VISI.NEWS | BANDUNG -Malam peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 diwarnai dengan suasana khidmat di RW 03 RW 17 Kelurahan Manggahang, Kecamatan Baleendah. Pada malam 17 Agustus, warga menggelar acara tasyakuran sekaligus malam renungan untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah mengantarkan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan.
Ketua RT 03, Dadan Supriadi, dalam sambutannya di hadapan 68 kepala keluarga menekankan pentingnya menjaga semangat persatuan di tengah masyarakat. “Kekompakan dan kebersamaan warga RT 03 merupakan bukti adanya persatuan di antara kita semua. Hal ini harus terus kita pertahankan,” ujarnya.
Acara tersebut juga menghadirkan tokoh masyarakat Bambang Melga, yang memberikan penguatan kepada para warga. Ia menegaskan bahwa kegiatan semacam ini menjadi bentuk nyata dari semangat perjuangan. “Ini merupakan konsistensi yang menunjukkan semangat para pejuang yang telah mewariskan rasa persatuan. Itulah aset berharga yang harus kita rawat bersama,” kata Bambang.
Turut hadir pula Ketua RW 17, Wawan Viking, yang menyampaikan bahwa di wilayahnya terdapat tiga RT yang secara serentak melaksanakan malam tasyakuran pada 17 Agustus ini. Hadir pula Kasi Trantib Kelurahan Manggahang, Ii S, serta Asep dari Linmas yang melakukan pemantauan terhadap jalannya kegiatan di lingkungan tersebut.
Dalam sambutannya, Wawan Viking menegaskan pentingnya menjaga kekompakan dan persatuan demi terwujudnya lingkungan yang aman dan kondusif. Menurutnya, semangat kebersamaan yang ditunjukkan warga menjadi modal utama dalam menjaga ketertiban di wilayah RW 17.
Selain itu, Wawan juga menyampaikan informasi pembangunan bagi warganya. Ia menjelaskan bahwa pada bulan September mendatang, akan dilaksanakan pengaspalan jalan sepanjang 150 meter di dua gang di Komplek RW 17. Tak hanya itu, bantuan berupa 10 ekor kambing, bibit, pupuk, dan peralatan pertanian lainnya juga akan segera diterima oleh warga.
Acara tasyakuran malam kemerdekaan tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sambutan para tokoh masyarakat, pemutaran film perjuangan, doa bersama, hingga makan bersama seluruh warga, pengurus RT, RW, serta perwakilan dari kelurahan.
Momen kebersamaan itu berlangsung dengan penuh kehangatan. Warga dari berbagai latar belakang berkumpul dalam satu tempat, menegaskan bahwa semangat gotong royong dan persatuan masih tetap hidup di tengah masyarakat.
Dengan suasana yang penuh rasa syukur, malam tasyakuran ini tidak hanya menjadi ajang memperingati hari kemerdekaan, tetapi juga memperkuat ikatan silaturahmi warga. Kehadiran tokoh masyarakat dan aparat kelurahan semakin menambah semangat kebersamaan untuk menjaga persatuan dan membangun lingkungan yang lebih baik.
@bambang melga












