Search
Close this search box.

Tabrakan Dua Kereta Cepat di Spanyol: Evakuasi Sulit, Warga Adamuz Turun Tangan Bantu Korban

Petugas penyelamat dan warga mengevakuasi penumpang dari rangkaian kereta yang terguling usai tabrakan dua kereta cepat di dekat Adamuz, Provinsi Cordoba, Spanyol, Minggu (18/1/2026) malam/source:reuters.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Kecelakaan maut yang melibatkan dua kereta cepat di wilayah selatan Spanyol tidak hanya menyisakan duka mendalam, tetapi juga memunculkan gambaran dramatis tentang perjuangan tim penyelamat dan solidaritas warga setempat. Insiden yang terjadi pada Minggu (18/1/2026) sore itu menewaskan sedikitnya 21 orang dan melukai puluhan lainnya.

Kecelakaan terjadi di dekat Kota Adamuz, Provinsi Cordoba, sekitar 360 kilometer selatan Madrid. Sebuah kereta cepat milik operator swasta Iryo yang melaju dari Malaga menuju Madrid dilaporkan keluar jalur dan menghantam kereta Alvia milik Renfe yang melintas di jalur bersebelahan. Benturan keras tersebut membuat salah satu rangkaian kereta terlempar ke luar rel dan jatuh ke lereng sedalam sekitar empat meter.

Kepala pemadam kebakaran Cordoba, Paco Carmona, menggambarkan kondisi di lokasi kecelakaan sebagai sangat sulit.

“Masih ada penumpang yang terjebak. Operasi penyelamatan difokuskan pada area yang sangat sempit,” ujarnya kepada TVE.

“Kami harus mengevakuasi jenazah terlebih dahulu untuk bisa menjangkau kemungkinan korban yang masih hidup. Ini tugas yang sangat rumit.”

Pemerintah daerah Andalusia menyebutkan sedikitnya 18 korban luka telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit, dengan beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.
Kepala Dinas Kesehatan Andalusia, Antonio Sanz, mengatakan situasi darurat masih berlangsung.

“Enam orang mengalami luka sangat serius, lima luka berat, dan tujuh lainnya luka ringan. Kami memperkirakan malam ini akan sangat panjang dan rumit,” katanya di Cordoba.

“Jumlah korban meninggal masih bisa bertambah.”

Selain petugas medis dan pemadam kebakaran, militer Spanyol juga dikerahkan untuk membantu proses evakuasi. Layanan Darurat Militer mengonfirmasi pengerahan pasukan dari pangkalan terdekat guna mendukung pencarian dan pemulihan korban.

Baca Juga :  Pengamat Sebut Usulan Pindah Gerbong Perempuan 'Ngaco', Soroti Masalah Utama KAI

Di tengah situasi mencekam, warga Adamuz—kota kecil berpenduduk sekitar 5.000 jiwa—turut ambil bagian membantu para penumpang. Sebuah pusat penampungan darurat didirikan, sementara warga datang membawa makanan, selimut, dan minuman hangat untuk korban yang selamat.

Wali Kota Adamuz, Rafael Moreno, mengaku menjadi salah satu orang pertama yang tiba di lokasi kejadian.

“Pemandangannya mengerikan,” ujarnya kepada harian El Pais.

“Sekarang para pejabat daerah dan warga hanya fokus satu hal: membantu para penumpang yang menjadi korban.”

Kesaksian penumpang juga menggambarkan kepanikan saat tabrakan terjadi. Maria San José (33), penumpang kereta Iryo dari Malaga menuju Madrid, mengatakan suasana di dalam gerbong sangat kacau.

“Banyak yang terluka. Saya masih gemetar sampai sekarang,” katanya.

Sementara seorang penumpang kereta Alvia kepada TVE menuturkan,

“Orang-orang berteriak, tas-tas jatuh dari rak. Saya berada di gerbong terakhir, dan itu menyelamatkan saya.”

Menteri Transportasi Spanyol, Oscar Puente, menyatakan penyebab kecelakaan masih diselidiki.

“Sangat aneh kereta bisa keluar jalur di lintasan lurus yang baru diperbarui beberapa bulan lalu,” katanya dalam konferensi pers di Stasiun Atocha, Madrid.

Akibat kecelakaan ini, seluruh layanan kereta api antara Madrid dan Andalusia untuk sementara dihentikan. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez dilaporkan membatalkan agenda pada hari berikutnya untuk menangani langsung tragedi tersebut. @kanaya

Baca Berita Menarik Lainnya :