SKETSA | Zeus

Silahkan bagikan

Oleh Syakieb Sungkar

ZEUS adalah dewa langit dan guntur dalam agama Yunani kuno, yang memerintah sebagai Raja para dewa Gunung Olympus. Zeus adalah anak bungsu dari Cronus dan Rhea. Ia menikah dengan Hera, yang mempunyai anak Aphrodite. Zeus juga terkenal karena petualangan erotisnya yang menghasilkan banyak keturunan di luar Aphrodite, termasuk Apollo, Artemis, Hermes, Persephone, Dionysus, Perseus, Heracles, Helen of Troy, Minos, dan Muses. Ia dihormati sebagai ayah semua dewa. Bahkan para dewa yang bukan anak kandungnya memanggilnya sebagai Ayah, dan semua dewa berlutut di hadapannya. Simbol Zeus adalah petir, elang, banteng, dan pohon Ek.

Gambar 1 – Zeus (sumber: getwallpapers).

Cronus, setelah mengebiri ayahnya Uranus, menjadi penguasa tertinggi kosmos, dan menikahi saudara perempuannya Rhea, yang dengannya ia melahirkan tiga putri dan tiga putra: Hestia, Demeter, Hera, Hades, Poseidon, dan terakhir, Zeus, yang termuda dari enam. Cronus menelan setiap anak begitu mereka lahir, setelah menerima ramalan dari Uranus, ayahnya, dan neneknya, Gaia, bahwa salah satu anaknya ditakdirkan akan menggulingkannya. Setelah hamil anaknya yang keenam, Zeus, Rhea membuat rencana untuk menyelamatkan anaknya. Rhea melakukan perjalanan ke Lyctus di Kreta, di mana ia melahirkan Zeus. Anak yang baru lahir itu diserahkan kepada Gaia untuk dibesarkan, dan Gaia membawanya ke sebuah gua di Gunung Aegaeon. Rhea kemudian memberikan kepada Cronus, sebuah batu yang dibungkus dengan lampin, yang segera dia telan, tanpa menyadari bahwa itu bukan putranya.

Setelah Zeus mencapai kedewasaan, dengan keterampilan dan kekuatannya, Cronus dibuat untuk memuntahkan kelima anaknya. Kemudian dimulailah Titanomachy, perang antara Olympians – konco-konco yang bercokol di Gunung Olympus yang dipimpin oleh Zeus, dengan para Titan, yang dipimpin oleh Cronus, untuk menguasai alam semesta, dengan Zeus dan Olympians bertempur dari markas Gunung Olympus, dan para Titan bertempur dari Gunung Othrys. Pertempuran berlangsung selama sepuluh tahun tanpa pemenang yang jelas, sampai atas saran Gaia, Zeus melepaskan makhluk Seratus Tangan, yang selama ini dipenjara di bawah permukaan bumi, untuk membantunya berperang. Zeus kemudian meluncurkan serangan terakhirnya pada para Titan, melemparkan petir ke atas mereka sementara Seratus Tangan menyerang dengan rentetan batu, dan para Titan akhirnya dikalahkan. Selanjutnya Zeus memenjarakan mereka di Tartarus dan menugaskan Seratus Tangan sebagai sipir mereka.

Baca Juga :  Uang Penjualan Resto Tak Disetor, Kasir Cantik Dijemput Polisi

Setelah pertempuran dengan para Titan, Zeus berbagi dunia dengan saudara-saudaranya: Zeus menerima langit, Poseidon laut, dan Hades dunia bawah bumi serta gunung Olympus tetap menjadi milik bersama. Setelah ia mendapatkan tempatnya sebagai raja kosmos, Zeus dengan cepat mendapat tantangan. Tantangan pertama untuk kekuatannya berasal dari Raksasa, yang pernah melawan Olympians dalam pertempuran yang dikenal sebagai Gigantomachy. Raksasa itu berasal dari tetesan darah yang jatuh ke tanah ketika Cronus mengebiri ayahnya, Uranus. Gaia marah dengan Zeus karena memenjarakan anak-anaknya, yaitu para Titan, ia mengirimkan Raksasa untuk melawan Zeus.

Ada ramalan bahwa Raksasa tidak dapat dikalahkan oleh para dewa sendirian, tetapi hanya dapat dikalahkan dengan bantuan manusia. Gaia, setelah mendengar hal itu, mencari pharmakon khusus (ramuan) yang akan mencegah Raksasa terbunuh. Zeus kemudian memerintahkan Eos (Fajar), Selene (Bulan) dan Helios (Matahari) untuk berhenti bersinar, serta memanen semua ramuan itu sendiri. Dalam konflik tersebut, Porphyrion, salah satu Raksasa yang paling kuat, meluncurkan serangan terhadap Heracles dan Hera. Zeus turun tangan menyerang dengan petirnya, sebelum Heracles memberikan pukulan fatal dengan panah kepada Porphyrion.

Setelah Raksasa gagal mengalahkan Zeus, Gaia kawin dengan Tartarus. Dalam mitologi Yunani, Tartarus mempunyai dua arti. Arti pertama adalah suatu penjara bawah tanah tempat mengurung musuh-musuh Zeus. Arti kedua adalah makhluk bernama Tartarus yang dinikahi oleh Gaia, dan melahirkan Typhon dari perkawinan itu. Typhon yang mengerikan menantang pemerintahan Zeus. Zeus bertarung melawannya dalam pertempuran dahsyat dan mengalahkannya dengan petirnya. Ia kemudian memenjarakan Typhon di Tartarus.

