Search
Close this search box.

Status Siaga Tak Berubah, Aktivitas Vulkanik Semeru Terpantau Intens

Awan panas guguran meluncur dari puncak Gunung Semeru menuju aliran Besuk Kobokan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (15/1/2026), saat status gunung api tersebut masih berada pada Level III (Siaga)./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | LUMAJANG — Aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih menunjukkan dinamika tinggi sehingga statusnya tetap berada pada Level III (Siaga). Pemerintah menekankan pentingnya disiplin masyarakat terhadap zona rawan bencana, mengingat potensi awan panas guguran, aliran lava, dan lahar masih terus mengancam wilayah di sekitar gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan larangan beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari Kawah Jonggring Seloko. Selain itu, masyarakat juga diminta tidak memasuki sektor tenggara sejauh 13 kilometer dari puncak yang berpotensi meluas hingga 17 kilometer mengikuti alur Besuk Kobokan.

Pelaksana tugas Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, mengatakan rekomendasi tersebut dikeluarkan berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental yang masih memperlihatkan aktivitas vulkanik signifikan.

“Masyarakat diharapkan mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat,” ujar Lana dalam keterangan tertulis dari Bandung, Kamis (15/1/2026).

Pada hari yang sama, petugas pemantau mencatat dua kali kejadian awan panas guguran yang meluncur hingga sekitar 5.000 meter dari puncak ke arah tenggara. Fenomena serupa juga teramati berulang selama periode 7–14 Januari 2026 dengan jarak luncur yang relatif sama, disertai guguran material dari tubuh gunung.

“Aktivitas kegempaan masih didominasi oleh gempa letusan, gempa guguran, gempa hembusan, dan tremor harmonik,” kata Lana.

Ia menjelaskan, rekaman gempa tersebut mengindikasikan masih adanya suplai energi dari bawah permukaan Gunung Semeru yang dilepaskan ke permukaan melalui aktivitas letusan dan hembusan. Meski demikian, pemantauan deformasi menunjukkan pola yang relatif stabil.

Baca Juga :  KDS Lantik 9 Kepala Desa Terpilih di Pilkades Antar Waktu Kabupaten Bandung

“Parameter variasi kecepatan seismik berfluktuasi dengan simpangan cukup besar, menandakan sistem vulkanik berada dalam fase relaksasi dan belum mengalami peningkatan tekanan, namun tetap sangat rentan,” ungkapnya.

Gunung Semeru yang berada di wilayah Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, hingga pertengahan Januari 2026 masih berada pada Level III (Siaga). Pemerintah kembali mengingatkan masyarakat, pendaki, dan wisatawan agar tidak melanggar rekomendasi yang telah ditetapkan demi menghindari risiko bencana susulan. @kanaya

Baca Berita Menarik Lainnya :