Sosialisasi Pemilu Harus Sampai ke Pelosok Kampung

Editor Sekretaris PKB Kabupaten Bandung H. Tarya Sutarya. /visi.nees/engkos kosasih
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | CIPARAY – Pelaksanaan Pemilu 14 Februari 2024 sudah di depan mata. Kurang dari dua bulan pesta demokrasi itu bakal digelar. Sejumlah pihak berharap pelaksanaan Pemilu berlangsung kondusif dan aman.

“Kita sebagai kader partai politik berharap dalam pelaksanaan Pemilu 14 Februari 2024 mendatang, sosialisasinya semakin masif. Terutama kepada masyarakat yang ada di pinggiran atau pelosok kampung yang minim informasi. Terutama bagi para orang tua, yang harus betul-betul mengetahui dan memahami dalam pelaksanaan Pemilu tersebut,” kata Sekretaris DPC PKB Kabupaten Bandung H. Tarya Witarsa kepada VISI.NEWS di Ciparay, Kabupaten Bandung, Senin (18/12/2023).

Menurut Tarya, pentingnya pelayanan sosialisasi hingga menyentuh pelosok kampung, mengingat ada lima lembar surat suara yang harus dipahami oleh masyarakat selaku calon pemilih. Lima lembar surat suara itu mulai dari lembar Pilpres, calon DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten dan DPD RI.

“Pelaksanaan sosialisasi bukan hanya tanggung jawab KPU saja sebagai penyelenggara Pemilu, melainkan pemerintahan setempat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan pihak lainnya harus sama-sama mensosialisasikan pelaksanaan Pemilu supaya sukses tanpa ekses,” tutur Tarya.

@kos

Baca Juga :  Beri “Kuliah Umum” di Golkar Institute, Ginandjar Kartasasmita: Masyarakat Kelas Menengah Berperan Penting dalam Pembangunan

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Carrefour Tangguhkan Impor Kodok Indonesia Setelah Investigasi Mengejutkan dari PETA

Sen Des 18 , 2023
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BANDUNG – Raksasa ritel Prancis Carrefour telah menangguhkan pesanan dari pemasok daging kodok Indonesia yang terlibat dalam investigasi terbaru PETA yang mengungkap bagaimana kodok diambil dari habitat alami mereka dan mati lemas atau dipenggal sebelum dikuliti—seringkali saat masih hidup— sehingga kaki dan bagian tubuh lainnya dapat dijual […]