Tanggulangi Dampak Corona, SPSI Peduli Kucurkan Bantuan untuk 100.000 Buruh di Kabupaten Bandung

Ketua Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit Kabupaten Bandung H. Uben Yunara./visi.news/budimantara.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Bandung akan meluncurkan program “SPSI Peduli” untuk membantu 100.000 buruh yang terdampak pandemi Covid-19 atau virus corona.

Pada tahap pertama, SPSI Peduli ini menyiapkan anggaran sebesar Rp 10 triliun yang akan digulirkan kepada para buruh dalam bentuk bantuan pinjaman lunak sebesar Rp 10 juta per orang.

Bantuan ini dengan konsep “Sabilulungan Silih Tulungan” di tengah pandemi Covid-19.

Ketua Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit SPSI Kabupaten Bandung Uben Yunara menyatakan, program SPSI Peduli ini untuk menanggulangi para buruh yang menjadi korban terdampak pandemi Covid-19.

“Program SPSI Peduli ini diinisiasi oleh SPSI bekerja sama dengan perusahaan besar di Jakarta sebagai penyedia anggaran tahap pertama sebesar Rp 10 triliun. Program ini akan digulirkan mulai awal Juni-Juli 2020 dan akan dilanjutkan secara bertahap pada bulan berikutnya,” kata Uben kepada wartawan VISI.NEWS di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Kamis (21/5).

Uben mengatakan, teknis mendapatkan bantuan lunak itu, para buruh hanya diwajibkan mengajukan persyaratan berupa KTP-elektronik dan Kartu SPSI. Persyaratan itu disampaikan ke pengurus SPSI untuk direkomendasikan mendapatkan bantuan dari perusahaan penyedia anggaran tersebut. Tanpa ada rekomendasi dari SPSI tidak bisa dicairkan.

“Bantuan pinjaman lunak itu diprioritaskan bagi para buruh yang saat ini dirumahkan dari pekerjaannya dan sambil menunggu dipekerjakan kembali. Saat ini, hampir sebagian besar buruh dirumahkan, termasuk pekerja tetap. Selain itu, diprioritaskan untuk para pekerja kontrak dengan masa kerja sudah di atas 3 tahun,” ungkapnya.

Ia mengatakan, untuk mengembalikan angsuran pinjaman itu, yakni dari upah kerja yang dibayarkan oleh perusahaan masing-masing. Nantinya dalam program SPSI Peduli ini kerja sama antara pihak pabrik tempat kerja para buruh dengan pihak penyedia pinjaman tersebut.

“Saya minta pihak perusahaan jangan ada PHK lagi. Pinjaman ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan para buruh,” katanya.

Uben mengatakan, untuk mengembalikan bantuan pinjaman ini, bergantung kesiapan para pekerja. Bisa dilakukan dengan jangka waktu selama 2 tahun, 1 tahun atau 6 bulan, sesuai dengan kemampuan dan pendapatan para buruh.

“Pemberian bantuan pinjaman Rp 10 juta per buruh ini dengan sasaran untuk ketahanan ekonomi buruh selama pandemi Covid-19. Di antaranya untuk pembelian sembako, dengan harapan anggaran sebesar itu bertahan sampai bulan Desember 2020,” ungkapnya.

Uben juga secepatnya akan menemui Bupati Bandung dalam upaya membahas program SPSI Peduli. Dengan harapan program ini dapat membantu pemerintah dalam upaya menanggulangi dampak wabah virus corona.

“Soalnya, para buruh umumnya tidak mendapatkan bantuan langsung tunai dari pemerintah. Ini dalam upaya kita ikut berpartisipasi membantu pemerintah di tengah pandemi Covid-19. Walaupun bantuan SPSI Peduli ini tidak sebesar yang dikucurkan pemerintah kepada masyarakat umum,” tutur Uben.

Dikatakannya, program SPSI Peduli ini, selain dilaksanakan di Kabupaten Bandung, juga bisa dikembakan pada tahap berikutnya di Bandung Raya, Jawa Barat, dan tidak menutup kemungkinan di Indonesia.

“Kita fokus membantu dan memperjuangkan para buruh di tengah penyebaran wabah virus corona,” ucapnya.

Uben mengungkapkan, program unggulan SPSI ini dalam upaya menutup pergerakan rentenir. Pasalnya, rentenir memberikan pinjaman uang dengan bunga sangat tinggi sehingga sangat memberatkan bagi para pekerja. @bud

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

PVMBG Nyatakan Suara Dentuman di Bandung Bukan karena Vulkanik

Kam Mei 21 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan suara dentuman misterius yang terdengar di wilayah Bandung Raya bukan karena adanya aktivitas vulkanik. Kepala Bidang Gunung Api PVMBG, Hendra Gunawan mengatakan, sejauh ini tidak ada laporan tanda-tanda erupsi dari sejumlah pos-pos gunung api di wilayah Bandung.   […]