VISI.NEWS | JAKARTA – Dr. H. Al Muzzammil Yusuf, M.Si. resmi menjabat sebagai Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) periode 2025–2030 menggantikan Ahmad Syaikhu. Penetapan ini diumumkan dalam Musyawarah Majelis Syura PKS ke-10 pada 4 Juni 2025. Sosok Muzzammil bukanlah wajah baru di panggung politik nasional, terutama dalam tubuh PKS, di mana ia dikenal sebagai salah satu tokoh senior dan pendiri partai.
Al Muzzammil Yusuf lahir di Bandar Lampung pada 6 Juni 1965. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Persit Tanjung Karang dan melanjutkan sekolah menengah di Jakarta, yaitu SMP Negeri 72 dan SMA Negeri 4 Jakarta. Karier akademiknya terbilang cemerlang, dengan gelar sarjana dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI), Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Sahid, dan gelar doktor dari UI.
Muzzammil mulai dikenal luas publik sejak menjadi anggota DPR RI dari Fraksi PKS sejak 2004 hingga sekarang. Ia terpilih melalui Daerah Pemilihan Lampung I yang mencakup sejumlah kabupaten dan kota strategis, termasuk Bandar Lampung dan Metro. Selama di DPR, ia aktif di berbagai komisi dan dikenal vokal dalam isu-isu keumatan, konstitusi, dan komunikasi politik.
Sebelum menjabat sebagai presiden partai, Al Muzzammil pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP PKS hingga tahun 2005. Ia juga merupakan deklarator dan Ketua Umum pertama PKS sebelum partai tersebut melebur dengan Partai Keadilan. Dalam perjalanan politiknya, ia sempat digadang-gadang maju dalam Pilkada Pesawaran, Lampung, pada 2015.
Kepemimpinan Muzzammil dinilai memiliki kekuatan pada sisi ideologis, konsistensi, serta komunikasi publik yang kuat. Ia dikenal sebagai politisi yang bersahaja, namun tegas dalam memperjuangkan nilai-nilai Islam dalam sistem demokrasi Indonesia. Pengetahuannya yang luas tentang komunikasi politik membuatnya kerap menjadi juru bicara partai dalam isu-isu strategis nasional.
Di luar politik, Muzzammil adalah sosok keluarga yang dikenal hangat. Ia menikah dengan Nurul Hidayati K. Ubaya dan dikaruniai tiga orang anak. Kehidupan pribadinya yang sederhana dan jauh dari kontroversi menjadi nilai tambah dalam membangun citra pemimpin yang bersih dan dapat dipercaya.
Dengan pengalamannya yang panjang di legislatif dan organisasi, Al Muzzammil diharapkan mampu membawa PKS semakin solid dan progresif menghadapi tantangan politik nasional, termasuk Pilkada Serentak 2025 dan Pemilu 2029. Salah satu tantangan terdekatnya adalah memperluas basis elektoral PKS di luar basis tradisionalnya dan memperkuat peran kader muda di level nasional.
Penunjukan Al Muzzammil Yusuf sebagai Presiden PKS 2025–2030 dipandang sebagai upaya partai untuk menggabungkan kekuatan senioritas, pengalaman, dan visi pembaruan. Di bawah kepemimpinannya, PKS berharap dapat terus menjadi kekuatan politik yang konsisten dalam memperjuangkan aspirasi umat dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
@uli