Stok Darah di RSHS Kosong, Keluarga Pasien Berdatangan ke PMI

Editor Pendonor darah yang kebanyakan dari keluarga pasien RSHS pada Minggu (7/1/2023) mendonorkan darahnya di PMI Kota Bandung. /visi.news/aep s abdullah
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG – Kekurangan stok darah di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung membuat banyak keluarga pasien harus mencari donor darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung. Pada Minggu (7/1/2024), Kantor PMI Kota Bandung tampak ramai oleh pengunjung yang membawa surat pengantar dari dokter.

Salah satu pengunjung adalah Suharyono (38) dari Cirebon. Ia mengatakan bahwa keponakannya yang berusia 12 tahun dirawat di RSHS karena menderita komplikasi penyakit dan membutuhkan transfusi darah golongan B.

“Saya ada keluarga yang dirawat di RSHS, perlu segera darah Golongan B, di rumah sakit itu darah lagi kosong,” ungkap Suharyono.

Ia menambahkan bahwa ia sudah mencoba mencari donor darah di sekitar rumah sakit, tetapi tidak berhasil. Ia pun berharap bisa mendapatkan darah di PMI.

“Kalau di sini juga tidak ada, saya tidak tahu harus ke mana lagi. Keponakan saya kondisinya kritis, dia perlu 1 labu darah,” ujar Suharyono.

Sementara itu, Carman (42) dari Karawang juga mengalami nasib serupa. Ia datang ke PMI untuk mencari donor darah golongan O untuk ayahnya yang menderita skerosis di RSHS.

“Ayah saya masuk RSHS hari Jumat kemarin, sering muntah darah sampai jadi mengalami kekurang darah. Ini baru ada dua donor darah O, perlu tiga orang lagi,” ungkap Carman.

Ia menyebutkan bahwa ayahnya membutuhkan 5 labu darah untuk menjalani operasi. Ia berharap ada orang yang bersedia mendonorkan darahnya untuk ayahnya.

“Saya sudah menghubungi keluarga dan teman-teman, tetapi belum ada yang cocok golongan darahnya. Saya mohon bantuan dari masyarakat yang punya golongan darah O untuk membantu ayah saya,” pinta Carman.

Baca Juga :  NASA dan Sierra Space Membuat Kemajuan Pesat dalam Misi Dream Chaser

Menurut informasi dari PMI Kota Bandung, stok darah di RSHS kosong karena banyaknya permintaan darah dari pasien yang terkena demam berdarah dan kecelakaan lalu lintas. PMI sendiri mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan darah karena jumlah donor darah menurun akibat pandemi Covid-19.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang sehat dan memenuhi syarat untuk mendonorkan darahnya di PMI. Darah yang Anda sumbangkan bisa menyelamatkan nyawa orang lain,” ujar petugas PMI.

Untuk mendapatkan darah dari PMI, keluarga pasien harus membawa surat pengantar dari dokter yang berisi nama pasien, nama rumah sakit, golongan darah, jenis komponen darah, dan jumlahnya. Selain itu, keluarga pasien juga harus membayar biaya pengganti pengolahan darah (BPPD) atau service cost.

@asa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Dede Farhan Jelaskan Investigasi Kecelakaan Moda Transportasi Kereta Api

Ming Jan 7 , 2024
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BANDUNG – Kecelakaan tabrakan Kereta Api (KA) Turangga dan KA Lokal Bandung Raya di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, cukup memprihatinkan. Kecelakaan yang terjadi pada Jumat (5/1/2024) sekitar pukul 06.03 WIB itu mengakibatkan beberapa perjalanan kereta api dialihkan, empat orang dikabarkan meninggal dunia, dan puluhan lainnya mengalami […]