TAUSIAH: Hati-hati, Penyakit Hati Bisa Menyebabkan Kufur Nikmat

Editor :
Seorang muslim yang merindukan surga, pasti qalbunya bersih dari pikiran-pikiran keduniaan. Karena pikiran dunia, hal Itu mengakibatkan dirinya melupakan ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla./foto ilustrasi/via sindonews/ist.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Penyakit hati harus diwaspadai setiap muslim karena kotoran hati akan menjadikan seseorang kufur nikmat dan mendatangkan azab Allah Subhanahu wa Taala.

Ya, kenapa kebanyakan manusia masih banyak yang menyimpan penyakit hati seperti hasad, sombong, kedengkian, iri hati, amarah, dan sifat buruk lainnya dalam dirinya? Itu karena hatinya dipenuhi sifat duniawi daripada sifat ukhrawi. Lebih cinta dunia daripada merindukan surga.

Tidak fokus mengingat akhirat itulah yang membuat orang-orang lalai. Tidak menyukuri nikmat. Padahal, muslim yang merindukan surga, pasti qalbunya bersih dari pikiran-pikiran keduniaan. Dan pikiran keduniaan itulah yang mengakibatkan dirinya melupakan ketaatan kepada Allah Azza wa jalla.

Seorang ulama ahli zikir, Syekh Ahmad As-Syarif As-Sanusi dalam kitabnya, Fuyudhat Al Mawahib Al Makiyyah mengatakan, “Hati yang bersih dapat memantulkan cahaya Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Selama ini hati manusia penuh kotoran. Akibat debu-debu duniawi itulah, hati pun buram.

Akibat kerak dosa, membuat hati yang fitrah (suci) menjadi ternoda. Seiring menebalnya kerak dosa –karena mengikuti hawa nafsu– hati pun menjadi gelap pekat. Tak bisa menerima cahaya, bahkan akan hilang sinarnya bila bertemu dengan hati yang seperti ini. Terpental.

Dosa hati itu misalnya adalah hasad. Sedangkan hasad adalah menginginkan hilangnya nikmat yang ada pada orang lain.” (buku At-Tashiil li Ta’wil At-Tanziil Juz ‘Amma fii Sual wa Jawab)

Hasad menurut Ibnu Taimiyah adalah,

الْحَسَدَ هُوَ الْبُغْضُ وَالْكَرَاهَةُ لِمَا يَرَاهُ مِنْ حُسْنِ حَالِ الْمَحْسُودِ

“Hasad adalah membenci dan tidak suka terhadap keadaan baik yang ada pada orang yang dihasad.” (Majmu’ah Al-Fatawa).

Maka hasad, dengki, sombong, dan semisal dengan itu adalah debu-debu dunia yang bisa memburamkan hati. Debu-debu menyebabkan jiwa menjadi sakit. Maka penyakit inilah yang harus dihilangkan. Jika masih terkotori debu dan penyakit dibhatinya, maka hatinya sulit menangkap nikmat dari Allah Taala.

Baca Juga :  66 Warga Terjaring Operasi Yustisi di Terminal dan Pasar Soreang

Bahkan dia berniat memutus nikmat Allah Taala dari orang tersebut. Karenanya, hendaknya, yang lebih baik dilakukan muslimin adalah bersyukur dan memperbanyak ibadah kepada Allah.

Firman Allah Ta’ala :

فَاِذَا سَوَّيۡتُهٗ وَنَفَخۡتُ فِيۡهِ مِنۡ رُّوۡحِىۡ فَقَعُوۡا لَهٗ سٰجِدِيۡنَ

“Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; Maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadaNya”. (QS Shaad : 72). Wallahu A’lam. @fen/sumber: sindonews

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

UNS Berduka, Gara-gara Covid 3 Dosen dan 1 Tendik Meninggal 23 Lainnya Dirawat

Sab Jun 19 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo berduka, menyusul meninggalnya 3 orang dosen, yaitu Didiek Sri Wiyono ST, MT, dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Dr. dr. M. Arief Taufiqurrahman, dosen Fakultas Kedokteran (FK), Ir. Mediyanto, MT, dosen Fakultas Teknik (FT), dan seorang tenaga kependidikan (Tendik), Maretta […]