TAUSIAH: Akibat Miras, Seorang Ahli Ibadah Berzina dan Membunuh

Editor Meski ada manfaatnya, mudarat atau dampak miras sangat mengerikan bagi tubuh. /ilustrasi/unsplash/via islampos./ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Islam melarang keras untuk mendekati khamar (miras) karena dosa dan mudaratnya sangat besar. Menolak peredaran minuman keras (miras) bukanlah semata-mata karena kepentingan agama, namun dampaknya yang merusak kehidupan manusia.

Khamr menurut bahasa berarti penutup berasal dari kata “khomara” yang artinya menutupi. Bisa diartikan bahwa khamr artinya menutupi akal pikiran dari mengetahui keadaan yang benar. Ia adalah sumber dari segala kerusakan.

Islam melarang keras mendekati perkara ini apalagi mengonsumsinya atau membuka peluang untuk melegalkannya. Berikut peringatan Allah Ta’ala berfirman tentang miras.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْاَنْصَابُ وَالْاَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras (al-Khamr), berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.” (QS Al-Maidah Ayat 90)

Mari kita simak kisah berikut ini. Betapa miras menjadi sebab kehancuran seseorang. Bahkan ada ahli ibadah yang tercekoki oleh miras, hidupnya berakhir tragis, dan terhina di sisi Allah.

Imam Abu Laits As-Samarqandi (wafat 373 H) dalam Kitab Tanbihul Ghafilin menceritakan kisah ahli ibadah yang tergelincir dalam maksiat. Kisah ini dinukil dari Sayyidina Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu.

Dahulu, ada seorang ‘abid (ahli ibadah) yang biasa pergi ke masjid. Ia dikenal sebagai sosok yang tekun beribadah hingga disukai oleh seorang perempuan pelacur. Suatu hari ahli ibadah ini bertemu dengan seorang perempuan pelacur.

Pelacur itu mengutus pembantunya untuk menyampaikan pesan kepada ahli ibadah, “Kami mengundang engkau untuk suatu kesaksian.”

Ahli ibadah itu pun pergi bersama pembantu tersebut. Ketika sampai di rumah sang pelacur, ahli ibadah itu dipersilakan masuk ke dalam rumah dan kemudian pintunya ditutup oleh perempuan itu.

Baca Juga :  Sediakan "Ubiquitous Cloud" dan Kecanggihan, Huawei Cloud Umumkan Rencana Peluncuran Produk Pada 2021

Semua pintu rumah ditutup rapat dan tak ada orang lain. Mata sang ahli ibadah itu tertuju kepada sosok seorang wanita yang cantik dengan pakaian yang mengumbar syahwat sambil membawa secangkir miras dan di dekatnya ada bayi yang masih kecil.

Maka berkatalah wanita itu: “Engkau tidak boleh keluar sehingga minum khamar atau berzina padaku atau membunuh anak kecil ini. Jika tidak saya akan menjerit dan berkata: ‘Ada orang masuk ke rumahku.”

Ahli ibadah itupun berkata: “Zina saya tidak mau, membunuh juga tidak.” Lalu ia memilih minum khamr. Setelah ia minum dan akhirnya ia pun mabuk. Setelah mabuk hilanglah akal sehatnya dan akhirnya berzina dengan pelacur itu dan juga membunuh bayi tak berdosa itu.” Na’udzubillahi min dzalik.

Sayyidina Utsman bin Affan mengatakan: “Hati-hatilah kamu dari khamar. Jauhilah khamar karena khamar itu merupakan induk segala keburukan (biang kerusakan).”

Dalam satu hadis Nabi disebutkan:

الخَمْرُ أُمُّ الخَبَائِثِ، فَمَنْ شَرِبَهَا لَمْ تُقْبَلْ صَلاَتُهُ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا، فَإِنْ مَاتَ وَهِيَ فِي بَطْنِهِ مَاتَ مِيْتَةً جَاهِلِيَّةً

” Khamar adalah induk berbagai macam kerusakan. Siapa yang meminumnya, salatnya selama 40 hari tidaklah diterima. Jika ia mati dalam keadaan khamar masih di perutnya, berarti ia mati seperti matinya orang jahiliah.” (HR At-Thabrani). @fen/sumber: eramuslim.com/sindonews.com

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Amphuri: Pemisahan Rekening Umrah Tak Jadi Beban

Sel Mar 2 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2021 tentang Rekening Penampungan Biaya Perjalanan Ibadah Umrah. PP ini sebagai bentuk upaya pemerintah memperkuat perlindungan calon jemaah, setelah mewajibkan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) memiliki rekening khusus umrah. Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Firman […]