Soal Paslon NU Pasti, Ini Kata Tokoh di Kertasari

Editor :
Ust. Jajang Yadi (kiri) saat berada di lokasi bangunan masjid jami Al Ikhlas kec. Kertasari./visi.news/apih igun.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Calon Bupati Bandung nomor urut 1, Kurnia Agustina dinilai memiliki sikap yang terbuka dengan masyarakat. Sehingga, masyarakat tidak sungkan untuk berbincang hingga menyampaikan keluh kesahnya kepada Teh Nia, sapaan akrab Kurnia Agustina.

Seorang Tokoh Agama Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung, H. Jajang Yudi (53) mengakui bahwa Teh Nia sangat dekat dengan masyarakat. Begitupun dengan wakil Teh Nia, Usman Sayogi.

“Saya sering mendatangi Teh Nia, alhamdulillah orangnya ramah, sopan dan santun,” Aku Jajang saat ditemui di Kecamatan Kertasari, Minggu (8/11).

Dirinya menceritakan pengalamannya, saat bersilaturahmi dengan Teh Nia. Kata Jajang, Teh Nia sangat respon, menerima dan menyambut baik kedatangannya. Sehingga dirinya tak merasa ragu atau malu, serta segan saat melakukan obrolan, ujarnya.

“Jadi saya tidak malu. Teh Nianya juga ramah,” sambung Jajang.

Jajang juga mengomentari kinerja dari suami Teh Nia, yaitu Dadang M Naser yang saat ini menjabat sebagai Bupati Bandung. Dirinya mengungkapkan bahwa hasil kinerja dari Kang DN, sapaan akrab Dadang M Naser, dapat terlihat dan dirasakan dengan jelas. Seperti perbaikan jalan, pengembangan ekonomi sampai pembangunan fasilitas umum yang bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.

“Melihat figur Paslon No. 1 NU Pasti Sabilulungan, Jajang optimis raihan suara di kecamatan Kertasari mencapai 56 Persen untuk kemenangan Paslon No. Urut 1,”pungkasnya. @pih

Baca Juga :  Audiensi LPM Kab. Tasikmalaya dengan Dinsos Bahas Kemitraan

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kegiatan di Masjid Al Fathu Belum Ada Peningkatan Secara Signifikan

Ming Nov 8 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS — Saat ini jumlah pengunjung, jamaah dan kegiatan di Masjid Al Fathu belum mencapai maksimal dikarenakan masih ada rasa takut Covid 19. Kenyataan itu dibenarkan salah seorang Pengurus DKM, H. Asep Saefulloh, kalau selama ini memang belum ada peningkatan secara signifikan. Namun untuk kegiatan rutinitas pengajian dati Majelis […]