VISI.NEWS | BANDUNG – Ari Lesmana tak bisa dilepaskan dari grup musik indie Fourtwnty. Sebagai vokalis sekaligus pendiri band ini, Ari dikenal lewat suara khas dan lirik-lirik yang penuh makna. Musik yang ia bawakan bersama Fourtwnty kerap menjadi suara hati generasi muda yang resah, namun tetap mencari arah dalam hidup.
Lahir di Bengkulu pada 26 Oktober 1990 dengan nama lengkap Ari Lesmana Siregar, ia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang sederhana dan menjunjung nilai-nilai spiritualitas. Dikenal sebagai seorang Muslim, Ari menunjukkan keimanannya lewat sikap dan karya, meski tidak terlalu mengekspos sisi religiusnya di ruang publik. Nilai-nilai ketenangan, refleksi diri, dan pencarian makna hidup yang sering muncul dalam lagu-lagunya mencerminkan kedalaman spiritualitas tersebut.
Pendidikan Ari Lesmana tidak terlalu sering dibicarakan secara terbuka, namun diketahui bahwa ia sempat mengenyam pendidikan di bidang komunikasi saat tinggal di Jakarta. Meski tidak menempuh jalur akademis secara tuntas, pengalaman kuliah dan pergaulannya di ibu kota memberinya banyak perspektif tentang kehidupan, sosial, dan seni. Dunia kampus dan komunitas kreatif menjadi batu loncatan awal karier musiknya.
Fourtwnty dibentuk pada tahun 2010 bersama Nuwi dan Roots, dua sahabatnya yang juga memiliki ketertarikan pada musik indie. Band ini mulai dikenal publik setelah merilis album Lelaku pada 2015. Namun, puncak popularitas mereka datang melalui album kedua Ego & Fungsi Otak (2018) yang berisi lagu-lagu fenomenal seperti “Zona Nyaman”, “Fana Merah Jambu”, dan “Aku Tenang”. Lirik yang puitis dengan aransemen akustik menjadi kekuatan utama band ini.
Sebagai frontman, Ari memainkan peran penting dalam membangun identitas musikal Fourtwnty. Ia dikenal sebagai pribadi yang kontemplatif, sensitif terhadap kondisi sosial, dan berani menyuarakan keresahan generasi muda. Tema-tema seperti tekanan hidup, pencarian jati diri, hingga spiritualitas kerap hadir dalam lagu-lagu Fourtwnty—sebuah cerminan dari pemikiran Ari yang mendalam.
Ari juga aktif menulis lirik dan mengarahkan produksi musik. Ia percaya bahwa musik bukan hanya hiburan, tetapi juga media untuk menyampaikan pesan dan refleksi. “Musik itu medium untuk jujur,” ucapnya dalam sebuah wawancara. Itulah mengapa banyak pendengar merasa dekat dengan karya Fourtwnty—karena mereka merasa didengarkan dan dipahami.
Meskipun populer, Ari Lesmana dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan tertutup soal kehidupan pribadi. Ia jarang tampil dalam gosip atau sorotan media. Ia lebih senang fokus pada karya dan perjalanan musikalnya bersama Fourtwnty. Dalam beberapa kesempatan, ia juga terlibat dalam kegiatan sosial dan kampanye lingkungan, memperlihatkan komitmennya pada isu-isu yang lebih luas dari sekadar dunia hiburan.
Fourtwnty kini telah menjadi salah satu simbol musik indie Indonesia, dengan penggemar setia dari berbagai usia dan latar belakang. Ari Lesmana pun terus menelurkan karya, termasuk terlibat dalam proyek seni kolaboratif, scoring film, hingga konser bertema alam dan kesadaran lingkungan yang sesuai dengan nilai hidupnya.
Dengan segala pencapaiannya, Ari Lesmana tetap konsisten menapaki jalan sunyi yang penuh makna. Di tengah hingar-bingar industri musik, ia dan Fourtwnty hadir sebagai oase yang menenangkan—membawa pesan bahwa dalam keresahan, selalu ada harapan yang bisa dinyanyikan bersama.
@uli