Syarat Parpol Peserta Pemilu 2024 Sama dengan Pemilu 2019

Editor Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari saat menjadi narasumber daring, Dialog News Room Petang dengan tema "Syarat Partai Peserta Pemilu 2024" live di JakTV, Rabu, (11/5/2022)./via kpu.go.id/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | JAKARTA – Masih berlakunya Undang Undang (UU) 7 Tahun 2017, salah satunya berkorelasi pada tidak berubahnya syarat partai politik (parpol) yang hendak maju sebagai peserta Pemilu 2024.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asy’ari saat menjadi narasumber daring, Dialog News Room Petang dengan tema “Syarat Partai Peserta Pemilu 2024” live di JakTV, Rabu, (11/5/2022).

Hasyim memaparkan syarat tersebut seperti berbadan hukum sesuai dengan ketentuan undang-undang, memiliki kepengurusan di seluruh daerah provinsi, memiliki kepengurusan paling sedikit di 75 persen jumlah daerah kabupaten/kota di provinsi yang bersangkutan, memiliki kepengurusan paling sedikit di 50 persen jumlah kecamatan di daerah kabupaten/kota yang bersangkutan.

Selain itu, menyertakan paling sedikit 30 persen keterwakilan perempuan pada kepengurusan partai politik tingkat pusat dan memerhatikan 30 persen keterwakilan perempuan pada kepengurusan partai politik tingkat provinsi dan kabupaten/kota, juga memiliki anggota paling sedikit 1.000 orang atau 1/1.000 dari jumlah penduduk pada kepengurusan partai politik.

“Jadi dari segi syarat sama karena undang-undangnya sama. KPU tidak membuat persyaratan karena persyaratan berdasarkan UU dan kami sifatnya melaksanakan,” ujar Hasyim, dilansir dari laman resmi KPU RI.

Meski demikian Hasyim mengingatkan adanya perbedaan perlakuan hasil dari Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 55 Tahun 2020 yang membagi tiga kategori partai politik, yakni partai politik peserta Pemilu 2019 yang lolos parliamentary threshold (PT), kedua partai politik peserta Pemilu 2019 yang tidak lolos PT, dan ketiga partai baru.

“Untuk partai politik yang lolos parliamentary threshold dan memiliki wakil di DPR Pusat cukup diverifikasi administrasi saja dan tidak perlu verifikasi secara faktual. Sementara untuk partai politik yang tidak lolos parliamentary threshold dan partai politik baru, wajib verifikasi secara administrasi maupun faktual” jelas Hasyim.

Baca Juga :  Seni Budaya Daerah Kab. Bandung Penuh Karya Kreatif Inovasi

Hasyim menegaskan bahwa verifikasi bukanlah syarat melainkan metode untuk memastikan dokumen yang diserahkan oleh partai politik sudah benar atau sah.

“Jadi bukan syarat,” tegas Hasyim. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kang Ace: Komitmen Golkar Selalu Berjuang Bersama Rakyat

Kam Mei 12 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | SOLOKANJERUK – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Tubagus Ace Hasan Syadzily, menegaskan, Golkar selalu berkomitmen dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. “Kami selalu berpegang pada komitmen untuk selalu berusaha paling depan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, termasuk masyarakat Kabupaten Bandung dan Bandung Barat,” kata Kang Ace – begitu Wakil […]