Suara Warga untuk Kang DS dan Sahrul

Editor :
Paslon nomor urut 3, H. Dadang Supriatna dan H. Sahrul Gunawan./visi.news/istimewa

Silahkan bagikan

Oleh H Jaenudin

Jika tidak ada aral melintang, berdasarkan jadwal dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung, bupati terpilih dan wakilnya, pasangan H.M. Dadang Supriatna (Kang DS) dan H. Sahrul Gunawan akan dilantik pada bulan Maret 2021. Kita berharap, pasangan H.M. Dadang Supriatna dan H. Sahrul Gunawan, jadi bupati pilihan rakyat yang amanah.

Seperti diketahui, berdasarkan data dari Biro Pusat Staistik(BPS) Kabupaten Bandung, jumlah penduduk Kabupaten Bandung mencapai 3.787.854 orang, pasca pandemi Covid-19, jumlah penduduk miskin mencapai 70%. Sebelumnya hanya 5,94%. Potensi, kemiskinan lebih diakibatkan, sebagian perusahan bangkrut, mengurangi karyawan atau berhenti sementara, sehingga, terjadi peningkatan pengangguran (PHK). Tentunya ini harus menjadi perhatian dari bupati dan wakil terpilih, dengan memberdayakan berbagai potensi demi menunjang kehidupan masyarakat Kabupaten Bandung, untuk mencapai tingkat hidup layak, terpenuhi sandang dan pangan/makan.

Tak kalah penting adalah pengawasan dana bantuan tunai dan bantuan non tunai yang telah digulirkan oleh pemerintah pusat, Provinsi Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Bandung, salah satunya penting juga dilakukan pengawasan bergulirnya dana desa yang harus benar -benar terserap dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di pedesaan, melalui beberapa program pembangunan infrastuktur, seperti jalan yang dilakukan melalui program padat karya.

Melalui program ini masyarakat dapat berpartisipasi dengan mendapat upah. Ini dimaksudkan dalam rangka mengurangi angka kemiskinan, minimal mereka, warga masyarakat dipedesaan, tidak mengalami kelaparan. Kita berharap tidak ada korupsi dalam penggunaan dana desa, dana miliaran rupiah dapat bermanfaat bagi kepentingan masyarakat seperti perbaikan jalan/gang di perkampungan yang dapat membangkitkan sektor perekonomian, baik hasil bumi, peternakan, perikanan dan lainnya.

Penetapan kemenangan pasangan H.M. Dadang Supriatna dan H. Sahrul Gunawan, telah ditetapkan dalam Rapat Pleno KPU Kabupaten Bandung, pada hari Rabu, 15 Desember 2020 yang menetapkan pasangan H.M. Dadang Supriatna dan H. Sahrul Gunawan, sebagai pemenang dalam perolehan suara untuk menjadi Bupati Bandung, setelah mengalahkan duakandidat lainnya, yaitu pasangan Hj. Kurnia Agustina (Nia) dan Usman Sayogi serta Hj. Yena Iskandar Ma’soem dan Atep.

Perhelatan pesta demokrasi di Kabupaten Bandung, berjalan aman dan damai, berkat kerjasama sama seluruh komponen warga masyarakat, Linmas, TNI, Polri, ASN Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung, KPU, Bawaslu , stakeholder dan pemangku kebijakan lainnya. Kemenangan H.M. Dadang Supriatna dan H. Sahrul Gunawan, boleh dikata kemenangan luar biasa, karena sebelumnya pasangan ini diawal pencalonannya dianggap biasa saja, sama dengan pasangan Yena dan Atep, kalah oleh gaung pasangan Nia dan Usman yang dianggap lebih membumi.

Optimisme terhadap pasangan Dadang-Sahrul terbangun saat terbetik berita bahwa salah satu pengembang perumahan cukup terkenal di Kabupaten Bandung berpindah arah mendukung pasangan ini. Dulunya, sang investor perumahan tersebut pendukung kuat Bupati Obar Sobarna sampai terakhir H. Dadang M. Naser.

Kemenangan H.M. Dadang Supriatna menjadi bupati, secara politik masih menguntungkan Partai Golkar, karena H.M. Dadang Supriatna adalah mantan kader Golkar. Saat ini masih tercatat duduk di DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai Golkar, karena Golkar sendri belum mengeluarkan surat pemberhentian untuk Dadang, juga belum mengeluarkan surat pengganti antar waktu (PAW) yang menunjuk kader penggantinya.

