Tangis Wali Kota Perempuan Afghanistan Pergi Hindari Taliban

Editor Tangis Zarifa Ghafari saat menceritakan kepergiannya dari Afghanistan demi menghindari Taliban./ap/federico gambarini/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Zarifa Ghafari tak kuat menahan tangis saat memberikan keterangan pers di Dusseldorf, Jerman. Ia beserta keluarganya berhasil melarikan diri dari Afghanistan ketika Taliban merebut kembali negaranya.

Sebelum Taliban berkuasa, Ghafari merupakan Wali Kota Maidan Shah, sebelah barat Kabul. Ia bahkan tercatat sebagai wali kota pertama dari kaum perempuan di negara itu.

Kini ia hanya bisa memikirkan keselamatan diri dan keluarga tercinta ketika Taliban berkuasa. Satu-satunya pilihan baginya adalah meninggalkan negara tercinta.

Nasib baik bagi Ghafari. Jerman bersedia menerima ia dan keluarga sebagai salah satu eksil yang menghindar dari Taliban.

Dalam wawancara eksklusif dengan media Jerman Bild via Reuters, dilasir CNN Indonesia, Ghafari menyampaikan pesan terutama bagi kaum perempuan di Afghanistan.

“Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah Jerman dan seluruh rakyatnya karena telah menyelamatkan nyawa dan keluarga saya. Kedua, saya tahu krisis pengungsian dan masalah imigrasi di Jerman,” ujar Ghafari dengan suara bergetar, tampak matanya berkaca-kaca berusaha menahan tangis.

“Tapi saya dan keluarga, kami di sini bukan imigran. Saya di sini untuk menggemakan suara 99 persen rakyat Afghanistan yang tak bisa keluar rumah, perempuan yang tak bisa bekerja, perempuan yang tak bisa bersuara,” Ghafari menambahkan.

Ghafari didampingi Armin Laschet, kandidat kanselir kubu konservatif Angela Merkel untuk pemilihan pada 26 September.

“Dia (Ghafari) ingin berjuang untuk negaranya dan memberi tahu semua orang apa yang terjadi di sana (Afghanistan),” ucap Laschet yang merupakan Perdana Menteri Negara Bagian North Rhine-Westphalia, Jerman.

Kesaksian Diva Afghanistan

Sementara itu, seorang penyanyi asal Afghanistan Aryana Sayeed berbagi kisah dirinya bersama sang tunangan berhasil melarikan diri, kala Taiban kuasai negaranya.

Baca Juga :  Polisi Sita Tiga Kilogram Ganja dari Pengedar Narkoba Lintas Pulau

“Saya merasa akan mati, dalam arti sesungguhnya,” ungkap Aryana menggambarkan situasi yang ia alami pada Access Hollywood, dan diunggah di Youtube, Selasa (24/8/2021), dilansir CNN Indonesia.

Ia menuturkan kesaksian betapa kacaunya bandara di Afghanistan saat dirinya melarikan diri. Ia melihat banyak orang yang putus asa dan tak punya daya untuk pergi.

Salah satu momen yang diingatnya adalah ketika seorang ibu meminta Aryana membawa seorang bayi bersamanya.

“Saya tidak bisa memisahkan bayi dari ibunya, sebenarnya saya ingin membawa bayi itu tapi kemudian saya tidak bisa,” tuturnya.

Sejumlah tentara menanyakan status bayi yang ia bawa, namun akhirnya Aryana tidak diperkenankan membawa bayi tersebut.

“Maaf, Nyonya. Kami tidak bisa melakukan itu,” ucap Aryana menirukan salah satu tentara yang mengadangnya membawa bayi.

Berhasil mendapat penerbangan, saat ini Aryana Sayeed bersama tunangannya berada di Los Angeles.

Dalam kesempatan yang sama mereka menggambarkan betapa kondisi di negara asalnya tersebut amat mengkhawatirkan.

“Mereka (warga Afghanistan) dibiarkan tanpa makanan dan tempat tinggal, mereka hidup dalam ketakutan sekarang. Dan hati saya terluka,” ujar Aryana.

Saat ini Taliban tengah menguasai Afghanistan dan mengambil alih kendali. Situasi masih belum kondusif dan banyak warga Afghanistan berupaya keras untuk keluar dari negara tersebut. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

MAUNG BANDUNG: Pastikan Skuadnya Sudah Lengkap

Rab Agu 25 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Persib Bandung sudah mengumpulkan seluruh pemainnya di Kota Kembang dan memastikan skuadnya telah lengkap untuk mengarungi kompetisi Liga 1 2021 yang akan dimulai 27 Agustus mendatang. Terakhir, striker asal Belanda Geoffrey Castillion yang baru mengakhiri masa karantina di Jakarta sudah tiba di Bandung. “Castillion sudah berada di […]