VISI.NEWS | BANDUNG – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) telah membuka pendaftaran Beasiswa Akselerasi Magister 2026 sejak (2-30/4/2026) mendatang.
Beasiswa ini diperuntukkan bagi mahasiswa aktif jenjang sarjana (S1) untuk mempercepat transisi menuju studi magister (S2), termasuk di perguruan tinggi luar negeri.
Para penerima beasiswa nantinya mengikuti tahap internasionalisasi sarjana sebelum melanjutkan studi magister di kampus tujuan.
Mengutip dari pengumuman LPDP di situs resminya, Sabtu (4/4/2026) perguruan tinggi luar negeri yang dapat menjadi tujuan studi dalam program ini di antaranya University of Wisconsin-Madison dan Georgetown University di Amerika Serikat.
Program studi yang ditawarkan beragam, mulai dari ekonomi terapan, hubungan internasional, hingga studi keamanan.
Proses seleksi terdiri dari dua tahap, yakni seleksi administrasi dan seleksi substansi. Hasil akhir dijadwalkan diumumkan pada 8 Juni 2026. Sedangkan perkuliahan paling cepat dimulai pada Juli 2026.
Skema program
Durasi pendanaan beasiswa maksimal 24 bulan dan mencakup seluruh tahapan berikut.
Tahapan Utama:
– Tahap internasionalisasi sarjana
– Masa tunggu
– Magang wajib (jika dipersyaratkan)
– Mulai studi magister
Tahap internasionalisasi merupakan program. Seperti visiting student atau credit earning di perguruan tinggi luar negeri, yang diakui sebagai bagian dari studi sarjana di dalam negeri.
Syarat daftar Beasiswa Akselerasi Magister LPDP
1. Berada dalam 10 besar terbaik di program studinya
2. Memiliki IPK minimal 3,25
3. Harus sudah menempuh studi minimal 1,5 tahun dan masih berstatus aktif
4. IELTS minimal 6,5 atau TOEFL iBT minimal 80
Komponen beasiswa Beasiswa Akselerasi Magister LPDP
– Biaya pendidikan (seperti tuition fee, buku, bantuan riset tesis dan publikasi)
– Dukungan biaya hidup, transportasi, asuransi kesehatan, hingga dana darurat.
– Pendanaan juga mencakup fase internasionalisasi sarjana
Sama seperti beasiswa LPDP pada program-program lainnya, awardee yang sudah menyelesaikan studi ditunggu untuk kembali ke Indonesia dan berkontribusi.
“Peserta diharapkan menjadi katalisator penggerak sesuai bidang keahliannya dan sejalan dengan rencana kontribusi yang ditulis, terutama pada sektor-sektor strategis seperti energi, pangan, kesehatan, hingga digitalisasi,” penuturan LPDP di situs resmi. @desi