Soal Kuota dan Kepastian Haji 2021 Menunggu Keputusan dari Pemerintah Arab Saudi

Editor Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily pada acara Diseminasi Pembatalan Pemberangkatan Haji Angkatan XXVIII./visi.news/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily menyebut bahwa kuota haji dan kepastian haji masih menunggu keputusan Pemerintah Arab Saudi. Ace kemudian menyinggung berbagai masalah haji, antara lain lamanya daftar tunggu.

Menurutnya, lamanya daftar tunggu dapat diatasi jika pemerintah Arab Saudi meningkatkan kapasitas Mina. Dengan begitu, kuota haji Indonesia juga bisa bertambah.

Hal itu disampaikan pada acara Diseminasi Pembatalan Pemberangkatan Haji Angkatan XXVIII, Jumat, 4/11/2020 di Kabupaten Bandung.

“Salah satu masalah haji kita adalah daftar tunggu. Untuk Bandung, kalau anda daftar haji sekarang, maka berangkatnya 20 lagi. Kenapa panjang, karena kapasitas Mina terbatas. Nanti kalau Saudi menambah kapasitas Mina, mungkin daftar tunggunya dapat berkurang”, kata Ace.

Politisi Partai Golkar itu juga menjelaskan bahwa uang jamaah haji Indonesia yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji terus meningkat dan memberi banyak nilai manfaat bagi jamaah.

“Kalau bapak ibu mendaftar uangnya dimana, uangnya aman. Saat ini uangnya ada Rp. 139 triliun. Kemana uangnya, ditempatkan di bank bank syariah Rp. 32 triliun. Diinvestasikan disurat berharga Rp. 96 triliun. Ada yang diinvestasikan di dalam dan luar negeri. Jadi tidak benar kalau uang haji dipakai bangun jalan tol. Uang itu dikelola dan nilai manfaatnya untuk jamaah”, lanjut Ace.

Dalam kesempatan itu, Ace juga mengingatkan pemerintah untuk berhati-hati menentukan kebijakan perihal pembukaan kembali sekolah. Menurutnya, pemerintah tidak harus membuka sekolah di daerah zona merah Covid 19.

“Setiap hari 100 anak-anak kita terpapar Covid. Sekalipun belajar dengan jarak jauh. Saya sampaikan, kalau daerahnya zona merah, jangan dibuka sekolah. Karena disitu adalah daerah rawan”, jelasnya.

Baca Juga :  Pertama di Indonesia, Menperin Luncurkan Chromebook 4G LTE Produksi dan Desain Anak Bangsa

Berkenaan dengan Pilkada 9 Desember nanti, Ace Hasan juga mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya, datang ke TPS dengan menerapkan protokol Covid.

“Nanti 9 Desember, gunakan hak pilih. Datang ke TPS dengan protokol Covid. Pakai maskernya. Jaga situasi yang kondusif”, pungkasnya.

Pembicara lainnya Oman Fathurrahman, Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kemenag RI menyebut kebijakan penundaan haji memang sudah kita kaji secara matang terutama aspek keselamatan.

Oman menjelaskan bahwa penundaan penyelenggaraan ibadah haji adalah bukan hal baru. Pada era sebelumnya, sejarah mencatat beberapa kali dunia diserang wabah penyakit sehingga ketika haji dilaksanakan, banyak jamaah yang meninggal. Adapun terkait haji pada 2021, masih belum ada kepastian

“Sampai saat ini belum ada informasi kuotanya berapa. Mohon disampaikan kepada calon jamaah haji”, jelas Oman. @mpa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Gabung Punk Harus "Kikituan Heula", Dua Siswi SMP di Tasikmalaya Jadi Korban, 1 Orang Hamil

Jum Des 4 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Sejak Pandemi Covid-19, pembelajaran tatap muka diliburkan, diganti dengan belajar online atau daring. Tujuannya, mengurangi risiko tertular virus corona. Namun, dua siswi yang duduk di bangku SMP di Kota Tasikmalaya, bukannya belajar di rumah malah gabung dengan komunitas punk. Akibatnya, dua siswi yang duduk di bangku SMP […]