Tak Ada Transaksi Narkoba di Lapas Tasikmalaya, Namun Ditemukan 2 HP dari Napi

Editor Kepala Seksi Administraai Keamanan dan Ketertiban Lapas Tasikmalaya, menunjukkan foto napi yang kena razia./visi.news/ayi kuraesin
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Petugas Lembaga Pemasyaratan (Lapas) Klas II B Tasikmalaya, Jawa Barat, merazia penghuni lapas, Rabu (22/7) lalu.

Dalam razia tersebut petugas menemukan dua unit HP dari kamar nomor 5 A, yakni HP jenis android. Kedua barang itu ditemukan di dalam kamar seorang napi kasus narkotika bernama Pipit Andriana (23) yang menjalani hukuman 9 tahun penjara.

Kepala Seksi (Kasi) Administrasi Keamanan dan Ketertiban Lapas Tasikmalaya, Sutisna kepada wartawan, Kamis (23/7) mengatakan, pihaknya menerima informasi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tasikmalaya ada transaksi sabu-sabu yang dikendalikan dari dalam lapas yang dilakukan oleh seorang napi (narapidana).

Setelah ditelurusi dan digelar razia, ditemukan dua unit HP dari dalam kamar milik Pipit yang disembunyikan di bawah bantal.

“Kami menggelar razia di salah satu kamar no 5 A yang menurut laporan BNN ada pengendalian narkotika dari dalam lapas. Namun setelah ditelusuri, di sana tidak ada transaksi seperti disampaikan BNN,” tuturnya.

Dikatakannya, meski demikian petugas lapas menemukan dua unit HP milik Pipit Andriana. Kini narapidana tersebut langsung diamankan di ruangan khusus. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, yang bersangkutan tidak mengakui perbuatannya.

“Adapun dua unit HP yang dimilikinya, diakui yang bersangkutan diberi dari seorang napi Budi Amruloh dalam kasus psikotropika tapi sudah keluar,” katanya.

Dijelaskan Sutisna, informasi yang diberikan BNN ada narapidana telah mengendalikan sabu-sabu di dalam Lapas Tasikmalaya tidak benar karena petugas hanya menemukan dua unit HP yang salah satunya sudah rusak.

Dengan ditemukan barang bukti tersebut, napi tersebut sudah melanggar peraturan dan tata tertib hingga terancam diberi sanksi, yakni tidak akan mendapat remisi selama satu tahun, termasuk haknya dihilangkan selama dalam penjara.

Baca Juga :  Dompet Dhuafa Raih 2 Katergori Penghargaan dalam Ajang Human Capital on Resilience Excellence Award 2022

“Narapidana tersebut tidak akan diberi remisi potongan hukuman selama satu tahun karena sudah melanggar peraturan di dalam lapas,” jelasnya.

Narapidana bernama Pipit menjalani hukuman selama 9 tahun setelah divonis Pengadilan Negeri Klas 1 A Tasikmalaya dengan kasus narkotika jenis sabu-sabu.

Sebelumnya, yang bersangkutan juga divonis 7 tahun penjara dengan kasus yang sama di Garut. Sehingga total lama hukuman yang bersangkutan selama 16 tahun.

Kemungkinan besar Pipit juga akan dipindahkan ke lapas daerah lain karena menjalani hukuman lebih dari 5 tahun.

Selama ini, lapas juga tidak menerima paket yang berisikan titipan dan makanan. Adapun ketika ada yang besuk harus melalui pemeriksaan petugas secara ketat. Hal ini untuk meminimalisasi para pengunjung terutama yang membawa barang berbahaya. @akr

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Tebang Ratusan Pohon Milik Orang Lain, Dua Warga Diamankan Polisi

Jum Jul 24 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Jajaran Polsek Garutkota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (23/7), mengamankan dua orang warga, MA (37) dan MY (53). Keduanya diamankan karena telah melakukan penebangan pohon kayu dan bambu milik orang lain dengan jumlah ratusan batang. “Dua orang yang telah kami amankan karena diduga melakukan pencurian ratusan batang […]