TAFAKUR: Ketika Anggota Tubuh Saling Ucapkan Salam Jelang Kematian

Editor :
Ilustrasi kematian/via republika.co.id/ist.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Tidak ada yang bisa mengelak dari kematian. Kendati pun seseorang bersembunyi di tempat paling aman di muka bumi, ketika ajalnya tiba orang tersebut pasti mati juga.

Mengingat kematian sangat penting bagi setiap orang agar tidak lupa bahwa hidup di bumi tidak kekal. Akan ada alam lain yang menjadi tempat tinggal kekal dan balasan dari setiap amal yang dikerjakan.

Jika dipelajari, banyak hikmah yang bisa diambil oleh orang yang hidup ketika menyaksikan proses kematian pada seorang anak adam. Pada umumnya kita mendapati seseorang yang tengah menghadapi kematian maka pada setiap bagian tubuhnya akan mengalami dingin perlahan. Umumnya ini terjadi pada bagian kaki dan terus naik ke atas.

Sejatinya dalam banyak hadis, Rasulullah saw. telah menjelaskan tanda-tandanya orang yang akan mengalami mati, bahkan dijelaskan keadaan yang berbeda dialami antara seorang mukmin dan Kafir ketika menghadapi mati.

Tapi dalam tulisan ini, akan dijelaskan tentang fenomena luar biasa yang terjadi pada setiap bagian tubuh ketika mati. Di mana setiap bagian tubuh akan saling mengucapkan salam perpisahan pada bagian tubuh lainnya ketika ruh meninggalkan.

Hal ini sebagaimana keterangan Rasulullah saw. dalam wasiatnya kepada Ali bin Abi Thalib. Keterangan ini juga dapat ditemukan pada kitab Washiyat Al-Musthafa yang disusun Syekh Abdul Wahab bin Ahmad bin Ali bin Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Musa Asy Syarani Al Anshari Asy Syafi’i Asy Syadzili Al Mishri atau dikenal sebagai Imam Asy Syaran.

يَا عَلِيُّ، إِذَا كَانَ الْإِنْسَانُ فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ فَإِنَّ مَفَاصِلَهُ تُسَلِّمُ عَلَى بَعْضٍ تَقُوْلُ السَّلَامُ عَلَيْكَ فَإِنِّيْ مُتُّ وَكَذَا الشَّعْرَةُ الْبَيْضَاءُ عَلَى الشَّعْرَةِ السَّوْدَاءِ

Baca Juga :  TAUSIAH: Manajemen Waktu Menurut Islam (4/Habis)

“Wahai Ali, jika manusia itu sedang dalam sakaratul maut, maka persendian-persendiannya mengucapkan salam perpisahan kepada yang lainnya. Masing-masing mengucapkan: Salam untukmu, maka sesungguhnya aku mati,” Demikian pula rambut yang putih memberikan salam kepada rambut yang hitam. @fen/sumber: republika.co.id

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Motif Abrahah Serang Mekah di Tahun Kelahiran Nabi

Sab Sep 4 , 2021
Silahkan bagikanmoreVISI.NEWS – Di tahun kelahiran Nabi Muhammad saw., Abrahah dan tentara bergajahnya datang menyerang Kota Mekah dan Kakbah. Motif penyerangan itu dilatarbelakangi oleh keinginan dan ambisi Abrahah. Pakar Ilmu Tafsir Prof Quraish Shihab dalam buku Membaca Sirah Nabi Muhammad saw. menjelaskan Abrahah bermaksud mengalihkan masyarakat Arab berkiblat dari Mekah […]