H.M. Dadang Supriatna dan H. Sahrul Gunawan di dukung oleh Partai Nasdem, Demokrat, PKB dan PKS adalah partai – partai yang memiliki soliditas yang cukup tinggi. Sebut saja Nasdem, adalah partai baru yang memiliki pandangan bahwa untuk menjadi wakil rakyat tidak ada mahar sehingga saat ini ada simpati dari masyarakat kepada Partai Nasdem. Sedangkan Demokrat merupakan partai yang cukup punya massa pendukung di Kab. Bandung bila dilihat dari kursi legislatif yang diraihnya. PKB adalah partai yang memiliki basis massa di kalangan ormas Nahdatul Ulama (NU) termasuk pesantren berbasis NU yang ada di Kabupaten Bandung. Sementara PKS adalah partai yang memiliki basis militansi yang tinggi.

Runtuhnya dinasti

Kekalahan pasangan Nia dan Usman disebut-sebut sebagai runtuhnya dinasti Obar Sobarna, mantan Bupati Bandung dua periode, masa jabatan di era Orde Baru dan Reformasi, karena Hj.Kurnia Agustina adalah putri dari Obar Sobarna dan istri dari Mantan Bupati H. Dadang M. Naser yang pernah memimpin Kabupaten Bandung, selama dua periode pula. Hj.Kurnia Agustina berpasangan dengan Usman Sayogi, dicalonkan oleh DPP Golkar Kabupaten Bandung untuk menjadi Bupati Bandung. Tetapi, kalah oleh pasangan H.M. Dadang Supriatna dan H. Sahrul Gunawan.Tentunya Golkar, harus mengevaluasi kekalahan ini. Sejarah mencatat bahwa Golkar di Kabupaten adalah salah satu partai terkuat di Jawa Barat.

Penulis, sebagai warga Kabupaten Bandung, menjelang dua minggu pencoblosan, ingin mengetahui situasi pilihan masyarakat terhadap para kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung.

Karena penulis tidak memiliki hak pilih, untuk memilih, karena pekerjaan yang tidak diperbolehkan untuk memilih (netral/independen), survai santai, dilakukan melalui obrolan langsung, ketika bertemu masyarakat atau telepon di berapa wilayah, sebagai sampel saja. Seperti Cisanti Kertasari. Pacet, Pesantren Ma’had Baitul Arqom, Ciparay, Jelekong, Cangkring kemudian Soreang dan Cikancung. Dalam obrolan ” mereka dengan spontan, menjawab” akan memilih nomor 3 yaitu, pasangan H.M, Dadang Supriatna dan H. Sahrul Gunawan. Dan Akhirnya terbukti, pada hari pencoblosan suara berbalik arah dari pasangan Nia dan Usman ke Dadang dan Sahrul. Hampir, di seluruh wilayah Kabupaten Bandung, memilih pasangan Nomor 3 tersebut. Inilah dinamika politik yang sebenarnya, masyarakat saat ini sudah berpikir cerdas, memilih seseorang untuk menjadi pemimpin mereka.

Harapan publik

Penulis, sebagai bagian dari warga masyarakat Kabupaten Bandung, menangkap berbagai harapan bagi bupati dan wakil bupati terpilih. Pertama, dalam rangka mengeliminasi kemacetan lalu lintas akibat banjir luapan Citarum agar dibuatkan jalan tembus dari wilayah Bojongsoang meliputi Cikoneng, Cijeruk tembus ke Wilayah Baleendah (Jalan Siliwangi). Kedua, membatasi ijin pembanguan lahan perumahan terutama di lahan produktif. Ketiga, pengembalian tanah carik/bengkok yang disinyalir telah berpindah tangan atau dijual. Keempat, menambah uang honor/insentif para guru madrasah serta, memberikan insentif bagi para Ketua, Dewan Kemakmuran Mesjid ( DKM). Kelima, adalah mencetak lahan pesawahan baru, sebagai pengganti lahan yang telah dipergunakan perumahan.

Tak ada gading yang tak retak, kita pun sebagai manusia, mengajak seluruh warga Kabuaten Bandung, bekerja keras. Membangun Kapbupaten Bandung yang ” Repeh Rapih Kerta Raharja”.

Penulis, Warga masyarakat Kabupaten Bandung.

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

4 Penumpang Bus di Terminal Leuwipanjang Bandung Dinyatakan Reaktif Covid-19

Ming Des 27 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Sebanyak empat orang penumpang bus tujuan Jakarta diketahui reaktif Covid-19. Hal ini diketahui berdasarkan tes cepat antigen kepada para calon penumpang bus di Terminal Leuwipanjang, Bandung, Jawa Barat. Kepala Terminal Leuwipanjang Kota Bandung Asep Hidayat, Sabtu (26/12/2020) kemarin, membenarkan ada empat orang warga yang reaktif Covid-19. “Ada […]