Taj Yasin Ingatkan PTM Aman dari Covid-19 Penting Bagi Interaksi Sosial Siswa

Editor :


Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Pembelajaran daring yang berjalan selama kurang lebih dua tahun terakhir ini,  membuat interaksi sosial antar siswa agak terganggu. Meski mereka satu jurusan atau bahkan satu kelas, mereka belum tentu saling mengenal.

Fakta itu dijumpai Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat beberapa kali melakukan kunjungan kerja, bertemu dengan para pelajar. Salah satunya saat meninjau vaksinasi bagi pelajar di SMK 4 Muhammadiyah – Boyolali, Jumat (24/09/2021)

Wagub mencoba mendekati dua siswa yang tengah memasuki tahap observasi, setelah divaksin. Dimulai dari bertanya seputar vaksinasi dan tanggapan atas pembelajaran jarak jauh, akhirnya wagub yang juga seorang ulama ini bertanya tentang interaksi sosial diantara mereka.

Kancane ana pira ning kelasKenal Kabeh?(Temannya ada berapa di kelas? Kenal semua?),” tanya Taj Yasin kepada salah satu dari mereka, seorang siswi bernama Santi.

Santi menjawab, satu kelas berjumlah 29 siswa namun tidak satupun ia kenal meskipun ia sudah duduk di kelas XI. Artinya sudah dua tahun belajar di sekolah tersebut.

Wagub Taj Yasin kemudian balik bertanya kepada siswa laki-laki yang duduk di sebelah kanannya. Apakah dia mengenal siswi perempuan yang duduk di sebelah kirinya.

“Kamu kelas piraWes kenal?(Kamu kelas berapa? Sudah kenal?),” tanya Wagub dengan jari menunjuk ke arah Santi.

Anak laki-laki bernama Nazril itu menggeleng, yang menandakan dia belum kenal.

Uniknya, setelah sama-sama ditanya jurusan yang diambil dan bahkan kelasnya, jawaban mereka sama. Mereka sama-sama duduk di kelas XI dan sama-sama jurusan Rekayasa Perangkat Lunak.

Lho kok podho kelase rak kenal ki piyePodho lho jurusaneRak kenalGak tahu kenalan? (Lha kok sama kelasnya tetapi tidak saling kenal. Bagaimana ini? Jurusannya juga sama lho),” tanyanya seraya menggoda

Baca Juga :  BREAKING NEWS: 6 Pengikut Habib Rizieq Tewas Ditembak di Tol, Begini Penjelasan Polisi

Taj Yasin mengaku kejadian seperti Santi dan Nazril sudah kerap kali ia temukan. Akibat tidak pernah bertemu secara langsung, kelas daring membuat sesama siswa tidak saling mengenal. Hal ini menurutnya berdampak negatif dari sisi interaksi sosial para siswa.

“Ini nanti juga akan jadi penghambat untuk gotong royong kita. Masyarakat Indonesia, masyarakat Jateng niku biasane tepo slirone munculNek saiki ora kenal karo uwongarep tepo sliro arep pripun carane (Kalau sekarang tidak kenal dengan orang, ingin tenggang rasa mau gimana caranya?). Maka memang kita harus dorong itu (PTM terbuka), sedikit demi sedikit kita buka. Maka kula nitip estu, protokol kesehatane (Maka saya titip sekali, protokol kesehatannya). Kalau mau melakukan PTM, tolong koordinasi dengan dinas,” pesannya. @Hzul

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

4 Kaos Polos Murah Berkualitas dari Berbagai Merk

Sab Sep 25 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Berbicara soal style santai, tentu saja pikiran kita akan langsung tertuju pada kaos bukan? Ya, jelas demikian, sebab jenis atasan yang satu ini memang paling nyaman saat digunakan untuk kegiatan-kegiatan santai. Nah, secara kebetulan juga pada kesempatan kali ini akan merekomendasikan produk kaos polos murah berkualitas dari […]