VISI.NEWS | BANDUNG – Pagi yang cerah di Kantor Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bandung, Jalan Cianjur, menyambut semangat baru bagi jajaran Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung. Pada Jumat (2/1/2026), seluruh pegawai DPMPTSP mengikuti kegiatan kerja bakti yang dilengkapi dengan pembinaan kepegawaian dan pengarahan langsung dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain. Kegiatan ini menandai awal tahun kerja yang penuh semangat dan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Kerja bakti tersebut bukan hanya bertujuan untuk membersihkan lingkungan kantor, tetapi juga sebagai momentum konsolidasi awal tahun bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN). Melalui kegiatan ini, Iskandar berharap dapat memperkuat semangat kerja pegawai DPMPTSP dan menegaskan peran strategis mereka dalam menggerakkan roda perekonomian dan investasi di Kota Bandung.
Dalam arahannya, Sekda Kota Bandung mengingatkan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Ia menekankan bahwa meskipun Kota Bandung memiliki keterbatasan wilayah, potensi ekonomi dan investasi yang dimilikinya sangat besar. “Bandung ini kota kecil secara wilayah, tetapi target investasinya besar. Inilah tantangan kita. Tidak hanya DPMPTSP, tetapi semua perangkat daerah harus saling mendukung,” ujar Iskandar di hadapan para pegawai.
Iskandar juga memberikan apresiasi terhadap perkembangan pesat MPP Kota Bandung, yang kini semakin matang dan inovatif, serta menjadi rujukan daerah lain di Indonesia. Menurutnya, MPP bukan hanya sekadar pusat layanan administratif, tetapi juga menjadi wajah pemerintah di mata masyarakat. Salah satu inovasi yang disorot adalah layanan wali nikah terintegrasi yang hanya ada di Kota Bandung. Dalam waktu tiga bulan terakhir, layanan ini telah melayani sekitar 200 pasangan.
“Ini adalah bukti bahwa pelayanan publik bisa dibuat mudah, dekat, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Hal-hal seperti ini harus terus dikembangkan agar pelayanan menjadi semakin efisien dan lebih dekat dengan rakyat,” ungkap Iskandar. Layanan wali nikah terintegrasi di MPP Kota Bandung menjadi salah satu langkah inovatif untuk menyederhanakan birokrasi dan memberikan pelayanan yang lebih cepat.
Dalam kesempatan itu, Iskandar juga menyinggung tentang transformasi birokrasi yang tengah berjalan di Kota Bandung, khususnya mengenai perubahan jabatan struktural ke jabatan fungsional. Menurutnya, perubahan tersebut bukanlah penurunan peran ASN, tetapi upaya untuk mempercepat dan memprofesionalkan sistem kerja. “Sistem boleh berubah, tapi target dan kinerja tidak boleh turun. Saya yakin DPMPTSP mampu menjawab itu,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kota Bandung, Erick Attauriq, melaporkan capaian kinerja dan langkah strategis yang akan diambil memasuki tahun 2026. Ia memaparkan bahwa realisasi investasi Kota Bandung sepanjang tahun 2025 menunjukkan hasil yang sangat positif, melebihi target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Target investasi Kota Bandung di tahun 2025 sebesar Rp7 triliun berhasil terlampaui dengan capaian hingga triwulan ketiga sebesar Rp10,162 triliun.
“Ini menjadi modal optimisme kita. Meskipun capaian ini sangat baik, tantangan yang kita hadapi ke depan akan semakin besar,” ujar Erick. Menyongsong tahun 2026, target investasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) ditetapkan sebesar Rp11,363 triliun, seiring dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi daerah yang mencapai 5,35 persen. Erick menekankan bahwa DPMPTSP perlu melakukan penyesuaian sistem kerja dan penguatan struktur organisasi untuk mencapai target tersebut.
Erick juga memaparkan bahwa sekitar 80 persen ASN di DPMPTSP Kota Bandung kini merupakan pejabat fungsional. Menurutnya, komposisi ini justru menjadi kekuatan jika dikelola dengan sistem kerja yang tepat, kolaboratif, dan berbasis kinerja. “Dengan sistem kerja yang baru, koordinasi kita sederhanakan tanpa mengurangi tanggung jawab jabatan fungsional. Prinsipnya, kerja tetap cepat dan target tetap tercapai,” jelas Erick.
Kegiatan pengarahan diakhiri dengan kerja bakti bersama di lingkungan kantor DPMPTSP. Bagi jajaran DPMPTSP, kerja bakti ini menjadi simbol kesiapan menyambut tahun 2026 dengan lingkungan yang lebih bersih, sistem kerja yang lebih solid, dan semangat pelayanan yang semakin kuat. Hal ini mencerminkan komitmen mereka untuk terus memberikan pelayanan publik yang lebih baik, lebih efisien, dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.
@uli












