilih melukis landskap di sekitar rumahnya di Chartwell, yang jaraknya cuma 12 menit dari kota London. Katanya, ketika kita melukis manusia, maka orang yang kita lukis akan marah kalau tidak mirip. Lebih enak melukis pohon, karena mereka tidak akan komplin kalau pohon yang kita gambar tidak mirip.

Walau demikian, lukisan Churchill itu bagus dan disukai orang. Ketika ia mati, karya-karyanya menjadi mahal harganya dan diburu para kolektor. Salah satu lukisan Churchill yang dilelangkan pada balai lelang Christie’s di bulan Maret tahun 2021 lalu, laku terjual US$ 11,5 juta atau setara dengan Rp 165 Milyar,-

Lukisan itu sebelumnya dikoleksi oleh Angelina Jolie, entah kenapa lukisan itu kemudian dijual. Barangkali ia butuh duit setelah bercerai dari Brad Pitt. Padahal Churchill memberikan lukisan itu secara gratis kepada Presiden Franklin D. Roosevelt di tahun 1943. Hal itu terjadi karena Roosevelt banyak membantunya dalam Perang. Memang waktu itu Inggris sedang kepepet banget, setiap malam London dibom oleh pesawat-pesawat Jerman yang melewati selat Calais.

Baca Juga :  HIKMAH: Tak Perlu Berdoa Panjang Umur, Jangan juga Minta Mati (2)

Lukisan itu berjudul “Tower of the Koutoubia Masque”, ukurannya kecil 46 X 61 cm2. Dilukis dengan gaya impresionis, bernuansa kuning, orange dan biru muda. Berbahan cat minyak di atas kanvas. Ada inisial W.S.C. pada bagian kanan bawah, yang menunjukkan siapa pelukisnya.

Kita sebetulnya bisa sih membuat lukisan seperti itu, cuma masalahnya inisial kita bukan W.S.C. Inisial itulah yang membuat lukisan mahal.***

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

ULASAN BOLA | Mampukah Macan Kemayoran Tundukkan Laskar Sape Kerrab?

Kam Mar 17 , 2022
Silahkan bagikanCatatan Fendy Sy. Citrawarga MALAM nanti pada lanjutan kompetisi BRI Liga 1 2021/2022 bakal berlangsung duel seru antara Macan Kemayoran –julukan Persija Jakarta– kontra Laskar Sape Kerrab –julukan Madura United– . Pertandingan yang merupakan laga tunda di pekan 24 itu, bakal berlangsung pukul 20.30 WIB di Stadion Kapten I […]