Search
Close this search box.

Soal Anak Tewas dengan Tubuh Penuh Cacing, Bupati Minta Maaf

Bupati Sukabumi Asep Japar didampingi Kadinsos Wawan Godawan dan Kadinkes Agus Sanusi./visi.news/andri.

Bagikan :

VISI.NEWS | SUKABUMI – Bupati Sukabumi Asep Japar menyampaikan pemerintah kabupaten tidak diam terhadap Raya, anak perempuan asal Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan yang meninggal dalam kondisi tubuh penuh cacing.

Menurut dia, Raya itu telah mendapatkan perhatian diantaranya pelayanan Posyandu dan Puskesmas.

“Saya ingin meluruskan bahwa pemerintah daerah itu tidak diam, hadir pada saat dan sebelumnya juga hadir. Bahkan pada saat pelayanan Posyandu dia suka dibantu, dia datang juga ke Puskesmas,” ujar Asep kepada awak media di Pendopo Sukabumi, belum lama ini.

Lebih lanjut Asep menyatakan dalam perjalanan dari Bandung, dirinya telah bertemu dengan orang tua, Udin dan Endah juga nenek Raya. Menurutnya, kedua orang tuanya mengalami gangguan jiwa yang berdampak terhadap pola asuh Raya.

”Memang kedua orang tuanya kurang dari SDM-nya kemudian dari sisi mentalnya agak terganggu. Jadi pola asuh yang ini salah sehingga anak terlantar mungkin anak main di mana saja,” ujarnya.

Dia juga menyebut kalau Udin merupakan saudara dari Kepala Desa (Kades) Cianaga Wardi, demikian juga dengan bidan yang merupakan anak kades. Dengan demikian, baik itu kades dengan bidan telah memberikan perhatian terhadap Raya dan orang tuanya.

Dia menyatakan sudah menegaskan kepada perangkat daerah termasuk kecamatan, kades hingga tingkat RT RW agar memperhatikan masyarakatnya agar kejadian yang dialami Raya ini tidak boleh terulang kembali.

Dia pun menegaskan akan memberikan tindakan apabila ada perangkat daerah termasuk kecamatan, pemerintah desa yang tidak memperhatikan masyarakatnya. Apalagi yang berkaitan dengan kesehatan dan membutuhkan penanganan segera.

Bupati Minta Maaf

Asep Japar menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya Raya. Dia pun memohon maaf kepada warga Sukabumi atas kejadian tersebut. “Saya juga memohon maaf kepada warga Sukabumi atas kejadian ini, atas nama pemerintah Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.

Baca Juga :  Tarya Witarsa Ingatkan Warga Waspadai Banjir Bandang

Raya anak berusia 3 tahun meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi. Dia masuk rumah sakit itu diantar oleh keluarganya bersama relawan Rumah Teduh, 13 Juli 2025. Ketika berada di rumah sakit itu, cacing gelang mulai keluar dari tubuh Raya, dari hidung kemudian lewat anus ketika buang air besar.

Kondisi memprihatinkan Raya ini diketahui dari video yang diposting relawan Rumah Teduh yang viral belakangan ini. Kondisi Raya semakin hari semakin parah karena penyakit cacing akut yang menggregotinya.

Sementara itu, Raya tidak memiliki jaminan kesehatan serta orang tuanya pun tidak memiliki Administrasi kependudukan baik itu KTP, KK serta identitas lainnya. Orang tua Raya, Udin juga Endah juga mengidap gangguan mental.

Dari pihak relawan Rumah Teduh terus berupaya mencari bantuan untuk jaminan kesehatan Raya sedangkan dalam aturannya, BPJS memberikan waktu 3×24 jam untuk mengurus BPJS hingga aktif. Relawan sudah berupaya ke dinas terkait, Dinsos dan Dinkes, akan tetapi tidak ada hasil.

Batas waktu yang diberikan telah habis, sehingga Raya tercatat sebagai pasien umum yang dimana pembiayaan Rumah Sakit harus dibayar secara tunai. Disisi lain penanganan intensif terus dilakukan oleh pihak rumah sakit, namun takdir berkata lain, Raya meninggal dunia pada 22 Juli 2025. @andri

Baca Berita Menarik Lainnya :