VISI.NEWS | BANDUNG – Laksamana Pertama (Laksma) TNI Dr. Asep Iwa Soemantri, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CIQaR., CIQnR., CIIQA, baru-baru ini resmi menjabat sebagai Sekretaris Akademi Angkatan Laut. Alumni SMAN Cimindi yang sekarang bernama SMAN 13 Bandung angkatan 1991 ini dikenal tidak hanya sebagai perwira militer yang disiplin, tetapi juga sebagai akademisi sejati—sosok langka di kalangan TNI yang menggabungkan kecakapan militer dengan rekam jejak pendidikan luar biasa.
Lahir di Bandung pada 1 September 1973, putra pertama dari tiga bersaudara ini tumbuh di keluarga yang menekankan pendidikan. Ibunya, Hj. Siti Ulayah Kachfi, seorang guru di SMA Negeri Cimindi, menjadi inspirasi awal yang menumbuhkan rasa cinta belajar sejak dini. Lingkungan keluarga inilah yang membentuk fondasi intelektual dan disiplin yang menuntun beliau hingga ke jenjang tertinggi militer.
Sejak SD di Babakan Sentral IV, SMP Islam Mutiara 4, hingga SMA Negeri Cimindi, Dr. Asep dikenal sebagai pelajar yang rajin dan aktif di berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ia menunjukkan bakat kepemimpinan yang menonjol, sekaligus minat besar pada pengetahuan—dua kualitas yang kelak menjadi ciri khasnya sebagai perwira akademisi.
Hobi belajar tidak berhenti di bangku SMA. Ia melanjutkan studi Diploma III Keuangan dan Perbankan di Akademi Keuangan dan Perbankan Indonesia (AKPI) Bandung, aktif di BEM AKPI, dan kemudian meniti karier akademik di dunia militer. Rasa ingin tahunya begitu besar, sehingga setiap kesempatan pendidikan selalu dimanfaatkan untuk memperluas wawasan, baik dalam ilmu ekonomi, manajemen, maupun ilmu strategis militer.
Langkahnya memasuki dunia TNI AL bukan hanya untuk berkarier militer, tetapi juga menekuni jalur pendidikan formal dan sertifikasi profesional. Gelar S.E., M.M., dan M.Tr.Opsla. menunjukkan keseimbangan antara manajemen, operasi militer, dan strategi. Sementara sertifikasi internasional CIQaR, CIQnR, dan CIIQA membuktikan bahwa ia mampu menyetarakan kapasitasnya dengan standar global—prestasi yang jarang dimiliki oleh perwira TNI.
Sebagai akademisi, Dr. Asep aktif mengajar, membimbing, dan menyiapkan generasi baru perwira TNI. Ia percaya bahwa militer modern bukan hanya soal disiplin fisik, tetapi juga pengembangan intelektual, etika, dan kemampuan analisis yang tajam. Pendekatan inilah yang menjadikannya sosok langka: perwira sekaligus guru dan mentor di dunia militer.
Kepemimpinannya di Akademi Angkatan Laut ditandai dengan modernisasi pendidikan militer, termasuk integrasi teknologi, standar kualitas internasional, dan penguatan karakter prajurit. Dr. Asep menekankan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan dan pengembangan diri adalah bagian dari strategi nasional, bukan sekadar prestise pribadi.
Di mata rekan dan alumni SMAN Cimindi 13 Bandung, Dr. Asep dijuluki “Kolonel Iwa”—sapaan hangat yang mencerminkan kesederhanaan sekaligus karisma. Ia jarang memamerkan gelar dan sertifikasi yang dimiliki, meski jumlahnya luar biasa, dan lebih fokus pada kontribusi nyata dalam pendidikan, militer, dan pengembangan masyarakat.
Selain dunia akademik, hobinya tetap sekolah dan belajar. Bahkan di usia menjelang 50 tahun, ia dikenal rajin mengikuti kursus, seminar, dan pelatihan, baik di dalam maupun luar negeri, untuk memperbarui ilmu dan keterampilan. Kebiasaan ini membuatnya jarang tertandingi dalam hal kombinasi pengalaman militer dan pendidikan formal di kalangan TNI.
Kenaikan pangkat menjadi Laksamana Pertama dan jabatan Sekretaris Akademi Angkatan Laut adalah pengakuan atas dedikasi, kerja keras, dan kapasitas intelektualnya yang luar biasa. Dr. Asep Iwa Soemantri bukan hanya perwira TNI; ia adalah simbol perwira akademisi yang membuktikan bahwa semangat belajar dan pengembangan diri tidak mengenal batas usia maupun jenjang karier.
@uli












