Sosialisasi Pilkada di Perkebunan Tepat Sasaran

Editor :
Dua narasumber dari KPU Kab. Bandung menyampaikan materi pada sosialisasi Pilkada di Pangalengan Rabu (25/11)./visi.news/apih igun.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Dalam rangka menggenjot prosentase suara agar masyarakat Kabupaten Bandung menggunakan hak pilihnya pada Pilkada nanti, KPU Kabupaten Bandung terus melakukan sosialisasi ke pelosok wilayah di Kabupaten Bandung.

Ajakannya itu salah satunya kepada Petani Perkebuan Teh Purbasari, Gunung Malabar PTPN VIII, Pangalengan.

Hal tersebut merupakan ralam rangkaian Sosialisasi Penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bandung Tahun 2020 ya g dilaksanakan Rabu (25/11). Sosialidasi dilaksanakan di aula Desa Wanasuka, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Divisi Sosialisasi, SDM dan Partisipasi Masyarakat, Supriatna mengatakan, para petani di perkebunan merupakan salah satu segmen pemilih yang cukup berpengaruh di Kabupaten Bandung. Sehingga Sosialisasi ini pun disambut hangat oleh para petani. Kami membutukan informasi mengenai Pilkada ini, karena kami jarang merambah kota serta jarang mengikuti perkembangan berita di Media, ujar salah satu petani yang menjadi peserta.

“Kami mengajak para petani perkebunan untuk menggunakan hak suaranya dan tidak golput. Jadi pada kesempatan sosialisasi ini, apa yang terjadi jika masyarakat Golput diantaranya (1) tidak terseleksinya calon pemimpin; (2) Calon berkualitas tidak mendapatkan dukungan; (3) Calon yang tidak kredibel berpeluang menjadi pemimpin; (3) Kinerja wakil rakyat menjadi buruk; (4) Kinerja Pemerintah menjadi buruk; (5) Orang yang berkualitas tidak mau lagi mencalonkan diri; (6) Tidak terwujudnya penyelenggaraan negara yang pro-rakyat; serat (7) Rakyat akan menjadi Kecewa,” papar Supriatna kepada wartawan Rabu (25/11).

Dijelaskannya. meskipun sedang Masa Pandemi Covid-19, bukan alasan untuk tidak mencoblos alias golput. Masyarakat jangan khawatir untuk datang ke TPS, KPU melalui KPPS menerapkan Protokol Kesehatan Pencegahan Pengendalian Covid-19 yang ketat.

“Datanglah sesuai jam yang tertera pada C-Pemberitahuan agar di TPS nanti tidak ada kerumunan, serta jangan lupa memakai masker, membawa KTP Elektronik dan juga pulpen sendiri dari rumah untuk mengisi daftar hadir di TPS, setelah selesai mencoblos, segera pulang ke rumah untuk menunggu hasil perolehan suara, jangan menonton di area TPS,” tambah Supriatna.

Ajakan yangvtertera di sana adakah “Rabu, 9 Desember 2020 ayo ke TPS karena hari Pemungutan akan menjadi hari yang diliburkan. Untuk itu tentukan pilihan jangan golput, karena golput bukan solusi.”

Maman Suoarman (45), warga RT 01/02, Kampung Perkebunan Malabar, mengatakan sosialisasi tersebut memang tepat saaran. Namun sayang dilakukannya tidak jauh- jauh hari.

“Terima kasih atas sosialisasi ini sehingga warga kami semakin jelas dengan apa yang disampaikan KPU soal hari dan tanggal.pencoblosan Pilkada kabupaten Bandung ini,” pungkas Maman.@pih

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

UIN Bandung Raih Rekor Muri atas Pengukuhan Guru Besar Terbanyak di Perguruan Tinggi Keagamaan

Rab Nov 25 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si didampingi Ketua Senat Universitas, Prof. Dr. H. Nanat Fatah Natsir, MS, Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementrian Agama, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, M.T., Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Prof. Dr. Suyitno, […]