SSB Meteor Siap Bangkitkan Sepakbola Kabupaten Bandung

Editor :
Adi (tengah) berfoto bersama puluhan siswa SSB Meteor di lapang sepakbola Meteor RT 03/01 desa Gandasari Katapang, Minggu (27/9/2020)./visi.news/ist

Silahkan bagikan

VISINEWS – Nama sekolah sepak bola (SSB) Meteor, sejak Minggu (27/9/2020) menjadi perbincangan kalangan pecinta bola di Kabupaten Bandung. Pasalnya SSB ini bisa menghadirkan mantan kapten kesebelasan Persib Bandung, Atep Rizal. Namun demikian, SSB Meteor hanya berusaha agar para siswa yang menimba ilmu sepak bola di SSB Meteor termotivasi berlatih. Karena itulah pelatihnya sangat setuju ketika ada usulan agar Atep Rizal dihadirkan di SSB yang berlokasi di RT 03/01 Desa Gandasari Kecamatan Katapang itu.

“Kami undangan kang Atep karena visinya sama yakni ingin mengembangkan sepakbola di Kabupaten Bandung. Kita kan tahu bahwa persepakbolaan di Kabupaten Bandung, dulu mencatat sejarah di level nasional. Yakni hadirnya Persikab dan prestasi yang diraih kala itu. Semoga saja ke depan anak -anak didik saya ini bisa menimba ilmu dari Atep dengan menciptakan anak-anak didik yang unggul dan berprestasi,” terang Adi, pemilik SSB Meteor saat ditemui di.lapang bola Meteor Gandasari, Minggu (27/9/2020).

Dijelaskan Adi, dua pelatih memberikan ilmu sepakbola di SSB Mateor, sedangkan jumlah muridnya mencapai 60 orang. Mereka kelompok umur kelahiran 2008-2011 dan putra putri.

“Kami genjot terus siswa-siswa kami demi prestasi yang diraih di masa mendatang, karena kami yakin mereka yang berlatih bola di sini adalah rata-rata orang tuanya serius berkeinginan memajukan anaknya di bidang sepak bola. Makanya, saya juga ingin agar mereka serius belajar bermain bola di sini,” paparnya.

Sejauh ini, lanjutnya, para siswa di SSB yang dipimpinnya itu selalu mendapatkan prestasi terbaik. Hal itu terbukti saat senin lah turnamen sepak bola yang diikutinya.

“Kalau soal prestasi jangan dintannya, karena kami sudah membuktikannya dengan raihan piala dan piagam penghargaan saat kami mengikuti turnamen. baik antar kecamatan ataupun antar kota dan kabupaten, ” tambah Adi.

Sementara itu menurut Diansyah Asisten Pelatih, SSB Meteor didirikan untuk mewadahi bakat-bakat terpendam anak yang kurang beruntung. Untuk bisa masuk SSB ternama, orang tua anak terkendala biaya.

SSB Meteor yang baru seumur jagung itu, punya keyakinan jika anak didiknya bisa mendulang prestasi di masa mendatang.

“Maka dari itulah SSB Meteor hadir untuk memfasilitasi mereka yang ingin belajar bermain bola di sini. Saya yakin bakat-bakat mereka yang hebat justru ada di pelosok daerah. Kita ketahui banyak pemain timnas berasal dari daerah dan anak-anak itu berasal dari keluarga kurang beruntung. Mudah-mudahan kami bisa berkontribusi dalam pembinaan sepak bola usia dini sehingga mampu menorehkan prestasi di masa mendatang ketika anak itu beranjak remaja dan dewasa,” pungkas Diansyah.@pih

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Update Corona 28 September: 278.722 Positif, 10.473 Meninggal

Sen Sep 28 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 di Indonesia pada Senin (28/9) mencapai 278.722 orang. Angka tersebut bertambah sebanyak 3.509 kasus dari hari sebelumnya. Dari jumlah itu, sebanyak 206.870 orang dinyatakan sembuh dan 10.473 orang meninggal dunia. Data tersebut dihimpun Kementerian Kesehatan per pukul 12.00 WIB. Melansir CNN Indonesia, […]