Search
Close this search box.

Tahun 2025 Emas Masih Jadi Benteng Aman, Kripto Tetap Berisiko

Ilustrasi. /visi.news/artificial intellegence

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Sepanjang tahun 2025, emas kembali menunjukkan pamornya sebagai aset lindung nilai (safe haven) yang tangguh di tengah ketidakpastian global. Berdasarkan data pasar global, harga emas melonjak sekitar 65 persen sepanjang 2025 dan melampaui kinerja hampir seluruh aset berisiko, termasuk saham dan mata uang kripto. Kenaikan ini menjadikan emas sebagai salah satu instrumen investasi dengan performa terbaik dalam setahun terakhir.

Harga emas spot bahkan sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di kisaran US$4.560 per ons pada akhir Desember 2025. Meski sempat terkoreksi, emas tetap ditutup kuat di level sekitar US$4.360 per ons pada akhir tahun. Memasuki awal 2026, harga emas masih bergerak stabil di atas US$4.300 per ons, mencerminkan tingginya minat investor terhadap aset yang dianggap aman.

Lonjakan harga emas pada 2025 tidak lepas dari meningkatnya ketegangan geopolitik global. Perang yang masih berlangsung di Ukraina, konflik di Timur Tengah, serta ketidakpastian hubungan dagang internasional membuat investor global mencari instrumen yang lebih stabil. Dalam kondisi tersebut, emas kembali menjalankan fungsi klasiknya sebagai pelindung nilai kekayaan.

Selain faktor geopolitik, kebijakan ekonomi Amerika Serikat turut mendorong reli emas. Depresiasi dolar AS yang mencapai sekitar 10 persen sepanjang 2025 membuat emas semakin menarik bagi investor internasional. Di sisi lain, keputusan The Federal Reserve untuk memangkas suku bunga membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas menjadi relatif lebih kompetitif dibandingkan obligasi.

Peran bank sentral juga sangat signifikan dalam menopang harga emas. Sepanjang 2025, banyak bank sentral dunia meningkatkan porsi cadangan emas mereka sebagai bagian dari strategi diversifikasi aset. Survei Dewan Emas Dunia menunjukkan sekitar 95 persen bank sentral berencana menambah cadangan emas, sebuah sinyal kuat bahwa kepercayaan terhadap logam mulia ini masih sangat tinggi.

Baca Juga :  Jadwal Sholat DKI Jakarta 17 Februari 2026: Waktu Lengkap & Tips Ibadah

Sementara itu, kripto justru menunjukkan volatilitas yang jauh lebih tinggi. Meski sempat mencatatkan reli di periode tertentu, pasar kripto sepanjang 2025 diwarnai fluktuasi tajam akibat sentimen regulasi, peretasan, hingga pergeseran likuiditas global. Kondisi ini membuat kripto masih dipandang sebagai aset berisiko tinggi, terutama bagi investor konservatif.

Analis menilai, perbandingan antara emas dan kripto pada 2025 semakin menegaskan perbedaan karakter kedua aset tersebut. Emas unggul dari sisi stabilitas dan perlindungan nilai jangka panjang, sementara kripto lebih cocok bagi investor dengan profil risiko agresif yang siap menghadapi gejolak pasar ekstrem.

Untuk prospek 2026, sebagian besar analis memperkirakan harga emas akan bergerak di kisaran US$4.000 hingga US$5.000 per ons. Beberapa lembaga keuangan global bahkan memproyeksikan potensi kenaikan lebih lanjut jika perlambatan ekonomi global terjadi atau ketegangan geopolitik kembali meningkat.

Dengan capaian tersebut, emas dinilai masih menjadi pilihan utama investor yang mengutamakan keamanan aset. Di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang belum mereda, emas kembali membuktikan diri sebagai benteng aman, sementara kripto masih harus bergulat dengan stigma volatilitas dan risiko tinggi di mata pasar global.

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :