Syakieb Sungkar Tampilkan Karya Modern Art pada Pameran Lukisan ‘Art Kembang Kayu’ di Alam Sutera

Editor Dua diantara beberapa lukisan karya Syakieb Sungkar yang akan ditampilkan pada pameran 'Art Kembang Kayu' di Alam Sutera pada 26 Maret - 10 April 2022. /visi.news/ist
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | JAKARTA – Perupa Syakieb Sungkar bersama sembilan seniman lainnya akan menggelar karya seni mereka pada ‘Art Kembang Kayu’ di TEKA Real Wood Flooring Gallery Jl. Jalur Sutera Kav. 29B, No.36-37 Paku Alam, Alam Sutera, Tangerang Selatan, 26 Maret – 10 April 2022. Ke sembilan pelukis yang akan pameran bareng hasil karyanya bersama Syakieb yakni Amrus Natalsya, KP Hardi Danuwijoyo, Nisan Kristiyanto, Erman Sadin, Sarnadi Adam, Indyra, Sukriyal Sadin, Chryshnanda Dwilaksana dan Revoluta S.

Baca juga

10 Pelukis Pamer Karya Bareng di TEKA Real Wood Flooring Gallery Tangerang

Pada pameran kali ini, pelukis multi talenta tersebut, dengan sengaja membuat lukisan yang mengangkat elemen-elemen modern art: lirisisme abstrak dan citraan impresionistik yang sudah klasik. Dengan itu ia mengambil serpihan-serpihan karakter Gerald Pieter Adolfs, Ahmad Sadali, Umi Dahlan, Mark Rothko dan Antoni Tapies untuk disusun kembali menjadi imaji yang baru. Hal itu terlihat pada “Red Christmas”, sebuah jukstaposisi dari gunungan Sadali yang biasanya memberi nafas Islami, kali ini dibuatnya menjadi pohon Natal dengan background berwarna merah – di mana hal itu mengingatkan kita pada gradasi warna Mark Rothko. Pada bagian bawah ‘pohon Natal’ ada hadiah-hadiah yang berwarna coklat dengan ‘ikatan tali’ yang biasanya menjadi simbolisasi tanda silang yang sering terdapat pada karya-karya Antoni Tapies. Tak lupa ia menaburkan prada di sana-sini agar nafas Umi Dahlan terasa pada karyanya.

Karya ini diciptakan dengan sengaja oleh Syakieb Sungkar, khusus untuk pameran ini, yang merespon penggunaan karya lukis sebagai dekorasi interior.

Semangat yang serupa terdapat pada “Makrokosmos”. Ada pesan lingkungan dalam karya ini. Lukisan dibagi atas dua bidang, pada bagian atas adalah makrokosmos yang direpresentasikan menjadi langit berwarna merah dengan
sentuhan corak tradisional-etnis.

Baca Juga :  Ketua Fraksi PAN DPRD Kab. Bandung H. Eep Jamaludin Sukmana Melaksanakan Reses Masa Sidang II 2021

Makrokosmos yang menciptakan alam semesta, namun dirusak oleh mikrosmos, yaitu manusia. Sementara pada bagian bawah gambar adalah cerminan mikrokosmos, suatu dataran tempat manusia berada yang bentuknya mirip dengan benua Australia.

Ada alur-alur sungai berwarna biru – menggambarkan sungai yang sudah tercemar, karena terlalu banyak merkuri ditumpahkan dalam kegiatan penambangan mineral.

Bintik-bintik berwarna keemasan mencerminkan tambang atau sumur yang terus dieksplorasi sampai merusak alam. Karya ini dibuat dengan campuran pasir demi ambisi untuk mendapatkan tekstur yang merepresentasikan alam. Sementara sekeliling dataran mikrokosmos dibiarkan flat berwarna kuning untuk menggambarkan
lautan yang sudah rusak.

“Bali Life” merupakan suatu karya dekoratif yang menggambarkan rombongan orang setelah selesai upacara. Bali digambarkan secara romantis, lengkap dengan pura dan tegalan. Figur-figur tidak dibuat jelas, hanya sekumpulan citraan warna yang dibentuk melalui pisau palet.

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Diluncurkan Mendikbudristek dan Menkeu, Tokoh Budaya Terharu Atas Hadirnya Dana Indonesiana

Kam Mar 24 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – Hadirnya dana abadi kebudayaan yang disebut dengan Dana Indonesiana yang diluncurkan sebagai Merdeka Belajar Episode Kedelapan Belas pada hari ini oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, disambut baik oleh para pemangku kepentingan bidang […]