VISI.NEWS | BANDUNG – Puasa Daud merupakan salah satu ibadah sunnah yang menempati posisi istimewa dalam Islam. Tidak seperti puasa sunnah lain yang memiliki waktu tertentu, amalan ini dijalankan secara bergantian, yaitu sehari berpuasa dan sehari berikutnya berbuka, tanpa batas waktu khusus.
Dalam buku ‘Puasa Daud untuk Kecerdasan & Keberuntungan Akademikmu’ karya Yanuar Arifin dijelaskan, praktik ini pertama kali dilakukan Nabi Daud AS sebagai wujud kecintaan kepada Allah SWT. Rasulullah SAW pun menegaskan bahwa puasa Daud adalah puasa sunnah terbaik dan tidak ada amalan lain yang melebihinya.
Pelaksanaannya serupa dengan puasa pada umumnya, yakni diawali dengan niat, menahan diri sejak terbit fajar hingga matahari terbenam, serta dianjurkan segera berbuka ketika waktunya tiba.
Keutamaan puasa ini ditegaskan melalui hadits Abdullah bin Amr bin al-Ash. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa Daud adalah puasa yang paling dicintai Allah, sementara salat Daud juga menjadi ibadah malam yang paling disukai Allah. Nabi Daud tidur separuh malam, bangun untuk ibadah sepertiga malam, lalu kembali tidur seperenam malam, serta berpuasa sehari dan berbuka sehari.
Meski tanpa aturan waktu yang baku, para ulama menyebut umat Islam bisa menunaikan puasa Daud kapan saja sesuai kemampuan. Amalan ini diyakini membawa banyak keberkahan bagi yang istiqamah menjalaninya.
@ffr












