Syahganda Cs Diborgol dan Napoleon tidak, Ini Alibi Polri

Deklarator Koalisi Aksi Masyarakat Indonesia (KAMI) Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, dan Anton Permana diborgol./istiewa/via reublika.co.id.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Beberapa pihak menyorot perlakuan berbeda yang dilakukan Polri terhadap tahanan. Saat merilis kasus yang melibatkan deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), yaitu Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, dan Anton Permana pada Kamis (15/10/2020), yang terjarat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), ketiganya ditampilkan ke publik dengan baju tahanan dan tangan terborgol.

Sementara dalam kasus surat jalan palsu dan penghapusan red notice, polisi sempat tidak memborgol Djoko Tjandra yang malah tampil klimis kala dibawa ke ruang tahanan. Pun dengan tersangka mantan kadivhunter Polri Irjen Napoleon Bonaparte dan sekretaris NBC Interpol Indonesia Brigjen Prasetijo Utomo juga tidak pernah terlihat diborgol, meski sama-sama berstatus tersangka.

Meski sudah jelas ada perbedaan perlakuan, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas (Kabiro Penmas) Polri, Brigjen Awi Setiyono, menegaskan, Polri memperlakukan semua tersangka dengan perlakuan yang sama.

“Selama ini kami sampaikan sama kan tidak ada perbedaan dengan tersangka-tersangka lain,” kata Awi di Markas Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2020), seperti dilansir Repubika.co.id.

Pantauan Antara yang dikutip Republika.co.id, saat tersangka kasus surat jalan palsu Brigjen Prasetijo Utomo diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur pada 28 September 2020, ia malah tidak mengenakan baju tahanan. Padahal, saat itu, dua tersangka lainnya yakni Djoko Tjandra dan Anita Dwi Anggraeni Kolopaking sudah mengenakan pakaian tahanan oranye.

Namun, Brigjen Prasetijo saat itu justru mengenakan pakaian seragam Polri lengkap dengan atributnya. Brigjen Awi pun berdalih, pada Jumat, tersangka Brigjen Prasetijo maupun Irjen Napoleon telah menggunakan pakaian tahanan saat diserahkan ke Kejari Jakarta Selatan terkait kasus gratifikasi pengurusan pencabutan red notice.

“Tadi kan pakai baju tahanan,” kata Awi menjelaskan. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ridwan Kamil Dorong Percepatan Proyek LRT Bandung

Sab Okt 17 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Gubernur Jawa Barat M. Ridwan Kamil mendorong percepatan pembangunan transportasi penghubung antara Stasiun Tegalluar ke pusat kota Bandung terkait proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung segera diputuskan oleh Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Cepat Indonesia China atau KCIC. Hingga kini, ia menilai rencana pembangunan jalur Light Rail Transit/LRT dengan double track sebagai penghubung […]