Search
Close this search box.

Sosialisasi Pilkada, Tiga Pilar Temui Langsung Petani di Perbatasan.

Tiga Pilar yakni Polri, TNI dan Kecamatan saat mensosialisasikan Pilkada kepada warga di Kamojang, Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (9/11/2020) siang./visi.news/yusup supriatna

Bagikan :

VISI.NEWS – Tiga Pilar yang terdiri dari Unsur Polri, TNI dan Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, terus melakukan kegiatan sosialisi pemilihan kepala daerah kepada masyarakat yang berdomisili di wilayah perbatasan yakni Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (8/11/2020).

Pantauan VISI.NEWS dilapangan, sebagian warga yang berdomisili di Kp. Kamojang, Desa Laksana, Kecamatan Ibun, ketika ditanya perihal pilkada, tidak mengetahui kapan pelaksanaan pilkada tersebut digelar.

Ketidak tahuan sebagian warga dalam pilkada ini, salah satu faktornya adalah wilayah Kecamatan Ibun yang sangat luas dan sebagian warga berdomisili di perbukitan dan pegunungan dan mayoritas warga adalah petani.

Menanggapi hal itu, Kapolresta Bandung Kombespol Hendra Kurniawan melalui Kapolsek Ibun, Iptu Carsono, S.H mengatakan, guna mengantisifasi hak tersebut, pihaknya dari Polri, TNI dan Kecamatan, terus mensosialisikan pilkada kepada masyarakat langsung dengan cara door to door.

Kegiatan ini kata dia, langsung disampaikan kepada masyarakat yang berprofesi sebagai petani yang bekerja di dua wilayah perbatasan yakni Kp. Kamojang, Desa Laksana, Kecamatan Ibun. Hal ini dilakukan guna capaian pemilih dalam pilkada ini meningkat.

“Capaian jumlah pemilih untuk pilkada ini, sebanyak 80 persen. Sosialisi harus sering dilakukan secara intens, dikarenakan wilayah Ibun cukup luas serta wilayahnya di pegunungan dan perbukitan,” jelas Carsono, kepada wartawan, disela-sela sosialisi kepada warga di Kamojang, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (9/11/2020) siang.

Menurutnya, mayoritas warga disini, berprofesi sebagai petani. Guna mencapai target pemilih sebanyak 80 persen  tersebut, dirinya bersama Muspika setiap harinya melakukan sosialisasi kepada masyarakat langsung di berbagai pelosok.

“Untuk capaian target tersebut, saya bersama muspika mendatangi tokoh masyarakat, agama dan pemuda untuk bersinergi dalam sosialisi pilkada tersebebut. Bahkan dilakukan juga secara door to door,” jelasnya.

Baca Juga :  Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 30 April 2026

Hal senada disampaikan, H. Ajat Sudrajat, S.H, selaku Camat Ibun, Kabupaten Bandung. Kata dia, sebanyak 60 persen masyarakat Kecamatan Ibun, belum tahu kapan pelaksaanaan Pilkada. Lanjut Ajat, sebagian masyarakat tahu adanya Pilkada, namun belum tahun tanggal berapa pelaksanaan dan siapa saja pasangan calonnya.

Sambung Ajat, atas dasar tersebut, guna meningkat pemilih dalam pilkada ini, dia meminta KPU gandeng MUI. Apa lagi di masa pandemi Covid-19, sosialisi ini dilakukan oleh MUI yang nantinya bisa memberikan tugas kepada majelis takhlim tingkat Kabupaten sampai ke tingkat RT.

“Sosialisasi ini bisa dilakukan oleh majelis takhlim melalui pengeras suara selama 5 menit, yang dilaksanakan setiap harinya menjelang adzan Maghrib. Pasalnya, mayoritas warga disini profesi petani, jadi pulang nya ke rumah tersebut menjelang sore hari menjelang Maghrib,” tuturnya.

Lanjut Ajat, sebelum adzan Maghrib, majelis takhlim ini yang nantinya mengumumkan dan memberikan sosialisi pilkada Kabupaten Bandung kepada masyarakat. Kapan dan tanggal berapa pelaksanaan Pilkada dan siapa saja paslonnya.

Ajat menambahkan, sosialisasi kepada masyarakat, tidak hanya cukup dengan pemasangan alat peraga dan pendataan dengan pencocokan dan penelitian (coklit) oleh petugas dilapangan.

“Sosialisi di perkampungan harus lebih masif. Dikarenakan salah satu faktornya adalah sumber daya manusia perkotaan dan perdesaan,” tuturnya.

Kata dia, salah satu contohnya, di salah satu jalan dibelokan yang berlokasi di Kp. Garung, Desa Laksana. Beberapa warga yang melintasi jalan tersebut, mungkin hanya sebagian yang mendapatkan sosialisasi.

“Yang melintasi jalan tersebut, hanya beberapa warga saja yang mau ke pasar. Warga yang berdagang warungan, pastinya setiap hari melintasi jalan tersebut, warga lainnya bagaimana,” jelasnya.

Sambung Ajat, salah satu lagi contoh lainnya di Kp. Galudra, Desa Neglasari. Kata dia, wilayah tersebut, merupakan wilayah yang cukup jauh. Dimana untuk menuju kantor desa, jaraknya mencapai 5 km.

Baca Juga :  Bongkar Lima Jurus Cuan Bisnis Franchise Kuliner

Kondisi tersebut, pihaknya berharap KPU melalui PPK sampai desa, RW dan RT, harus terus meningkatkan sosialisasinya. Dan lebih efektif lagi dibantu oleh MUI melalui majelis taklim yang berada di setiap RT.

“Sosialisi ini merupakan tanggung jawab bersama, baik dari pemerintah tingkat kabupaten sampai RT. Namun alangkah baiknya juga usulan tersebut dipertimbangkan guna meningkatkan partisifasi pemilih,” pungkasnya. @yus

 

Baca Berita Menarik Lainnya :