TAUSIAH: Bahaya Gibah Termasuk di Medsos Bikin Bangkrut di Akhirat

Editor Gibah di medsos./foto: freepik/via okezone.com
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Gibah heboh di jagat maya atas sikap istri yang membuka aib suaminya di media sosial atau medsos.

Semua “jeroan” kesalahan suaminya dibuka tuntas hanya karena ingin bercerai. Ada lagi anak dai kondang mengulitinya sikap buruk ayahnya di media sosial.

Apakah sudah serendah sikap seorang muslim terhadap orang yang seharusnya dihormati? Isu ini pun terus bergulir di medsos dan menjadi konsumsi gibah.

Tahukah bahaya gibah? Berikut ini penjelasannya.    

Ustaz dr Raenul Bahraen menjelaskan bahaya gibah jangan disepelakan mengingat dampak buruknya sangat luar biasa.

Peringatan orang ahli gibah sadarlah, sebab pahala Anda yang susah payah ditabung di dunia akan bangkrut saat di akhirat.

Berikut hadis mengenai orang yang muflis (bangkrut) di hari kiamat. Banyak beramal, salat, puasa, dan sebagainya. Tetapi lisan dan anggota badannya sering menganggu saudaranya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata :

“Muflis (orang yang pailit) dari umatku ialah, orang yang datang pada hari kiamat membawa (pahala) salat, puasa dan zakat, namun (ketika di dunia) dia telah mencaci dan (salah) menuduh orang lain, makan harta, menumpahkan darah dan memukul orang lain (tanpa hak). Maka orang-orang itu akan diberi pahala dari kebaikan-kebaikannya. Jika telah habis kebaikan-kebaikannya, maka dosa-dosa mereka akan ditimpakan kepadanya, kemudian dia akan dilemparkan ke dalam neraka.” (HR Muslim).

Sementara jika kita digibahi, harusnya tenang saja dan tak perlu marah apalagi membalas dengan perbuatan yang mungkin lebih keras.

 Mengapa tetap tenang meski terus menerus digibahi, dibicarakan tentang aib atau keburukan. Nah ini alasan yang disampaikan Ustaz dr Raenul Bahraen dalam akun Instagramnya dikutip pada Kamis  (10/6/2021) disebutkan jika diperguncingkan namun tak membalas dan tetap tenang karena:

Baca Juga :  Kongres Ekonomi Umat II Ajang Ijtihad Ulama Bangkitkan Ekonomi Umat

1. Dapat pahala tanpa beramal kita dapat pahala di hari kiamat dari yang menggibahi 

2. Kekurangan membuat kita dibicarakan apalagi kelebihan kita 

3. Mengurangi dosa. Jika pahala penggibah habis, maka dosa kita diberikan padanya

4. Gibah hanya kata-kata, bukan pedang dan bukan pula sebuah pengaruh. Takkan berpengaruh pada baik-buruk kondisi kita, jadi tetaplah beramal dan jadi diri sendiri.

5. Sebenarnya peng-gibah lebih sengsara, jadi tenang saja. Rasa hasad membuat peng-gibah menghabiskan waktunya memikirkan kita. @fen/sumber: okezone.com

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Wali Kota Solo Panggil Pengemudi Ojol yang Unggah Kiriman Anggur Merah di Facebook

Rab Jun 16 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Selasa (15/6/2021) siang, mendadak mengundang 2 orang pengemudi ojek online (Ojol), Faizal (20) dan Andrianto (31), yang tersandung masalah unggahan pengiriman paket berisi barang terlarang minuman keras “anggur merah” yang viral di akun Facebook Archiyla Nic. Gara-gara unggahan tersebut, Faizal dan […]