Search
Close this search box.

Tarik Saksi dan Tolak Hasil Rekapitulasi Suara, 10 Parpol Minta Tanggung Jawab Bawaslu dan KPU

Bagikan :

VISI.NEWS | SOREANG – Hari keempat rapat pleno perhitungan perolehan suara Pemilu 2024 tingkat Kabupaten Bandung diwarnai munculnya dugaan kejanggalan data suara dari perwakilan 10 Partai Politik Non Parlemen.

Ketua DPD Partai Gelora Kabupaten Bandung Abdurahim Santosa mengakui adanya kejanggalan data suara pada saat rapat pleno ini dari para saksi-saksi.

“Ada ketidaksesuaian suara, sehingga kita dari partai non parlemen ini mau melaporkan ke Bawaslu, namun pimpinanya tidak hadir di sini, hanya ada perwakilan tentu itu tidak bias menjawab soal ini, perhitungan suara ini kami minta dihentikan dulu, sebelum temuan-temuan ini diselesaikan,” katanya, saat jumpa pers di Soreang, Senin (4/3/2024).

Santosa menyebutkan, kejanggalan data suara ini terjadi bukan pada jumlah yang sedikit tapi mencapai ribuan.

Untuk itu pihaknya bersama partai non parlemen lainnya menarik semua saksi dari rapat pleno rekapitulasi perolehan suara tersebut.

“Langkah selanjutnya kita tidak akan mengakui hasil perolehan perhitungan suara ini dan tidak akan menandatangani berita acaranya,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Partai Pembangunan Persatuan Kabupaten Bandung H. Didin Saepudin mengatakan bahwa pihaknya banyak mendapat temuan data yang double.

“Kami ingin menanyakan mana tanggungjawab Bawaslu dan KPU, kok bisa terjadi ketidaksesuaian data, kita semua sudah percaya pada pihak-pihak itu. Jadi bagaimana penjelasannya perbedaan data dan perbedaan angka ini,” katanya.

“Kami belum mendapat jawaban yang memuaskan dari Bawaslu dan KPU, kami semua sepakat sampai kapanpun menunggu dan memohon untuk mendapat jawaban yang jelas, kami juga disini tanggung jawab mereka juga harus tanggung jawab,”ucapnya.

Perwakilan dari Partai Buruh, Usep Mulyana menyayangkan perhitungan perolehan suara tingkat Kabupaten Bandung ternodai oleh hal-hal yang seperti ini.

Baca Juga :  Benfica Tertahan, Tekanan ke Mourinho Makin Berat

Ia juga mempertanyakan statemen Ketua Bawaslu Kabupaten Bandung Kahpiana di salah satu media massa yang menegaskan bahwa  kalau ada yang berani otak atik suara berhadapan dengan pihaknya.

“Memang dari awal mah dia bagus tuh karena mengkritisi, tapi sekarang ke mana gak ada di sini, ini kan ada yang otak atik, kok yang bersangkutan gak hadir,” ucapnya.

Usep yang juga Caleg DPRD Kabupaten Bandung dari Partai Buruh mengaku suara untuk dirinya di Dapil 6 dirubah. Bahkan, daerah Ciparay dan Baleendah harus sampai 3 kali pengulangan.

“Suara saya di Kecamatan Baleendah saat dihitung PPK itu hanya 1.000 lebih, ketika dihitung di sini 3.000-an, Nah ini muncul angka yang benar, jadi bukan ditambah suara saya. Namun suara awal saya mereka rubah,” katanya.

“Di Ciparay juga sama, berubah suaranya, ketahuan ketika dikoreksi disini, jadi yang input dari awal di tingkat Kecamatan PPK, ini saya simpan datanya,” pungkasnya. @gvr

Baca Berita Menarik Lainnya :