Gambar 2 – Silsilah Gaia (sumber: Mythologie Grecque).

Ada upaya penggulingan lain, di mana Hera, Poseidon, dan Athena bersekongkol untuk mengalahkan Zeus dan mengikatnya. Namun muncul salah tokoh Olympian yang disegani, namanya Briareus, sehingga rencana kudeta digagalkan. Kisah dewa-dewi Yunani ini sesungguhnya amat ruwet karena beberapa hal, pertama – tokohnya sangat banyak dan kompleks mirip cerita Mahabrata. Memang kalau dipikir-pikir, kemunculan cerita Yunani ini berbarengan dengan Mahabrata, yaitu sekitar tahun 1100 SM. Sumber lain mengatakan cerita Yunani muncul tahun 3000 SM. Keruwetan kedua adalah – seringkali konflik terjadi antar saudara, mirip dengan Pandawa dan Kurawa. Ketiga – muncul keanehan yang fantastik seperti, Athena itu sebenarnya seorang dewi yang lahir dari telapak tangan Zeus. Tetapi dalam dongeng, Athena bukan ditempatkan sebagai anak Zeus melainkan sebagai adik perempuan Zeus. Keempat – munculnya berbagai versi dongeng atas silsilah dari para dewa-dewi Yunani itu. Setiap buku memberikan variasi-variasi berbeda atas status kekerabatan dari para tokohnya.

Baca Juga :  Sekhroni Gantikan Acep Jabat Panitera Pengadilan Negeri Banjar

Pernah suatu waktu para dewa bertemu di suatu tempat yang namanya Mecone. Pertemuan tersebut membahas pembagian daging korban. Mungkin pertemuan tersebut terjadi menjelang Idul Adha. Dalam pertemuan, ada seorang tokoh Titan, namanya Prometheus. Prometheus memutuskan untuk menipu Zeus agar manusia menerima bagian yang lebih baik. Dia mengorbankan seekor lembu besar, dan membaginya menjadi dua tumpukan. Di satu tumpukan dia menaruh semua daging dan sebagian besar lemak, menutupinya dengan perut lembu yang aneh, sementara di tumpukan lain, dia mendandani tulang dengan lemak. Prometheus kemudian mengajak Zeus untuk memilih. Zeus memilih tumpukan tulang. Ini menjadi preseden untuk pengorbanan, di mana manusia akan menyimpan lemak untuk diri mereka sendiri dan membakar tulang untuk para dewa.

Gambar 3 – Promotheus (sumber: Delta Jurnalistic Platform, TU Delft).

Zeus, marah pada penipuan Prometheus, sehingga melarang penggunaan api oleh manusia. Prometheus kemudian mencuri api dari Gunung Olympus dibawa melalui obor dan memberikannya kepada manusia. Hal ini semakin membuat marah Zeus. Kemudian Zeus menghukum Prometheus dengan mengikatnya ke tebing, di mana elang terus-menerus memakan hati Prometheus. Tetapi setiap malam, hati Promotheus tumbuh kembali. Prometheus akhirnya dibebaskan dari penderitaannya oleh Heracles.

Sekarang Zeus, yang marah pada manusia, memutuskan untuk memberi manusia hukuman sebagai kompensasi atas api yang telah diberikan Prometheus kepada mereka. Dia memerintahkan Hephaestus untuk menciptakan wanita pertama di bumi, yang “jahat tapi cantik” sehingga keturunannya akan menyiksa umat manusia. Setelah Hephaestus melakukannya, beberapa dewa lain berkontribusi pada ciptaannya. Hermes menamai wanita itu Pandora. Pandora dinikahkan dengan saudara Prometheus, Epimetheus. Zeus memberinya kendi yang berisi banyak kejahatan. Pandora membuka toples dan melepaskan semua kejahatan, yang membuat umat manusia sengsara. Setelah semua kejahatan terbang dari toples, hanya harapan yang tersisa di dalam toples itu.

Baca Juga :  Status Hukum Pernikahan dan Perwalian Orang Murtad

Ketika Zeus berada di puncak Gunung Olympus, dia dikejutkan oleh pengorbanan manusia dan tanda-tanda dekadensi manusia lainnya. Zeus memutuskan untuk memusnahkan umat manusia dan membanjiri dunia dengan bantuan saudaranya Poseidon. Setelah banjir, hanya Deucalion dan Pyrrha yang tersisa. Narasi banjir ini adalah motif umum dalam mitologi, seperti cerita banjir Nuh. Masih ada ulah Zeus lainnya seperti yang dikisahkan buku Illiad. Iliad adalah puisi epik Yunani kuno yang diciptakan Homer tentang perang Troya dan pertempuran atas Kota Troy, di mana Zeus memainkan peran utama. Hollywood pernah memfilmkan kisah ini dengan judul “Troy” yang diperankan oleh Brad Pitt. Namun cerita ini akan diuraikan pada kesempatan berikutnya.***

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Huawei Memamerkan Solusi Urban Rail All-Optical Network Series di Ajang 2022 Asia Pacific Rail Exhibition

Ming Mei 15 , 2022
Silahkan bagikan  VISI.NEWS | BANGKOK – Baru-baru ini, Huawei memamerkan rangkaian solusi jaringan urban rail all-optical network di ajang 2022 Asia Pacific Rail Exhibition, termasuk solusi urban rail bearer network generasi baru dan solusi Fiber to the Machine (FTTM) all-optical station. Huawei juga memperlihatkan kiprah solusi urban rail bearer network […]