Search
Close this search box.

Sudah Tidur Lama tapi Masih Lelah? Ini Penyebabnya

Ilustrasi kelelahan./visi.news/freepik.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Tidur yang cukup seharusnya membuat tubuh segar dan bertenaga sepanjang hari. Namun, bagaimana jika kamu masih merasa lelah meskipun sudah tidur lama?

Menurut para ahli, kondisi ini bisa disebabkan oleh pola hidup yang kurang tepat atau bahkan menjadi tanda adanya masalah kesehatan tertentu. Secara umum, orang dewasa dianjurkan untuk tidur selama 7 hingga 9 jam per malam. Namun, kebutuhan tidur setiap orang bisa berbeda, tergantung pada usia dan kondisi kesehatannya.

Dokter spesialis gangguan tidur, Marri Horvat, menekankan pentingnya memahami perbedaan antara waktu tidur yang membuat seseorang dapat beraktivitas normal dan waktu tidur yang benar-benar membuat tubuh merasa segar.

“Seringkali, saya mendengar orang mengatakan, ‘Saya hanya butuh enam jam tidur setiap malam untuk bisa berfungsi,’ tetapi orang yang sama mengaku tidak merasa baik dengan tidur sebanyak itu, yang menunjukkan mereka sebenarnya membutuhkan lebih banyak tidur,” jelas Dr. Horvat, dikutip dari Cleveland Clinic.

Apabila kamu sudah tidur dalam durasi yang cukup namun tetap merasa lelah, ada beberapa faktor lain yang mungkin memengaruhi kualitas tidurmu. Berikut lima penyebab utama tubuh masih terasa lemas meski sudah tidur cukup:

1. Kualitas Tidur yang Buruk

Tidur bukan hanya soal lama waktu, melainkan juga kualitasnya. Walaupun durasi tidurmu sudah sesuai anjuran, jika kualitas tidurmu rendah, tubuh tetap merasa kurang istirahat. Saat tidur, tubuh melakukan proses penting seperti regenerasi sel dan pelepasan hormon pertumbuhan. Gangguan tidur seperti insomnia bisa menghambat proses ini. Jika kamu sering terbangun di malam hari atau kesulitan tidur, ada baiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

2. Stres Berkepanjangan

Stres menjadi salah satu penyebab utama tubuh tetap merasa lelah walau sudah tidur cukup. Menurut Healthline, stres kronis dapat memicu kondisi stress-related exhaustion disorder (ED), yaitu kelelahan fisik dan mental yang tidak bisa diatasi hanya dengan tidur. Selain itu, stres juga menimbulkan peradangan kronis dalam tubuh yang menyebabkan rasa lelah. Untuk itu, penting mengelola stres dengan baik, seperti melalui terapi, meditasi, atau konseling.

Baca Juga :  Lewat Amerika, ART "Bunuh" Pers Nasional

3. Konsumsi Kafein Berlebihan

Kafein sering dijadikan solusi untuk mengusir kantuk, tetapi mengonsumsinya secara berlebihan justru dapat mengganggu siklus tidur alami tubuh. Akibatnya, meskipun kamu tidur lama, kualitas tidurmu tidak baik. Hal ini memicu lingkaran setan: kamu merasa lelah saat bangun, minum kafein untuk mengusir kantuk, dan kesulitan tidur pada malam harinya. Disarankan untuk membatasi konsumsi kafein terutama di sore dan malam hari.

4. Olahraga di Waktu yang Kurang Tepat

Olahraga memang bermanfaat bagi kesehatan, tetapi waktu melakukannya juga perlu diperhatikan. Jika kamu berolahraga terlalu dekat dengan waktu tidur, tubuh justru sulit rileks sehingga mengganggu kualitas tidurmu. Studi GoodRx menunjukkan, olahraga berat dalam satu jam sebelum tidur dapat meningkatkan energi dan menunda rasa kantuk. Sebaiknya, atur jadwal olahraga agar tidak mengganggu waktu tidurmu.

5. Kurang Asupan Zat Besi

Zat besi berperan penting dalam pembentukan sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Kekurangan zat besi membuat distribusi oksigen terganggu sehingga tubuh tetap terasa lelah meskipun sudah tidur cukup. Kondisi ini sering dialami oleh wanita yang sedang menstruasi, vegetarian, atau orang yang memiliki gangguan penyerapan zat besi. Meskipun tidak selalu menyebabkan anemia, kekurangan zat besi dapat memicu kelelahan.

Memahami berbagai penyebab di atas akan membantumu memperbaiki kualitas tidur dan gaya hidup sehari-hari. Namun, jika kamu terus merasa lelah tanpa sebab jelas, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter karena bisa jadi ini merupakan tanda adanya masalah kesehatan serius. @ffr

Baca Berita Menarik Lainnya :