Tak Terhalang Covid-19, UPTD P5A Rancaekek Tetap Laksanakan Tugas Pembinaan dan Penyuluhan

Kasubag Tata Usaha UPTD P5A Kec. Rancaekek, Kabupaten Bandung, H. Yadi Rahmayadi yang biasa disapa Abah./visi.news/budimantara.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Di tengah wabah penyebaran corona virus disease 2019 (Covid-19), jajaran Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengendalian Penduduk,  Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (UPTD P5A) Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, tetap melaksanakan kinerjanya untuk melakukan pembinaan dan penyuluhan kepada warga.

Namun dampak kebijakan pemerintah untuk mencegah penularan wabah Covid-19 dan masyarakat diimbau untuk tetap berada di rumah, angka kelahiran penduduk diperkirakan akan bertambah. 

“Dampak Covid-19, jumlah angka kelahiran penduduk bisa saja meningkat. Soalnya, kebanyakan warga berada di rumah. Meski demikian, kita tetap melakukan pembinaan dan edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi angka kelahiran, pasangan suami istri bisa memakai alat kontrasepsi,” kata Kasubag Tata Usaha UPTD P5A Kecamatan Rancaekek H. Abah Yadi Rahmayadi kepada VISI.NEWS di ruang kerjanya di Kelurahan Rancaekek Kencana, Kecamatan Rancaekek, Jumat (3/7) siang. 

Menurutnya, untuk menekan angka kelahiran, pemerintah khususnya dari UPTD P5A Kecamatan Rancaekek tetap melaksanakan program pemerintah. 

“Namun saat ini dalam pelaksanaan pembinaan atau penyuluhannya, tidak memperbanyak tatap muka dengan warga. Melainkan memanfaatkan media sosial atau teknologi informasi. Di antaranya berkomunikasi dengan warga melalui WhatsApp atau via telepon dalam rangka melaksanakan physical distancing atau jaga jarak,” kata Abah Yadi. 

Ia pun mengatakan, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah wabah virus corona ini, para pegawai di lingkungan UPTD P5A pun ada pembagian sistem kerja. Selain ada yang siaga atau bertahan di kantor, dan sebagian lagi bekerja di rumah (work from home). 

“Kita juga terus melakukan perekaman data dan evaluasi data yang berkaitan dengan tupoksi kita bekerja di P5A. Termasuk kita juga terus menjalin komunikasi dengan bidan desa dan para kader yang ada di masing-masing desa,” katanya. 

Abah Yadi menuturkan, pihaknya pun terus melakukan koordinasi dengan Pos Keluarga Berencana (KB) dan Sub Pos KB.

“Yang jelas kita melakukan pembinaan dasar memanfaatkan fasilitas WhatsApp. Apalagi peran Pos KB, langsung berkomunikasi dengan masyarakat,” katanya. 

Lebih lanjut ia mengatakan, selain melaksanakan pengendalian penduduk dan pemberdayaan perempuan, pihaknya turut melaksanakan perlindungan terhadap anak-anak. 

“Soalnya, mereka memiliki hak hidup, hak sekolah, dan hak asuh. Kita juga berusaha untuk melakukan pembinaan terhadap keluarga, jangan sampai terjadi kekerasan dalam rumah tangga. Kami juga berharap kepada anak-anak, khususnya anak sekolah untuk tetap berada di rumah,” katanya. 

Sementara untuk pembinaan terhadap ibu hamil, katanya, dilaksanakan oleh bidan desa yang ada di lapangan.

“Apalagi saat ini dalam penyebaran Covid-19, ibu-ibu hamil harus tetap menjaga kesehatan tubuh dengan cara menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Harus selalu pakai masker ketika keluar rumah dan selalu cuci tangan pakai sabun untuk mencegah penularan virus corona. Selain itu harus selalu menjaga jarak dan menghindari kerumunan,” ungkapnya. 

Meski dalam kondisi pandemi Covid-19, Abah Yadi juga berharap kepada ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan atau pengecekan rutin ke bidan. “Walau mereka dihantui kekhawatiran dan takut terpapar virus corona, tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” ucapnya.@bud 

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

KPK Tetapkan Bupati dan Ketua DPRD Kutai Timur Sebagai Tersangka

Sab Jul 4 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Setelah terjerat operasi tangkap tangan pada Kamis (2/7/2020), Bupati Kutai Timur Ismunandar ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap proyek infrastruktur di Kabupaten Kutai Timur. “Selanjutnya KPK menetapkan tujuh orang sebagai tersangka. Pertama, sebagai penerima, masing-masing ISM (Ismunandar) selaku Bupati,” kata […]