Tak Diberi Uang, Anak Todongkan Pisau ke Perut Ibu Kandungnya

Editor Todong ibu kandug seorang anak digelandang ke kantor polisi./okezone.com/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Hanya gara-gara tidak dikasih uang oleh ibunya, seorang pria di Kabupaten Musirawas terpaksa ditangkap polisi karena diduga mengancam hendak membunuh ibunya.

Depri Ariansyah (25) warga Dusun Ini, Desa Lubukrumbai, Kecamatan Tuahnegeri, Kabupaten Musirawas, Jumat (12/6) sekitar pukul 21.00 WIB, ditangkap aparat karena diduga mengancam hendak membunuh ibunya Asnawati (47), gara-gara tidak dikasih uang.

Kapolres Musirawas AKBP Efrannedy melalui Kapolsek Muara Kelingi Iptu Hendrawan menjelaskan, seperti dilasir Okezone.com, peristiwa itu terjadi, Selasa (26 Mei 2020) sekitar pukul 14.00 WIB di dalam rumah mereka.

Tersangka meminta uang kepada ibu kandungnya, namun tidak diberik karena ibunya tidak punya uang. Namun tersangka tetap memaksa sambil berkata akan membunuh korban dan mengayunkan pisau ke arah perut korban, tetapi tidak mengenai korban.

Karena ketakutan korban langsung pergi dari rumah. Akibat kejadian tersebut korban mengalami rasa takut, merasa terancam jiwanya, dan merasa tidak senang akibat perbuatan anaknya sehingga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Muarakelingi.

Usai menerima laporan korban, petugas langsung menangkap tersangka yang saat itu sedang berada di rumahnya.

“Kemudian pelaku dibawa ke Puskesmas Muarakelingi untuk dicek kesehatannya setelah dinyatakan sehat pelaku dibawa ke Polsek Muarakelingi untuk dilakukan riksa,” katanya. @fen

Baca Juga :  Bikin Provokasi Melawan Aparat Keamanan, 7 Admin Medsos Diamankan Polisi

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Legislator Berharap Pers Miliki ‘Self Regulatory’

Sen Jun 15 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Anis Byarwati berharap, pers dapat memerankan fungsinya sebagai wadah informasi, pendidikan, hiburan, kontrol sosial, serta ikut memperjuangkan penegakan keadilan dan kebenaran. Ia juga berharap, Baleg dapat menyepakati jati diri pers yang bisa mengatur dirinya sendiri (memiliki self regulatory), dengan tetap mempertimbangkan […]