TAUSIAH: Malas Beribadah dan Tips Melawannya (2/Habis)

Editor :
Ilustrasi orang bersujud./istimewa/net.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – “Dan berkumpullah dengan orang-orang saleh dan salehah,” ungkap istri Buya Yahya dari Pondok Pesantren Al Bahjah Cirebon ini. Berikut tipsnya:

1. Berdoa dan memohon kepada Allah agar istikamah dalam kebaikan.

Sesungguhnya hati manusia berada di antara jari jemari Allah Taala. Dialah yang kuasa mengarahkannya sesuai dengan kehendak-Nya.

Untuk itu agar hati ini terus diarahkan kepada kebaikan dan amal saleh serta dihilangkan dari berbagai penyakit termasuk rasa malas maka mintalah kepada Allah melalui berdoa kepada-Nya.

Terus berzikir. Karena zikir akan menjadikan hati seserang merasa nyaman dan tenteram dengan Allah Taala.

Inilah yang menjadi senjata ampuh untuk menghadapi berbagai tarikan hawa nafsu dan syahwat yang sering kali diprovokasi oleh setan dengan bisikan-bisikannya. Firman Allah Taala :

ﺍَﻟَّﺬِﻳۡﻦَ ﺍٰﻣَﻨُﻮۡﺍ ﻭَﺗَﻄۡﻤَٮِٕﻦُّ ﻗُﻠُﻮۡﺑُﻬُﻢۡ ﺑِﺬِﻛۡﺮِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ؕ ﺍَﻟَﺎ ﺑِﺬِﻛۡﺮِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺗَﻄۡﻤَٮِٕﻦُّ ﺍﻟۡﻘُﻠُﻮۡﺏُ

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS Ar Ro’d : 28)

2. Mendatangi majelis-majelis mulia

Di majelis mulia tersebut Allah akan menurunkan rahmatNya dan ini juga bisa menjadi sebab seseorang bisa mendapatkan hidayahNya.

Jika seorang hamba telah diberi hidayah oleh Allah SWT maka akan mudah baginya untuk membuka pintu-pintu kemuliaan.

3. Berkumpul dengan orang-orang yang saleh

Maksudnya di sini bukan hanya ulama(orang alim) akan tetapi siapa pun yang bisa membawa pengaruh positif untuk kita agar bisa lebih dekat kepada Allah Taala.

Tidak jarang seseorang yang pada awalnya malas menjadi bersemangat ketika menyaksikan orang-orang di sekelilingnya begitu rajin.

Sangat mungkin seorang anak yang tadinya malas membaca Alquran kemudian menjadi bersemangat untuk membacanya setelah menyaksikan ayah atau kakaknya yang begitu rajin membacanya.

Tepatlah apa yang dikatakan Ibnu Kholdun bahwa manusia adalah anak lingkungannya, artinya orang-orang yang ada di sekitarnyalah yang membentuk karakter dan kepribadian seseorang.

Untuk itu seorang mukmin haruslah memperhatikan lingkungannya, baik lingkungan rumah, kantor, bisnis bahkan lingkungan bermainnya.

Seperti sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, ”Seseorang itu tergantung dari (kualitas) agama kawan karibnya maka seseorang diantara kamu melihat siapa yang menjadi kawan karibnya.” (HR Abu Daud)

Semoga dengan mengamalkan tiga hal tersebut bisa untuk membentuk kita sebagai muslim/muslimah untuk tetap bisa istikamah dalam beribadah dan untuk bisa melawan hawa nasfsu yang ada pada diri kita sendiri.
Wallahu A’lam.@fen/sindonews.com

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Program KKN Tematik Harus Diteruskan untuk Kemajuan Ekonomi Desa

Rab Feb 24 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Pandemi Covid 19 yang secara dahsyat menerpa pedesaan dan perkotaan di Indonesia, berdampak terjadinya pengangguran di perkotaan. Akibatnya, banyak tenaga kerja yang kembali ke desa. “Dalam dinamika tersebut, membangun desa dalam jangka panjang harus terus dilakukan. Kehadiran mahasiswa peserta program kuliah kerja nyata (KKN) tematik di pedesaan […]