Strategi Pedagang Hewan Kurban Atasi Kerugian karena Musim Pandemi

Editor :
Salah seorang pedagang sapi kurban saat memperhatikan hewan ternaknya./visi.news/ayi kuraesin

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Penjualan hewan kurban pada Iduladha tahun ini dirasakan menurun bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Prediksi ini seiring dengan dampak Covid-19 yang mempengaruhi ekonomi masyarakat. Untuk menghindari kerugian besar, para pedagang hewan kurban pun memiliki strategi tertentu.

Salah seorang pedagang hewan lokal di Pasar Hewan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, R. Rizki Fauzi mengatakan, daya beli masyarakat untuk persiapan kurban tahun ini dipastikan menurun.

Walaupun terjadi penurunan pembeli, kata Rizki, harga hewan kurban malah naik drastis dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Untuk tahun ini, saya memiliki strategi agar tidak sampai rugi, yaitu stok tidak terlalu banyak dan lebih mengutamakan pada pesanan,” ucap pedagang asal Kawalu, Kota Tasikmalaya, ini.

Menurutnya, dampak Covid-19 memang sangat terasa, termasuk pada peternak dan juga pedagang hewan sehingga lebih mengutamakan atau melayani yang sudah pasti.

“Biasanya jika ada yang pesan, maka uang muka harus masuk dulu. Selain itu tidak berani memperbanyak stok seperti pada tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya lagi.

Dikatakannya, jika tahun-tahun sebelumnya bisa menyimpan stok di kandang hingga 160 ekor sapi. Namun untuk Iduladha tahun ini, dirinya hanya menyimpan stok 50 – 60 ekor.

Dijelaskannya, terkait jenis sapi yang dijual terdiri atasi beberapa jenis, yaitu ada si mental, limosin, krosingan, dan sapi lokal Tasikmalaya.

“Untuk Tasikmalaya permintaan didominasi sapi jenis krosingan. Adapun jenis si mental dan limosin biasanya hanya kalangan tertentu karena bobotnya di atas 500 kilogram,” tandasnya.

Sementara harga per ekor sapi krosingan rata-rata kisaran Rp 19 hingga 20 juta. @akr

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Mendikbud Ingatkan Sekolah Jangan Maksa Muridnya Belajar di Sekolah

Rab Jul 8 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim mengingatkan¬†sekolah yang akan kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka langsung agar tidak memaksa muridnya untuk belajar di sekolah di masa pandemi Covid-19. “Sekolah harus fleksibel.Jika ada orang tua murid yang masih khawatir anaknya masuk kembali ke sekolah […]