TAUHID: Dewan Fatwa Turki Larang Penggunaan Jimat Mata Iblis

Editor Nazar atau evil eyes./via republika.co.id/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Otoritas agama Islam di Turki  mengumumkan larangan penggunaan jimat ‘Evil’s Eye’ atau mata iblis yang banyak digunakan masyarakat.

Jimat kaca biru berbentuk mata ini tersebar luas di Turki karena diyakini mampu menangkal niat jahat orang lain.

Otoritas atau pengadilan agama Diyanet, yang mengatur semua hal yang berkaitan dengan Islam di Turki, mengecam penggunaan ornamen tersebut. Jimat ini dikenal secara lokal sebagai nazarlik atau nazar boncugu.

“Meskipun sifat dan asal mata iblis tidak diketahui secara pasti, beberapa orang percaya dapat menciptakan efek negatif dengan pandangan mereka,” kata Diyanet dalam sebuah nasihat yang dipublikasikan di situsnya melansir Republika.co.id dari Aljazeera, Sabtu (23/1/2021).

“Dalam agama kami, sikap, perilaku, dan keyakinan yang menghubungkan pengaruh akhir pada apa pun selain Allah dilarang.  Untuk alasan ini, tidak diperbolehkan memakai jimat mata iblis dan benda serupa di sekitar leher atau di mana pun untuk mendapatkan keuntungan darinya,” kata artikel tersebut.

Kepercayaan pada kekuatan mata iblis sudah ada sejak zaman kuno dan tersebar luas di seluruh Mediterania dan sebagian Asia. Logika di balik keyakinan ini adalah bahwa kesuksesan atau objek yang mengagumkan akan menginspirasi rasa iri yang dapat ditularkan dalam pandangan yang berbahaya. 

Jimat ini digunakan untuk mencegat kutukan dan melindungi pemakainya. Tradisi ini diyakini berasal dari setidaknya 3300 Sebelum Masehi dan telah diadopsi secara luas di Turki.

Nese Yildiran, profesor sejarah seni di Universitas Bahcesehir Istanbul, mengatakan warna biru manik-manik itu berhubungan dengan dewa langit Turki Seljuk di Asia Tengah.

“Para Seljuk Agung yang menerima Islam terus menggunakan warna ini dalam dekorasi arsitektural,” katanya.

Baca Juga :  Wali Kota Bandung Minta Warga Gelar Salat Id di Setiap RT

“Penggunaan dua corak warna biru, kobalt dan turquoise dalam seni Islam juga merupakan hasil ekspresi dengan pemahaman Islam yang memasukkan nama Tuhan dan kaligrafi Arab,” tambah Yildiran.

Jimat diberikan kepada bayi yang baru lahir karena dianggap sangat rentan terhadap mata iblis dan juga dipakai sebagai perhiasan. Lebih umum lagi, mereka menghiasi rumah, tempat kerja, mobil dan bus atau di tempat-tempat yang memungkinkan untuk menggantung jimat.

“Banyak orang percaya pada kekuatan mata iblis. Saya telah mengetahui banyak kasus di mana orang dipuji karena sesuatu, seperti sepasang sepatu baru dan tidak lama setelah mereka tersandung dan lecet.  Ini adalah mata iblis, atau begitulah yang dipikirkan banyak orang.  Bagaimanapun, tidak ada salahnya untuk memiliki perlindungan,” kata Cansu Polat, seorang insinyur konstruksi berusia 35 tahun yang mengenakan nazarlik kecil di lehernya. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

HAJI: Pelayanan yang Baik Kewajiban Negara pada Umat

Sen Feb 8 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Pengamat Ekonomi Politik dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamudin Daeng menilai, pelayanan haji yang baik merupakan kewajiban negara kepada umat selaku regulator dan pelayan. Maka, tak relevan jika membandingkan pengelolaan investasi dana haji dengan proyeksi peningkatan pelayanan haji bagi para jemaah. “Kalau dibilang investasi dana haji […]