Taliban Berkuasa, Harga Burqa Naik 10 Kali Lipat di Afghanistan

Editor Taliban berkuasa, harga burqa naik 10 kali lipat di Afghanistan./india today/via kontenislam.com/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Harga penutup wajah (burqa) naik hingga 10 kali lipat di Afganistan setelah Taliban berkuasa di negara itu. Hal itu karena pemerintahan Taliban mewajibkan perempuan untuk menutupi tubuh dan wajah mereka dengan burqa.

Melansir Kontenislam.com yang menyadur India Today Kamis (19/8/2021), berdasarkan sejarah ketika Taliban
memimpin sebelumnya, wanita Afghanistan juga dilarang sekolah, bekerja atau meninggalkan rumah tanpa kerabat laki-laki.

Sementara CNN melaporkan, seorang wanita di Kabul hanya memiliki satu atau dua burqa untuk dipakai bergantian oleh dia, saudara perempuan dan ibunya.

“Jika kami tidak memiliki burqa, kami harus mendapatkan sprei atau sesuatu untuk membuatnya menjadi syal yang lebih besar,” katanya.

Seorang lulusan universitas berusia 25 tahun, yang bekerja untuk LSM lokal di Herat, Afghanistan mengatakan tidak meninggalkan rumah selama beberapa minggu karena konflik.

Dari pembicaraannya dengan warga lain, dia mengatakan hanya ada sedikit wanita di jalanan, bahkan dokter wanita kini tinggal di rumah sampai situasinya lebih terkendali.

“Saya tidak bisa menghadapi pejuang Taliban. Saya tidak memiliki perasaan yang baik tentang mereka.”

“Tidak ada yang bisa mengubah sikap Taliban terhadap perempuan dan anak perempuan, mereka masih ingin perempuan tinggal di rumah,” katanya seperti dikutip kantor berita AP.

“Saya tidak berpikir saya akan siap untuk mengenakan burqa,” katanya, mengacu pada jubah biru yang dikenakan perempuan di bawah pemerintahan Taliban.

“Saya tidak bisa menerimanya. Saya akan memperjuangkan hak saya, apa pun yang terjadi,” katanya. @fen

Baca Juga :  Habib Rizieq Divonis 4 Tahun Penjara, Rocky Gerung: Putusan Hakim Bisa Picu Keonaran

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Amandemen UUD 1945 Dikhawatirkan Buka Celah Presiden Dipilih MPR

Jum Agu 20 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) berencana melakukan amendemen UUD 1945. Tujuannya, untuk menyusun Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) sebagai dasar pembangunan nasional jangka panjang. Anggota Dewan Pembina Perludem Titi Anggraini menolak rencana MPR untuk melakukan amandemen UUD 1945. Meskipun, tujuannya hanya menyusun Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN). Titi khawatir, amandemen […]