VISI.NEWS | KAB. BANDUNG – Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bertema ‘Implementasi PKS sebagai Partai Rahmatan Lil ‘Alamin’ digelar di Baleendah, Kabupaten Bandung, Selasa (9/12/2025).
Kegiatan ini menegaskan pentingnya menghadirkan nilai-nilai Islam yang moderat, mudah, dan inklusif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam pemaparannya, narasumber menyampaikan bahwa Islam merupakan agama yang mudah, indah, dan komprehensif.
“Islam tidak hadir untuk memberatkan umatnya, melainkan membawa kemudahan dan kemaslahatan bagi seluruh manusia,” ujar Aher.
Oleh karena itu, pemahaman Islam rahmatan lil ‘alamin harus dihadirkan secara sungguh-sungguh dalam kerangka Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Ditekankan pula bahwa nilai-nilai Islam hadir dalam seluruh urusan kehidupan.
Setiap muslim memiliki kewajiban moral sebagai juru bicara Islam rahmatan lil ‘alamin, yakni Islam yang lurus (hanif), adil, dan membawa rahmat. Menjauhkan agama dari negara dinilai sama kelirunya dengan menjauhkan negara dari agama, karena keduanya sejatinya dapat berjalan seiring dan saling menguatkan.
Dalam konteks kehidupan bernegara, dijelaskan bahwa pemahaman keagamaan, sosial, dan politik tidak cukup hanya dengan pendekatan deduktif, melainkan juga memerlukan penalaran induktif.
Pendekatan ini penting agar ajaran Islam dapat diterapkan secara kontekstual, adaptif terhadap zaman, serta selaras dengan tradisi dan kearifan lokal masyarakat Indonesia.
Narasumber juga mengulas tujuan dan fungsi partai politik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik.
Tujuan umum partai politik meliputi mewujudkan cita-cita nasional, menjaga keutuhan NKRI, mengembangkan demokrasi berdasarkan Pancasila, serta mewujudkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
Sementara tujuan khususnya adalah meningkatkan partisipasi politik masyarakat dan memperjuangkan cita-cita partai dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain itu, partai politik memiliki fungsi strategis sebagai sarana pendidikan politik, penciptaan iklim kondusif bagi persatuan bangsa, penyalur aspirasi rakyat, partisipasi politik warga negara, serta rekrutmen politik dalam pengisian jabatan publik.
Dalam kesempatan tersebut ditegaskan bahwa PKS memiliki visi menjadi partai pelopor dalam mewujudkan cita-cita nasional sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD NRI 1945.
Misinya adalah menjadikan partai sebagai sarana perwujudan masyarakat madani yang adil, sejahtera, dan bermartabat dalam bingkai NKRI berdasarkan Pancasila.
Pokok-pokok implementasi Partai Islam Rahmatan Lil ‘Alamin antara lain melalui pemahaman Islam yang utuh dan moderat, bersikap adil terhadap seluruh kelompok, serta membuang nilai dan persepsi ekstrem.
“Prinsip wasathiyah Islam dihadirkan melalui karakter kebaikan, keadilan, kemudahan, kebijaksanaan, konsistensi, dan sikap pertengahan”. Jelas Ucapannya
Pemahaman Islam wasathiyah juga menuntut sikap toleran terhadap perbedaan keyakinan, praktik ibadah, pandangan politik, dan kebijakan publik, serta mendorong kolaborasi dalam perbedaan demi memperkuat persatuan bangsa.
Pancasila ditegaskan sebagai konsensus dasar bersama, perjanjian sosial, dan titik temu ideologi bangsa Indonesia.
Dalam perspektif kepemimpinan, ditegaskan pentingnya menunaikan hak seluruh komponen bangsa secara adil sesuai dengan maqashid syariah, meliputi perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Implementasinya antara lain melalui perjuangan kebebasan beragama, peningkatan kesejahteraan pekerja, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta tata kelola anggaran yang bersih dan tepat sasaran. @Ihda












